DOSIS TEPAT PUPUK PADI (2)

DOSIS PUPUK IDEAL BUAT TANAMAN PADI

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menjelaskan bagaimana bila suatu daerah/tempat melakukan uji PUTS, maka akan didapatkan suatu rekomendasi pupuk kimia yang spesifik lokasi.

Biasanya, suatu rekomendasi yang dihasilkan adalah rekomendasi untuk pupuk tunggal. Permasalahannya adalah, ketika pupuk tunggal di suatu daerah/tempat tsb sedang kosong atau pupuk tunggal seperti SP36 dan KCL mahal. Oleh sebab itu, pupuk tunggal tsb harus dikonversi menjadi pupuk majemuk seperti NPK Ponska, NPK Pelangi, dll.

Permasalahan kedua adalah kita belum paham cara menghitungnya. Jangankan petani, kadangkala ada juga petugas penyuluh yang kurang mahir dalam perhitungan ini.

Hasil uji PUTS

Sekarang, kita ambil contoh kasus, di daerah A yang setelah di uji PUTS, didapatkan hasil rekomendasi dosis pemupukan di sbb :
– Pupuk Urea 250 kg
– pupuk SP-36 60 kg
– Pupuk KCL 80 kg

Sedangkan di daerah ini, yang ada pupuk NPK punya pupuk NPK ponska/pelangi, pupuk urea dan pupuk KCL.

Daerah A
Rekomendasi pupuk untuk daerah A ada dibawah ini, sedangkan yang ada pupuk NPK ponska, pupuk urea dan KCL.
– Pupuk Urea 250 kg
– pupuk SP-36 60 kg
– Pupuk KCL 80 kg

Dari 100 kg NPK Ponska (15 15 15) didapatkan kandungan hara sbb :
– Urea 32 kg
– SP36 41 kg
– KCL 25 kg

Coba lihat berapa kg pupuk SP36 di dosis pupuk tunggal, dosis SP36 sebanyak 60 kg. Karena di dalam 100 kg pupuk ponska terdapat 41 kg SP36, sedangkan kebutuhannya sebanyak 60 kg SP36. Maka dibutuhkan sebanyak 150 kg NPK ponska.

Jadi, di dalam 150 pupuk NPK ponska terdapat 48 kg urea, 61,5 kg SP36 dan 37,5 kg KCL.

Karena kita butuh 250 kg urea, 60 kg SP36 dan 80 kg KCL maka
– dosis pupuk SP36 sudah tersedia
– dosis pupuk KCL, yang dibuthkan 80 kg sedangkan di dalam pupuk NPK ponska sudah terdapat 37,5 kg KCL. Sedangkan yang dibutuhkan 80 kg KCL, sehingga total kekurangan 80-37,5 kg = 42,5 kg KCL
– dosis urea, karena di dalam 150 kg NPK ponska cuma terdapat 48 kg urea maka kekurangan dosos urea adalah 250 kg – 48 kg = 202 kg urea.

Jadi rekomendasi pupuk tsb adalah
– 150 kg pupuk NPK ponska
– 202 kg pupuk urea
– 42,5 kg pupuk KCL

Rekomendasi pupuk untuk daerah A ada dibawah ini, sedangkan yang ada pupuk NPK Pelangi, pupuk urea, dan pupuk KCL.
– Pupuk Urea 250 kg
– pupuk SP-36 60 kg
– Pupuk KCL 80 kg

Dari 100 kg NPK Pelangi (20 10 10) didapatkan kandungan hara sbb : (digenapkan)
– Urea 43 kg
– SP36 27 kg
– KCL 16 kg

Coba lihat berapa kg pupuk SP36 di dosis pupuk tunggal, dosis SP36 sebanyak 60 kg. Karena di dalam 100 kg pupuk pelangi terdapat 27 kg SP36, sedangkan kebutuhannya sebanyak 60 kg SP36. Maka dibutuhkan sebanyak 222 kg NPK pelangi.
Caranya kebutuhan SSP36 60 kg, sedangkan yang ada 27 kg. Kita tinggal bagi saja, (60 dibagi 27) x 100 kg = 222 kg

Jadi, didalam 222 kg NPK pelangi terdapat
– Urea 43 kg x 2,22 = 95 kg
– SP36 27 kg x 2,22 = 60 kg
– KCL 16 kg x 2,22 = 35 kg

Karena kita butuh 250 kg urea, 60 kg SP36 dan 80 kg KCL maka
– dosis pupuk SP36 sudah tersedia
– dosis pupuk KCL, yang dibutuhkan 80 kg sedangkan di dalam pupuk NPK Pelangi sudah terdapat 35 kg pupuk KCL. Sedangkan yang dibutuhkan 80 kg KCL, sehingga total kekurangan 80-35 kg = 45 kg KCL
– dosis urea, karena di dalam 222 kg NPK pelangi cuma terdapat 95 kg urea maka kekurangan dosos urea adalah 250 kg – 95 kg = 155 kg urea.

Jadi rekomendasi pupuk di daerah tsb adalah
– 222 kg pupuk NPK Pelangi
– 155 kg pupuk urea
– 45 kg pupuk KCL

Semoga bermanfaat

Iklan

DOSIS TEPAT PUPUK PADI

DOSIS PEMUPUKAN IDEAL BUAT TANAMAN PADI

Dosis Pemupukan yang ideal

Ketika ada pertanyaan: berapa dosis pupuk ideal yang dianjurkan buat tanaman padi ?
Maka akan banyak jawaban, berapa dosis yang akan diberikan.
Bisa jadi, akan ada yang akan menjawab untuk pupuk tunggal:
– 225 kg urea, 100 kg SP36 dan 75 kg KCL
– 250 kg urea, 110 kg SP36 dan 75 kg KCL
– dll

Bahkan, bagi petani organik, dosis pemupukannya adalah 0 kg urea, 0 kg SP36 dan 0 kg KCl

Dosis Spesifik Lokasi

Sebetulnya ada cara mudah untuk mengetahui, berapa dosis pupuk yang ideal buat sawah kita. Mau tidak mau, tanah sawahnya harus diuji dengan alat sederhana. Dengan alat ini akan didapatkan berapa dosis yang ideal buat sawah kita. Alat uji tsb bernama alat PUTS

Apa itu PUTS
PUTS kepanjangan dari Perangkat Uji Tanah Sawah. PUTS merupakan seperangkat alat bantu untuk menganalisa kadar hara yang ada di dalam tanah sawah, umumnya yang diuji adalah unsur hara N, P, K, dan pH tanah. Dengan alat bantu PUTS ini, bisa diketahui dengan cepat berapa kadar hara tertentu di dalam tanah sawah daerah tsb. Dari hasil ini, akan didapatkan rekomendasi dosis pupuk secara khusus di daerah tsb.

ALAT PUTS

Bisa disebut dengan alat ini, dosis pemupukan akan spesifikasi lokasi. Dosis yang cocok/ideal di daerah tsb.

Hasil Uji PUTS

Di suatu tempat, di Kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang, belum lama ini dilakukan pengujian beberapa titik lokasi tanah sawahnya. Dengan alat PUTS tsb, dari hasil uji di lapangan, didapatkan rekomendasi dosis pemupukan di daerah tsb sbb :
– Pupuk Urea 300 kg
– pupuk SP-36 75 kg
– Pupuk KCL 50 kg

Rekomendasi di atas adalah rekomendasi untuk pupuk tunggal.

Masalah pupuk

Masalahnya di daerah tsb, jarang ditemukan pupuk KCL. Yang ada adalah pupuk urea dan pupuk NPK ponska. Kadang ada juga pupuk SP36 dan pupuk ZA.

Pertanyaannya: berapa dosis pemupukan dengan pupuk majemuk seperti NPK Ponska?
Apakah perlu memakai pupuk urea lagi? berapa banyak? apa bisa memakai pupuk ZA?

Jawaban :

Dosis pupuk tunggal berdasarkan uji PUTS

– Pupuk Urea 300 kg
– pupuk SP-36 75 kg
– Pupuk KCL 50 kg

Karena yang ada di daerah tsb pupuk majemuk NPK Ponska, maka harus kita hitung berapa kandungan pupuk yang ada dalam pupuk ponska. Silahkan lihat disini

Dari 100 kg NPK Ponska (15 15 15) didapatkan kandungan hara sbb :
– Urea 32 kg
– SP36 41 kg
– KCL 25 kg

Coba lihat berapa kg pupuk KCL di dosis pupuk tunggal, dosis KCL sebanyak 50 kg. Karena di dalam 100 kg pupuk ponska terdapat 25 kg KCL, sedangkan kebutuhannya sebanyak 50 kg KCL. Maka dibutuhkan sebanyak 200 kg NPK ponska.

Jadi, di dalam 200 pupuk NPK ponska terdapat 64 kg urea, 82 kg SP36 dan 50 kg KCL.

Karena kita butuh 300 kg urea, 75 kg SP36 dan 50 kg KCL maka
– dosis pupuk KCL sudah tersedia
– dosis pupuk SP36, yang dibuthkan 75 kg sedangkan di dalam pupuk NPK ponska sudah terdapat 82 kg. Masih terdapat kelebihan 7 kg. Kelebihan tsb masih bisa diteloransi
– dosis urea, karena di dalam 200 kg NPK ponska cuma terdapat 64 kg urea maka kekurangan dosos urea adalah 300 kg – 64 kg = 236 kg urea.

Jadi rekomendasi pupuk tsb adalah
– 200 kg pupuk NPK ponska dan
– 236 kg pupuk urea

Bagaimana kalau pupuk urea lagi tidak ada saat itu, pak? bisa pakai pupuk ZA.
Untuk memahami dan menghitung pupuk ZA ini silahkan buka disini

Semoga bermanfaat,,,

Nb; Gambar diambil dari internet

APA ITU PUPUK ZA

MNEGENAL PUPUK ZA

Ayo kita membahas ap itu pupuk ZA ? apa kandungan pupuk ZA ? Apa kegunaan pupuk ZA bagi tanaman terutama pada tanaman padi.

Pupuk ZA : Adik Pupuk Urea

Pupuk ZA dikenal dengan sebutan pupuk Amonium Sulfat. Pupuk ZA ini mengandung 21 % hara makro N dan 24 % sulfur. Dengan melihat kandungan hara makronya maka pupuk ini dikatagorikan dalam pupuk tunggal.

Pupuk ZA, dengan melihat hara makro N nya bisa dikatakan “adik’ dari pupuk Urea. Kalau pupuk ZA hara makro N nya 21 % sedangkan pupuk Urea sekitar 46 % hara N.

Rumus Kimia Pupuk ZA

Nama lain dari pupuk ZA adalah Amonium Sulfat. Rumus kimia Amonium Sulfat adalah (NH4)2SO4. Kelebihan pupuk ini adalah terdapat kandungan sulfur di dalamnya. Bahkan kandungan sulfur lebih besar dari hara N. Dengan adanya unsur sulfur, pemakain pupuk ZA, sangat baik diberikan pada awal tanam.

” tapi Mas Nurman, mending pake pupuk urea, 2 atau 3 hari tanaman dah kelihatan hijaunya. Kalau pake ZA bisa 6-7 hari baru kelihatan hijau”

” betul pak, tapi di pupuk ZA terdapat unsur lain (pupuk lain). Tanaman akan tumbuh lebih bagus perkembangannya. Lebih stabil daya serap tanaman”

Artinya bila pakai pupuk ZA, daya serap tanaman akan lebih lama,sehingga hijau daun bertahan lebih lama bila dibandingkan urea.

Pembicaan berlanjut,,,

” ada lagi kelebihan pupuk ini, Mas Nurman?”

” iya pak, belerang dalam pupuk ZA sangat membantu perkembangan pucuk, akar dan anakan. Dan yang lebih penting hal ini,,, “

” teruskan, mas”

” bila sawah bapak kekurangan unsur belerang maka umur tanaman padi bapak akan lebih lama”

Dengan demikian, saya lebih suka mengatakan dan menyarankan kepada petani : gunakan pupuk ZA untuk pemupukan awal tanam. Dengan alasan di atas.

Pemahaman Pupuk

Dalam  berbagai kesempatan berinteraksi dengan petani, saya selalu memberikan pemahaman bahwa pupuk bagi tanaman seperti makanan bagi perkembangan anak kecil.

Supaya pertumbuhannya bagus, anak kecil harus makan minimal Nasi, Sayur Mayur dan Lauk Pauk. Nasi bagi tanaman adalah pupuk Urea/ZA, sayur mayur ( Fosfat :SP36/TS ) dan Lauk Pauk ( Kalium :KCL/ZK).

Bagaimana kalau anak kecil makan nasi saja dalam hidupnya? apakah dia akan tumbuh dengan sempurna?

Demikian pula, bila tanaman padi diberikan urea saja? apakah akan tumbuh sempurna? jelas tidak. Oleh sebab itu, pemerintah meracik pupuk majemuk/lengkap. Seperti : NPK Kujang, NPK Ponska, NPK pelangi dll. Supaya tanaman tumbuh sempurna dan menghasilkan hasil bagus.

Pupuk ZA sebagai Subsitusi Urea

Dengan pemahaman di atas, bila tak ada pupuk urea maka pupuk ZA bisa dijadikan penggantinya.

Saya pernah bertanya sama penjual pupuk bersubsidi, “apakah pupuk urea ada?”

” kosong, mas”

” kalau pupuk ZA ada pak?”

” ada, lumayan banyak mas”

Jadi, bila tak ada pupuk urea di toko petani tak membeli urea. Padahal pupuk ZA ada. Hal ini disebabkan karena banyak petani yang belum mengetahui manfaat pupuk ZA ini.

Perbandingan Pupuk Urea dengan Pupuk ZA

Dengan melihat kandungan hara makro N nya, maka dapat dihitung berapa persamaan antara pupuk urea dan pupuk ZA.

Dalam 100 kg urea setara dengan 219 kg pupuk ZA. Digenapkan jadi 210 kg

Jadi 100 kg urea = 210 kg ZA

Ini hitungan hara makro N nya. Tanpa melihat unsur lain dalam pupuk ZA

Tetapi dengan adanya unsur lain seperti sulfat di dalam ZA  menurut saya perbandingan di atas tak seperti tsb, bisa jadi 100 kg pupuk urea setara dengan 160 kg ZA.

Pupuk ZA/Urea ada Dalam Pupuk NPK Majemuk

Pada tulisan materi SL PTT Padi, saya sudah jelaskan bahwa pupuk ZA/Urea terdapat pada pupuk majemuk seperti : NPK Kujang, NPK Ponska dan NPK Pelangi.

Dalam 1 karung NPK kujang terdapat 32,6 kg Urea/71,4  kg ZA, 8,33 kg SP36 dan 6,66 kg KCL.

Dalam 1 karung NPK Ponska terdapat 16,3 kg Urea/35,7 kg ZA, 20,5 kg SP36 dan 12,5 kg KCL.

Dalam 1 karung NPK Pelangi terdapat 21,73kg Urea/47,6 kg ZA, 13,89 kg SP36 dan 8,33 kg KCL.

MEMBUAT POC DARI AIR URINE

Ada hal menarik yang patut kita ketahui dari air seni kita. Berdasarkan penelitian ternyata kandungan air seni (urine) manusia masih mengandung bahan kimia seperti Nitrogen, Fosfor, dan Kalium (potasium). Unsur ini adalah unsur makro yang dibutuhkan tanaman. Pada tulisan sebelumnya saya menulis POC buat tanaman padi.

Jadi buang air seni adalah sebuah anugrah !!!. Mengapa? Bila menumpuk dan tidak dikeluarkan, maka akan menjadi racun yang malah membahayakan tubuh.

Di samping sebuah anugrah, ternyata urine manusia bisa digunakan sebagai POC ( Pupuk Organik Cair ) karena mengandung unsur makro yang dibutuhkan manusia.

Menurut Syaefudin yang merupakan Asisten Dosen Metabolisme, Departemen Biokimia, FMIPA-Institut Pertanian Bogor : sebanyak 70% bahan makanan (nutrisi) yang dikonsumsi manusia dikeluarkan dalam bentuk air seni. Dalam setahun, seseorang dapat mengeluarkan air kencing kira-kira sebesar 500 liter. Jumlah ini setara dengan 4 kg nitrogen, 0.5 kg fosfor, dan 1 kg potasium.

Mari kita hitung berapa kandungan urine kita selama setahun ( 500 liter) dalam bentuk pupuk kimia.

Untuk 4 kg nitrogen setara dengan 8,7 kg pupuk Urea atau 19 kg pupuk ZA

Untuk 0,5 kg Fosfat setara dengan 1,4 kg pupuk SP-36

Untuk 1 kg Kalium (potasium) setara dengan 1,7 kg pupukKCL

Tapi ini adalah pupuk organik. Coba lihat kandungan hara dalam pupuk organik. Sebagai contoh Pupuk Organik NASA 500 ml yang telah mendapatkan sertifikasi organik oleh Deptan dengan analisa lab Sucofindo. Kandungan : N 0.12 %, P2O5 0.03%, K 0.31%

Secara umum saya belum begitu paham berapa kandungan NASA bila dikonversi ke dalam pupuk kimia. Tapi kalau dilihat dari % nya relatif sedikit.

Berikut ini adalah hasil penelitian urine manusia dari berbagai negara yang saya ambil dari http://bertanimandiri.blogspot.com/2010/11/pemanfaatan-urin-sebagai-pupuk-cair.html

Menurut Ian Caldwell dan Arno Rosemarin dari Stockholm Environment Institute, Swedia, penggunaan urin dan kotoran manusia sebagai pupuk adalah cara utama dalam menerapkan pertanian berkelanjutan. Lebih jauh lagi, hal tersebut dapat membantu tercapainya ketahanan pangan dan mendukung tersedianya nutrisi yang lebih baik.

Sementara MnKeni bersama teman-temannya dari Universitas Fort Hare, Afrika Selatan, dari hasil penelitiannya menunjukan, bahwa penggunaan urin sebagai sumber nitrogen sebanding dengan pupuk urea.

Salah satu masalah yang dikhawatirkan dari pemanfaatan pupuk jenis ini adalah rasa produk tanamannya. Logikanya, penggunaan air seni sebagai pupuk berkemungkinan mempengaruhi mutu hasil tanaman.

Namun, permasalahan ini ditepis oleh penelitian Surendra K. Pradhan dan rekannya dari Universitas Kuopio, Finlandia.

Mereka membandingkan penggunaan air kencing manusia sebagai pupuk kubis dengan pupuk buatan industri. Hasilnya, kemampuan pupuk urin sama dengan pupuk buatan industri pada dosis 180 kg N per hektar.

Bahkan pertumbuhan, biomassa, dan kandungan klorida tanaman sedikit lebih tinggi jika menggunakan pupuk air seni. Serangga yang biasanya ikut mati akibat penggunaan pupuk industri juga berkurang dengan menggunakan pupuk alami ini.

Penelitian ilmuwan ini membuktikan bahwa air seni manusia dapat digunakan sebagai pupuk tanpa mengancam nilai kehigienisan tanaman yang berarti. Selain itu, rasa produk makanannya juga tak berkurang meski tanaman yang menjadi bahan bakunya diberi pupuk urin.

Pembuatan POC Urin Manusia Ala Kang Aji

1. Bahan terdiri dari urin 10 liter, air kelapa 10 liter, bakteri 1 liter dan gula pasir 1 kg. Jumlah tersebut boleh disesuaikan dengan kebutuhan, dengan syarat komposisi bahan mengikuti ketentuan yang ada.

2. Bakteri yang digunakan EM TANI, EM4 dll atau Biostarter dari Air Liur.

3. Semua bahan diaduk, kemudian dimasukan kedalam molter.

4. Fermentasi selesai setelah 2 minggu.

WAKTU YANG TEPAT PEMUPUKAN TANAMAN PADI

Untuk memahami pemupukan bagi tanaman padi, kita harus mengetahui umur tanaman padi terlebih dahulu. Sekarang ini banyak varietas padi yang dilepas pemerintah berumur genjah. Contoh, Inpari 10 berumur 108-116 hari dan Inpari 13 berumur 103 hari.
Tetapi untuk padi ciherang dan IR 64 umumnya berumur 115-125 hari.

FASE TUMBUH PADI

Dengan melihat 2 kondisi ini saja, kita akan kesulitan untuk menentukan kapan waktu pemupukan yang tepat bagi keduanya.

Kalau saya pribadi, untuk menentukan kapan tanaman padi dipupuk dilihat dari fase-fase tumbuhnya tanaman padi.

Saya ambil contoh padi ciherang yang berumur 115 – 125 hari.

Biasanya pembagian fase-fase ini adalah sbb :
– persemaian 20 hari
– fase vegetatif 35 hst
– fase generatif reproduktif 36-65 hst
– fase generatif pematangan 66-100 hst

PUPUK DASAR, Sswaktu bibit pindah tanam, bibit perlu waktu sekitar 8-12 hst atau rata-rata 10 hst untuk dapat memperkokoh perakaran. Saat inilah, sebaiknya pemupukan pertama dilakukan. Sebab pada saat itu daun dan akar tanaman padi sudah mulai berkembang. Dengan demikian akan maksimal menyerap unsur hara.

Jangan diberikan pada waktu 0-5 hst, sebab daun dan akar tanaman padi belum berkembang dan masih dalam  kondisi stres. Artinya akar belum siap menerima pupuk. Bila kita berikan akan sia-sia, apalagi kita berikan pupuk urea dalam jumlah yang tinggi.  Sebab pupuk urea mudah menguap dan bersifat higroskopis. Pada waktu pemberian sebaiknya memperhatikan kondisi air. Sebaiknya sewaktu pemberian pupuk, saat kondisi air lagi macak-macak.

PUPUK SUSULAN KE-1 . Diberikan sekitar pekan ke 3  ( sekitar 21-25 hst ) ditandai setelah para petani melakukan pengoyosan, saat inilah pemupukan dilakukan. Sewaktu pengoyosan dilakukan maka akar tanaman padi akan putus. Dengan putusnya akar, tanaman akan membentuk anakan baru.  Pada kondisi ini seperti ini, tanaman dapat maksimal penyerap unsur hara yang diberikan. Dengan demikian, tanaman padi akan menghasilkan jumlah anakan yang maksimal ke depannya.

PUPUK SUSULAN KE-2. Diberikan sekitar umur tanaman mencapai pekan ke 5 ( sekitar 30-40 hst ). Masa ini adalah peralihan dari fase vegetatif ke generatif. Dalam kondisi ini tanaman sedang membutuhkan nutrisi yang tinggi. Hal ini ditandai dengan keluarnya daun bendera atau padi bunting. Artinya malai padi akan segera keluar. Pada umur tersebut adalah saat yang tepat pemupukan tahap ke 3 diberikan. Dengan demikian, tanaman padi akan menghasilkan malai yang optimal.

Jadi bila kita ingin melakukan pemupukan tanaman padi, lihatlah 3 kondisi yang saya sebutkan di atas. Saat itulah kondisi tanaman padi akan maksimal menyerap unsur hara yang kita berikan. Dan hasilnya, kita sebagai petani akan puas memanennya sambil tersenyum. Semoga,,,

FUNGSI BELERANG BAGI TANAMAN

Bila kita mengenal pupuk ZA, maka di dalamnya terdapat kandungan unsur N dan S. Unsur Nitrogennya sebesar 21 % dan Sulfur ( belerang ) sebesar  24 %. Artinya apa? kandungan Sulfurnya kok bisa lebih tinggi dari N nya.

Oleh sebab itu, marilah kita mengenal fungsi Sulfur ini bagi tanaman. Unsur Sulfur yang lebih dikenal dengan nama Belerang diserap tanaman  dalam bentuk ion sulfat (SO4=). Zat ini merupakan bagian dari protein yang terdapat dalam bentuk cystein, methionin, thiamine. Sebagian besar sulfur di dalam
tanah berasal dari bahan organik yang telah mengalami dekomposisi dan sulfur elemental ( bubuk/ batu belerang ) dari aktivitas vulkanis. Sulfur yang larut dalam air akan segera diserap tanaman, karena unsur ini sangat dibutuhkan tanaman terutama pada tanaman-tanaman muda.  http://pustaka.rumahilmu.or.id/pendidikan.

