SEPIRING NASI (2)

RINTANGAN HIDUP BULIR-BULIR PADI

Karena ingin mendengarkan kisah percakapan selanjutnya dari bulir-bulir padi di malai tsb, Pak Oksi akhirnya memutuskan untuk duduk di pematang. Pelan-pelan sekali, dia atur posisi duduknya, supaya tidak mengganggu percakapan mereka,,,

PERJALANAN HIDUP IBU MEREKA

“teman-teman, coba renungkan kenapa kita bisa berada di malai ini?” ketua bulir padi memberikan pertanyaan

“sebab kita mahkluk Tuhan, kita sudah ditakdirkan menjadi bulir-bulir seperti ini”
“sebab kita adalah tanaman padi,,”
“sebab kita ditanam para petani,,,”

“jawaban-jawaban kalian semuanya betul” puji sang ketua

“selain itu, kita berada di sini karena perjalanan dan peran “ibu kita”, dari sebulir gabah menjadi tanaman besar ini?”

“maksudnya bisa dijelaskan lagi” pinta salah satu bulir padi

gabah-gabah padi

” oke, begini cerianya” :

pertama, sewaktu petani akan menanam ribuan bahkan jutaan gabah, mereka mengambil gabah-gabah tsb untuk dijadikan benih. sewaktu mereka mengambil ribuan sampai jutaan gabah tsb, banyak diantara gabah tsb yang terceceran.

belum lagi, sewaktu proses penyimpanan ini, ada banyak kutu yang memakan isi gabah-gabah tsb. Ada juga tikus yang bisa jadi memakan gabah-gabah tsb, dll. itu aritnya: Ibu kita adalah salah satu gabah yang selamat dari kutu, tikus dan tidak tercecer tsb

kedua, gabah-gabah tsb selanjutnya direndam dengan air biasa. Ada juga yang menambahkan dengan garam. Bila dengan air biasa saja, banyak gabah yang akan mengambang, apalagi dengan menggunakan air garam. Wah, makin banyak saja gabah-gabah tsb yang akan mengambang. Mungkin juga ada yang melayang.

gabah-gabah yang melayang dan mengambang inilah yang akan dibuang. Bukan itu saja, bisa jadi banyak juga gabah yang tercecer. Alhamdulillah, ibu kita selamat dari proses ini.

ketiga, setelah itu, gabah-gabah akan melalui proses pemeraman. Gabah-gabah tsb dipaksa tuk berkecambah di runga gelap. tapi ada juga yang tidak berkecambah.

selain itu, dalam proses ini banyak juga gabah yang tercecer. Memang hampir di setiap proses, ada saja gabah-gabah yang tercecer,,,
kadang dengan ijin Allah SWT, ada juga gabah yang tercecer tsb tumbuh juga.

teman-teman: ibu kita, lagi-lagi bisa melewati proses tsb

keempat, setelah dipaksa keluar tunas, gabah-gabah yang baru berkecambah tsb dilemparkan di tengah-tengah sawah. padahal mereka masih bayi kan? hee

sewaktu mereka ada di tengah sawah, banyak sekali kendalanya. burung-burung senang sekali memakan benih-benih yang baru tumbuh tsb. tikus juga bisa memakannya. kadang kala, sewaktu hujan tak turun banyak benih yang kering merana dan tak tumbuh. belum lagi, keong-keong yang siap memakannya.

Kadang juga, sewaktu hujan turun dengan deras, banyak calon-calon bibit tsb pergi entah kemana.

Sekali lagi, ibu kita selamat dari halangan-halangan tsb

kelima, dan benih-benih tsb akan tumbuh menjadi bibit-bibit baru. Bibit ini akan melawati proses kehidupan dengan segala resiko hidupnya. ribuan keong siap memakannya, ribuan tikus siap merusaknya, ribuan hama akan melahapnya, banyak penyakit tanaman padi yang siap mematikan hidupnya.

masih banyak kendala-kendala yang ibu kita beserta gabah-gabah yang lain telah hadapai, dan akhirnya mereka tumbuh besar dan mengeluarkan malai seperti ini. seperti malai kita ini”

MEREKAN PUN BERDOA

“luar biasa perjalanan ibu kita bisa sampai seperti ini, bisa mengeluarkan banyak malai beserta bulir-bulirnya” tutur salah satu bulir malai terharu
“apakah kita akan mengalami apa yang dialami ibu kita itu?” salah satu bulir kembali bertanya

” ya, begitulah alur hidup bulir-bulir padi yang akan dijadikan benih, mereka memang harus tegar. mereka punya tujuan hidup. mereka harus terus tumbuh besar dan menghasilkan malai-malai kembali. malai-malai yang terdiri dari bulir-bulir yang sehat dan bernas. dengan demikian, petani akan memuji mereka”.

” oleh sebab itu, kita yang berada di malai ini harus bersyukur. sebab tidak semua malai bisa tumbuh seperti kita ini. begitu banyak persoalan pelik yang membuat kita harus banyak bersyukur. apalagi, bila petani yang menanam kita memelihara kita asal saja. selain itu, banyak racun yang menempel pada kulit kita. ohh betapa gatal kulit ini. sayang sekali, petani yang menanam kita tidak paham.

“teman-teman, sungguh mulia bila selesai panen nanti, sebagian dari kita akan dijadikan benih. kita akan mengalami proses kehidupan. kita bisa tumbuh dan berkembang. sekaligus bisa mengeluarkan malai dari rahim kita. bila tidak, kita akan jadi gabah akan digiling dan dimasak jadi makanan”

Sebagian besar dari bulir-bulir malai pun berdoa kepada Allah SWT: agar dirinya bisa menjadi salah satu dari benih yang akan ditanam petani !!!

Melihat kejadian ini, Pak Oksi benar-benar terharu. “mereka saja ingin menjadi bulir-bulir gabah yang terbaik. mereka ingin menjadi yang berarti bagi insan lain. mereka ingin agar hidup mereka yang sekali ini bisa bermanfaat. Dan mereka ingin selalu berbagi.

bersambung,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: