TANAMAN BINTARO DI SAWAH

Membaca tulisan mas Efendy tentang “biopestisida tanaman bintaro” membuat saya tersenyum. Saya membayangkan di hamparan sawah yang luas, terdapat juga tanaman bintaro dalam jumlah yang banyak.

Tanaman Bintaro

Tanaman Bintaro

Tidak sukar, tanaman bintaro tumbuh dan berkembang dengan cepat di dekat hamparan sawah. Sebab di pinggir-pinggir jalan raya saja, tanamana ini tumbu dengan subur.

 

 

Setelah tumbuh subur, tanaman ini akan mengeluarkan buah dalam jumlah banyak. Nah, dengan karakteristik yang terkandung di dalam buah tsb ( senyawa cerberin ) akan memberikan rasa takut pada tikus.

Dengan demikian, salah satu hama utama tanaman padi akan menjauhi hamparan sawah tsb. Betapa bahagianya petani, bila tikus-tikus nakal tsb menjauhi tanaman padinya. Hasil panennya akan maksimal.

Selain itu, bila areal sawah agak jauh dari tanaman ini, para petani bisa memetik buah tsb kemudian dilemparan ke hamparan sawah. Kalau ada tikusnya,  sekalian saja, lemparan dengan buah tsb,,,

Di samping itu, daun dari tanaman ini dapat dijadikan alternatif biopestisida yang sudah diterangkan di tulisan tsb.

Terima kasih Mas Efendy, semoga tulisan mas dapat berguna bagi para petani. Dan Insya Allah menambah amal mas di akhirat nanti. Aminnn.

Iklan

MANFAAT BUAH BINTARO

BINTARO:ALTERNATIF BIOPESTISIDA AMPUH

OLEH: EFENDY MANAN

Kita sering melihat tanaman yang satu ini bertebaran di taman-taman kota,trotoar jalan,halaman kantor dan di sudut perumahan.Sebagai tanaman peneduh Cerberra Odollam memang dikenal sebagai tanaman  yang dikenal tahan banting,cepat tumbuh dan mudah beradaptasi diberbagai lahan.Sehingga tak jarang Dinas Pertamanan maupun developer perumahan memilihnya sebagai pilihan utama pohon penghijauan.

Buah Bintaro

Buah Bintaro

Bintaro /kelampan/mangga laut adalah tumbuhan pantai yang ketinggiannya bisa mencapai 12 meter.Daunnya berbentuk lonjong mirip daun mangga,berwarna hijau tua yang tersusun berselingan.Bunganya harum dengan kelopak berwarna putih.Buah berbentuk bulat telur dengan pangjang 5-10cm,berwarna merah tua jika matang.Tersebar di pasifik dan banyak terdapat di ekosistem mangrove.

Namun  dibalik sosoknya yang cantik dengan buah yang menggoda tersimpan potensi racun yang mematikan. Buah Bintaro mengandung racun cerberrin yang sangat bersifat mematikan.Cerberrin juga bersifat racun kuat,jika tertelan menyebabkan denyut jantung berhenti.Di India racun itu dipakai  untuk bunuh diri.Suku Dayak dan Banjar menggunakan racun ini untuk membunuh tikus,nyamuk,menangkap ikan dan dioleskan pada anak panah untuk berburu.Beberapa laporan juga menyatakan asap dari pembakaran daun dan ranting kayu bisa menimbulkan efek toksik  atau keracunan bagi manusia dan binatang.

Racun Ulat Grayak

Sebuah penelitian yang dilakukan untuk menguji efikasi/daya bunuh racun bintaro terhadap serangga oleh Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra) Banjar Baru-Kalsel .Sampel yang diambil adalah ulat grayak (Spodoptera Litura) yang dikenal rakus memakan daun hingga gundul.Ulat grayak sengaja dijadikan “kelinci percobaan” karena termasuk jenis yang sangat bandel dan lebih kuat terhadap pestisida daripada jenis ulat yang lain.Periset menggunakan 700 ulat grayak sebagai bahan uji.Sebagai pembanding digunakan biopestisida Mimba,Binjai,ciplukan,anyaman,mahang serta pestisida sintetis berbahan aktif Lamda sihalotrin.