MANFAAT BELERANG BAGI TANAMAN

  1. Membantu pembentukan butir hijau daun sehingga daun menjadi lebih hijau.
  2. Menambah kandungan protein dan vitamin hasil panen.
  3. Meningakatkan jumlah anakn yang menghasilkan (pada tanaman padi).
  4. berperan penting pada proses pembulatan zat gula.
  5. Memperbaiki warna, aroma, dan kelenturan daun tembakau ( khusus pada tembakau omprongan).
  6. Memperbaiki aroma, mengurangi penyusutan selama penyimpangan, memperbesar umbi bawang merah dan baeang putih. http://banyuagung.wordpress.com/2009/07/30/fungsi-pupuk-za-bagi-tanaman-kita

BILA TANAMAN KEKURANGAN UNSUR HARA BELERANG, MAKA:

  1. Produksi protein tanaman menurun, pertumbuhan sel tanaman kurang aktif.
  2. Terjadi penimbunana amida bebas dan asam amino sampai batas yang berbahaya bagi tanaman, terjadi kerusakan aktifitas fisiologis dan mudah tererang hama dan penyakit.
  3. Produksi butir hijau daun menurun, proses asimilasi dan sintesis karbohidrat terlambat, tanaman mengalami klorosis / kekuningan, dan hasil panen rendah.

Oleh sebab itu, pupuk ini diberikan pada tanaman padi dalam masa vegetatif atau tanaman yang hasil panennya di daun seperti bayam, sawi dll.

Pada suatu kesempatan, saya pernah bertanya pada petani sawi organik, ” kok sawi ini rasanya enak pak?”. Dijawabnya,” kalo untuk pupuk, saya nga pake urea, tapi pake pupuk ZA saja”.

AYO BUAT PUPUK NPK

Pada tulisan saya sebelumnya, mengkonversi pupuk NPK Kujang dan NPK Ponska ke dalam pupuk tunggal sebetulnya sudah menjelaskan cara meracik pupuk NPK.
Tetapi pada kesempatan kali ini, saya kan menjelaskan lebih spesifik lagi. Misalkan kita ingin meracik pupuk NPK yang belum ada di pasaran. Saya ambil contoh dan kasih nama, Pupuk NPK Merdeka 20 15 15. Bagimana cara meracik atau membuat pupuk ini dalam 100 kgnya.

Caranya :
1. Kita harus pahami terlebih dahulu, bahwa di dalam 100 kg pupuk NPK Merdeka terdapat kandungan unsur hara : 20 kg unsur hara N, 12 kg unsur hara P2O5 dan 12 kg unsur hara K2O. Sebetulnya di dalam suatu pupuk yang diperhatikan adalah kandungan haranya bukan jumlahnya.

2. Sekarang, kita harus hitung kandungan pupuk tunggal dengan cara mengkonversinya. Cara mudah, kalau kita sudah mengetahui kandungan unsur Urea, TSP dan KCl.
Untuk Urea = 100/46 x 20 kg N = 43,44 kg Urea
UntukTSP = 100/46 x 15 kg P2O5 = 32,6 kg TSP
Untuk KCL = 100/60 x 15 kg K2O = 25 kg KCL

3. Berarti Pupuk NPK Merdeka 20 15 15 yang kita kehendaki itu mengandung 43,44 kg Urea + 32,6 kg TSP dan 25 kg KCL. Ketiga pupuk tunggal itu tinggal kita campur sampai merata. Maka jadilah pupuk NPK Merdeka yang kita kehendaki tersebut.

4. Bila kita ingin membuat sebanyak 300 kg NPK merdeka, maka kita tinggal membuat seperti ini :

Urea = 3 x 43,44 kg = 130,32 kg

TSP =  3 x 32,6 kg = 97,8 kg

KCL = 3 x 25 kg     = 75 kg

Ketiga pupuk tunggal ini kita campur secara merata, maka jadilah pupuk NPK merdeka sebanyak 300 kg.

5. Pupuk racikan yang kita buat memang harus melihat jenis tanaman yang akan kita tanam. Dan tentu saja, harus bernilai ekonomis. Ini bisa kita bandingkan dengan mengatahui harga pasaran pupuk tunggal dan pupuk NPK yang ada di daerah kita.

Semoga bermanfaat