Periset mengekstrak daun-daun tersebut dengan dosis pengenceran 1 gram perliter air.Daun sawi dan bayam dicelupkan  dalam larutan dan diberikan sebagai pakan ulat grayak.Ulat terbagi dalam 5 kelompok perlakuan berdasarkan biopestisida yang dipakai dalam percobaan.Hasil riset pada tahun 2008 tersebut menunjukkan 24 jam pasca konsumsi pakan yang dicelupkan dalam larutan bintaro,sebanyak 30% populasi ulat grayak mati.Tingkat kematian naik menjadi 90-95% setelah 60-72 jam perlakuan.Pada perlakuan dengan pestisida nabati hanya 50%-60% populasi mati setelah 72 jam perlakuan.

TABEL HASIL PERLAKUAN BIOPESTISIDA TERHADAP ULAT GRAYAK

Jenis Biopestisida Pengamatan Kematian Larva ( %)
  24 jam 36 jam 48 jam 60 jam 72 jam
Anyaman (Lasia Spinosa) 0 10 20 20 30
Binjai (Mangifera caesia) 0 20 30 50 60
Ciplukan (Physalis Angulata) 0 20 30 50 50
Mahang  (Macaranga Sp) 0 20 30 50 60
Bintaro (Cerberra odollam) 30 50 80 90 95
Kontrol tanpa perlakuan 0 0 0 0 0
Kontrol Insektisida 100 100 100 100 100

Pengusir Tikus

Selain ampuh sebagai biopestida,Bintaro/kelampan handal sebagai alternatif untuk mengusir Tikus.Hewan pengerat yang satu ini memang kerap membuat pusing petani dan membuat jengkel para ibu rumah tangga yang perabotannya hancur dirusak Rattus-rattus.Ada tips  menarik yang diberikan oleh oleh Ibu Yuyu dari Ciampea Bogor Jawa Barat.Beliau menggunakan buah Bintaro muda yang didapat dari taman di sekitar rumahnya.Caranya pun mudah,buah bintaro muda diletakkan begitu saja di sudut rumah,loteng,dapur.hasilnya ajaib tikus tidak mau lagi masuk dalam rumahnya.

Kejadian ini masuk akal.Riset  Hien TT dari Fakultas Fisiologi,Tolouse Prancis dan Dr.Suryo Wiyono dari Klinik Tanaman IPB melaporkan senyawa cerberin pada bintaro meracuni dan merusak syaraf pusat otak tikus.Otomatis Tikus dengan penciuman yang sensitif terhadap bau racun cerberin akan ngacir sebelum masuk rumah kita.

Cara Pembuatan Biopestida Bintaro

Selain bahan yang muda didapat,cara pembuatan biopestida Bintaro pun sangat mudah dengan cara ekstraksi (etanol dan air)

Cara 1:

1.Siapkan 1 kg daun Bintaro segar,rendam 2 hari dalam larutan ethanol atau aseton

2.Saring ekstrak untuk memisahkan cairan dengan daun

3.Uapkan cairan ekstrak hingga pekat.

4.Untuk aplikasi,dosis 1 gram: 1 liter air.caranya dengan melarutkan 1 gram pasta dlam 5-10

Cc minyak tween lalu ditambah air sedikit demi sedikit.

5.Semprotkan 500 liter larutan untuk 1 hektar lahan.

Cara 2 :

1.Siapkan 50 gram daun bintaro dan 1 liter air yang dicampur 2 gram sabun colek.

2.Blender dan peras hingga menghasilkan larutan pekat.

3.Dosis pemakaian 10-20 cc perliter air.

Melihat begitu besarnya manfaat Bintaro dan melimpahnya bahan disekitar kita,tidak ada salahnya kita mencoba berkreasi menggunakan Bintaro sebagai alternatif pestisida nabati untuk mendukung pertanian organik.

Selamat Mencoba…

Sumber:
Wikipedia/bintaro
Rumah tanpa tikus Trubus Online
Majalah Trubus Edisi Januari 2012

PENYAKIT BLAS PADA PADI

Saya pernah bertanya kepada seorang petani, saya ingin minta pendapatnya tentang penyakit padi, penyakit yang bernama blas.

Dia malah  jawab begini: penyakit blas mah biasa, yang saya takutkan malah penggerek batang Pak Nurman,,,

Jadi, dia lebih takut kepada hama ( penggerek batang ) ketimbang penyakit pada padi ( blas daun dan blas leher ).

Tapi, menurut saya, sebagian besar petani lebih takut kepada penyakit padi dibanding hama padi ?

Sebab dengan datangnya penyakit ini, daya rusaknya sedemikian cepat. Bahkan bisa gagal panen.

Tulisan tentang penyakit ini juga sudah ada di blog ini sebelumnya.

Belum lama juga, ada beberapa SMS yang masuk ke HP saya, intinya dia minta pendapat mengenai cara penangulangan penyakit blas ini.

Nah, melalui blog ini saya ingin dapat masukkan/saran/dll tentang cara pencegahan ( sebelum penyakit ini menyerang )  dan penangulangan ( setelah penyakit ini menyerang ), baik secara organik/hayati/kimia yang telah dialami oleh para petani.

Dengan demikian, saran/masukan/dll tsb dapat menjadi pelajaran bagi petani lain sehingga dapat berguna bagi pembaca semua. Dan saya meyakini, apa-apa yang bermanfaat bagi orang lain, Insya Allah akan menjadi ladang amal bagi kita di akhirat nantinya. Amin

MEMAHAMI ISI INSEKTISIDA

Pak Arsan merupakan salah petani yang memakai Furadan . Biasanya dia memakai 2 kg saja Furadan untuk sawahnya. Dia sudah memakai Furadan sejak beberapa tahun yang lalu untuk lahan pertaniannya.

Lain lagi dengan Pak Fulan, dia salah seorang THL di Banten. Belum lama, dia menjadi THL TBPP Deptan. Pernah dia tanya oleh petani binaanya, ” pak mantri, kalau untuk penyakit sundep yang efektif itu obatnya selain Spontan apa ya? sebab saya sudah pake spontan kayanya puas dengan hasilnya”.

Terus terang, si THL ini kalang kabut. Dipikirannya berkecamuk, sundep itu apa? spontan itu apa? hee. Untungnya saat itu dia ditemani oleh kawannya, maka sang kawan ini menjawab, ” bapak bisa pake insektisida upplaud atau Manuver”

Sewaktu kunjungan ke lapangan, PPL ditanya oleh petani yang sawahnya terserang WBC ( Wereng Batang Coklat ).  “Untuk hama wereng ini, obat yang cocok apa yang pak PPL?”
” bapak bisa pake APPLAUD atau bisa juga BASSA atau DAGGER ” jawabnya mantap.

Kalau kita perhatikan, insektisida-insektisida terdiri dari berbagai merk dagang. Tetapi yang akan saya fokuskan adalah ANGKA dan KODE yang ada di label insektisida tersebut. Angka ini biasanya dalam bentuk % atau gram dalam liter. Saya ambil contoh, Furadan 3G, Spontan 400 SL,APPLAUD 10 WP, AVIDOR 25WP, DAGGER 200 SL, Manuver 400 WSC / MANUVER 400 SL, Decis 2,5 EC dll.

Mari kita bahas lebih lanjut,

Furadan 3G.  Arti angka 3 tsb adalah banyaknya kandungan bahan aktif carbofuran sebesar 3 %. Dan arti G adalah Granula / butiran, biasanya berwarna ungu.

APPLAUD 10 WP, AVIDOR 25 WP, artinya 10 atau 25 itu adalah banyaknya kandungan bahan aktif. Untuk Applaud10 artinya kandungan bahan aktif Buprofezin 10%.  Untuk Avidor 25, kandungan bahan aktif imdakloprid ada 25%.  Sedangkan arti WP = Wettable Powder ( Tepung yang dapat disuspensikan atau dipastakan dalam air). Contoh lain : Fungsida Antrocol 70 WP, Confidor 5 WP

Manuver 400 WSC . Angka 400  itu adalah banyaknya kandungan bahan aktif dimehipo sebesar 400 g/l. Sedangkan arti WSC (Water Soluble Concentrate ) adalah Pekatan yang dapat larut dalam air

Spontan 400 SL, DAGGER 200 SL artinya 400 atau 200 itu adalah banyaknya kandungan bahan aktif. Untuk spontan bahan aktif dimehipo terdapat 400 g/l.  Dan arti SL (Soluble) adalah berbentuk larutan yang larut dalam air.

Decis 2,5 EC, artinya 2,5 itu adalah banyaknya kandungan bahan aktif Deltamethrin 25 g/l dan arti EC (Emulsifiable Concentrate) atau Berbentuk cairan pekat

Memang kita harus lebih giat memahami dan belajar  obat utuk hama dan penyakit ini. Sebab disinilah titik pusat kelemahan kita sebagai PPL. Oleh sebab itu bila ada PELATIHAN UNTUK PPL maka di titik inilah yang menjadi materi pelatihan. Walaupun pada satu sisi, ada PPL POPT tetapi sebagai PPL kita juga harus memahami titik ini.

Untuk lebih memahami apakah arti insektisida merupakan racun sistemik, kontak dan lambung. Silahkan baca disini

INSEKTISIDA SPEKTRUM LUAS

Ada seorang petani yang saya temui memceritakan bahwa karena ingin membunuh wereng coklat, insektisida yang dipakai mempunyai spektrum luas dalam membunuh mahkluk hidup di persawahan. Dia tak cerita apa nama merk insektisida. Yang saya dengar dari mulutnya,” wah banyak yang mati, anak katak juga banyak yang gelimpangan,,,”

Setelah itu, saya jelaskan apa itu musuh alami. Dan setiap hama mempunyai musuh alami, demikian pula untuk hama wereng coklat. Dan petani inipun mulai sadar, apa manfaat musuh alami bagi ekosistem sawahnya. Dan saya ingin, dia bersahabat dengan musuh alami. Bagaimana caranya? biarkanlah anak katak dan katak-katak berkembang sebab katak bisa menjadi predator, biarkanlah laba-laba membuat sarang, biarkanlah capung-capung beterbangan, biarkanlah tanaman air dalam jumlah sedikit hidup di areal persawahan, kasih tahu anak-anak petani jangan membunuh anak katak untuk jadi umpan mancing belut, dll

Untuk membahas masalah insektisida, ada baiknya kita melihat ulasan yang menarik dari Mas Pray dari Gerbang Pertanian mengenai bahaya racun insektisida golongan piretroid,

” Insektisida Golongan piretroid sintetik merupakan bahan sintetik kimia dari racun yang terdapat dalam tanaman piretrum. Sampai saat ini golongan insektisida piretroid sintetik mempunyai jenis terbanyak. Mulai dari Deltametrin (Decis, Dellini), Betasiflutrin (Buldok, Betta), Lamdasihalotrin (Matador, Hamador), Alfasipermetrin (Fastac, Faster), Sipermetrin (Sidametrin, Cedrik) dll.

Dalam pemasaran pestisida piretroid sintetik juga mempunyai market share yang tertinggi. Berarti golongan insektisida ini sangat disukai petani, Kenapa demikian? Piretroid sintetik mempunyai spektrum yang luas mulai dari ulat, kupu, kumbang, kutu, belalang sampai dengan udang (yach udang) sehingga mudah masuk ke berbagai lini tanaman maupun lini hama. Piretroid sintetik juga mempunyai harga yang relatif murah sehingga sangat terjangkau oleh kantong petani. Selain itu yang sangat disukai petani dari piretroid sintetik adalah efek knokdown (jatuhnya hama setelah terkena pestisida) yang sangat cepat .

Selain mempunyai berbagai kelebihan ternyata piretroid sinetik juga mempunyai kelemahan. Racun pada Piretroid sintetik hanya bersifat kontak sehingga jika dalam aplikasi pestisida tidak mengenai hama dipastikan hama tersebut tidak mati. Kelemahan yang kedua dari piretroid sintetik adalah jika racun ini mengenai hama wereng di pertanaman padi akan mengakibatkan ledakan hama wereng tersebut.

Menurut pengalaman penulis dilapangan ketika petani mengendalikan hama wereng di tanaman padinya menggunakan insektisida yang berbahan aktif piretroid sintetik memang sesaat terlihat hama tersebut berkurang. Bahkan imago dari wereng terlihat berjatuhan ketanah. Namun beberapa hari setelah aplikasi insektisida tersebut hama wereng bukannya berkurang justru akan semakin bertambah banyak jumlahnya.

Dimungkinkan peristiwa ini terjadi disebabkan karena piretroid sintetik telah membunuh musuh alami dari wereng, sehingga hama tersebut berpotensi meledak populasinya. Ada juga dugaan bahwa insektisida piretroid sintetik bersifat memacu penetasan telur wereng dan memacu perkawinan wereng. Entah mana yang benar hal tersebut harus dibuktikan secara ilmiah.

Oleh karena itu pesan saya pada rekan-rekan petani janganlah anda menggunakan insektisida berbahan aktif piretroid sintetik kalau dipertanaman padi anda tidak ingin terjadi serangan hama wereng. Lalu pertanyaannya, apakan ciri-ciri insektisida yang berbahan aktif piretroid sintetik? Jawabnya adalah, baca tulisan bahan aktif pada kemasan insektisida yang mau anda beli jika pada akhiran katanya ada kosa kata “TRIN” (Deltametrin, Betasiflutrin, Alfasipermetrin, Lamdasihalotrin, Sipermetrin dll) berarti dijamin insektisida tersebut pasti golongan piretroid sintetik”

RACUN ALAMI TIKUS

Sewaktu saya melewati suatu areal persawahan, saya lihat bagian pinggir sawah sekelilingnya keluar malai. Tapi di bagian tengahnya terlihat pendek akibat diserang hama tikus.

Pada kejadian yang lain, saya pernah saksikan bibit padi yang berumur sekitar 8 hari dibuat areal bermain para tikus. Bibit yang dimakan terlihat sedikit, cuma yang rebah terlihat banyak. Dan banyak lagi kejadian yang disebabkan oleh hama tikus ini.

Untuk mengendalikan hama yang satu ini sudah banyak yang dilakukan, mulai dari memasang perangkap, pengasapan, pake racun tikus, dll.

Alhamdulillah di Bantul Jogjakarta, ada petani yang menemukan cara mudah untuk membasmi hama tikus ini. Nama petani ini adalah Pak Hartoyo. Hartoyo mengatakan, temuannya  adalah ramuan pengusir hama tikus dari singkong direbus yang dicampur dengan air kelapa. Jika tikus meminumnya, dia akan kehilangan nafsu makannya dan beberapa hari kemudian tikus akan mati. http://nasional.kompas.com/read/2008/12/07/19050693/Petani.Bantul.Ciptakan.Ramuan.Alami.Pengusir.Hama

Bagaimana Pak Hartoyo menemukan ramuan ini? awalnya percobaan ini dimulai dengan sembilan temannya dari pelatihan yang diberikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bantul. Kemudian, mereka kombinasikan dengan banyak membaca buku-buku yang terkait. Alat-alat dan ramuan yang ditemukan berlaku untuk pengendalian hama untuk jenis apapun.

Dengan resep yang sederhana ini, kita pun dapat mencobanya. Dan semoga tikus-tikus yang menyerang tanaman padi dan tikus-tikus yang ada di rumah kita dapat kita kendalikan. Saya pribadi sudah mencobanya, ingin saya lihat tikus-tikus yang ada di dalam rumah dalam 1 pekan ini. Kalau berkurang maka racun tikus ini saya mudah dibuat dan ramah lingkungan.

Terima kasih Pak Hartoyo, semoga penemuan-penemuan yang bernilai kebaikkan akan dibalas dengan pahala yang banyak. Amin

Catatan : menurut saya, kalau bisa singkong karet, singkongnya nga perlu dikupas, ambil bagian ujung (bawah atau atas) yang agak berwarna kebiruan.

OBAT WALANG SANGIT

Ada resep yang bagus, murah meriah dan gampang digunakan untuk mengusir hama walang sangit atau kungkang. Saya ambil dari tulisan Mas Isroi. Dan ini bisa kita jadikan insektisida alami.

Resep 1

Bahan: Kluwek/Picung (Pagium edule).
Bahan aktif yang ada di dalam buah kluwek: palmitic acid, oleic acid, dan linoleic acid.

Cara Pembuatan:

  1. Ambil buah kluwek dan pecahkan kulitnya.
  2. Ambil isi buah kluwek dan rendam dalam satu gelas air selama 24 jam. Buah dihancurkan agar tercampur merata dengan air.
  3. Saring air rendaman dan encerkan dengan sepuluh liter air. Aduk hingga tercampur merata.
  4. Semprotkan ke lahan

Resep 2

Bahan: Daun Sirsak (Annona muricata) dan Daun Tembakau (Nicotiana batacum)
Cara Pembuatan:

  1. Ambil 50 lembar daun sirsak dan 1 ons tembakau.
  2. Dilumatkan bersama-sama
  3. Rendam dengan satu liter air selama 24 jam
  4. Air rendaman diperas dan disaring, kemudian dilarutkan hingga volumenya kurang lebih 30 liter.
  5. Semprotkan ke lahan.