PRESIDEN PILIHAN KITA

Ubinan Padi dan hasil Quick Count

Kalau kita buka tulisan saya, sekitar bulan Oktober 2011 tentang PERSAMAAN UBINAN PADI DENGAN QUICK COUNT, maka menurut saya akan kita ketahui, bagaimana terjadi persamaan antara ubinan padi dengan quick count. Benang merah dari keduanya adalah mengambil sampel secara acak, sehingga bisa diketahui berapa hasil yang didapat.

Survey Lapangan

Alhamdulillah, saya pribadi pernah melaksanakan servey di beberapa titik sebelum pilkada Jawa Barat pada tahun 2008. Waktu itu, saya melakukan survey di Daerah Depok, Jawa Barat. Dengan sedikit pengalaman ini, setidaknya memberikan pemahaman kepada saya bahwa: “ohh begini toh yang namanya survey”.

Waktu itu, saya hanya pelaksana lapangan. Sudah ada yang memberikan data lapangan kepada saya dan team, supaya dilaksanakan sesuai dengan petunjuk yang ada.

Nah, sewaktu saya melakukan ubinan padi, saya menilai, apa-apa yang dilakukan di dalam survey ada benang merahnya dengan ubinan.

Hasil Quick Count Pilpres

Secara teori, saya sedikit paham metodologi yang digunakan oleh lembaga survey dalam melakukan quick count tsb. Sehingga saya hanya bisa menilai “sedikit” hasil quick count.

Permasalahannya adalah di dalam pilpres 2014 ini, lembaga survey terbelah menjadi dua:

1. Ada yang memenangkan prabowo ; Puskaptis, LSN, JSI, Indonesia Research Center (IRC), dll
2. Ada yang memenangkan jokowi : LSI, RRI, kompas, CSIS, SMRC, dll

Terpecahnya lembaga survey diatas terasa betul di media terutama di TV. Mereka begitu yakin bahwa hasil quick count merekalah yang paling valid. Dan ini jelas menimbulkan keresahan di masyarakat.

Buka-bukaan Data

Bila lembaga survey terbelah seperti sekarang ini, maka lembaga survey yang mau membuka metodologinya adalah lembaga survey yang patut diberikan 2 jempol. Sebab mereka membuka metodologinya agar bisa diketahui oleh masyarakat.

Siapa yang menang?

Dari hasil selancar di dunia maya, kemudian sedikit membaca “perang opini” lembaga survey, membaca metodologi lembaga survey yang telah membukanya, membaca komentar/tulisan para analis survey, dll.

Maka saya pun mau “meramal” tentang pilpres kali ini: siapa sih yang menang ?.

Ini “ramalan” saya, dengan metode “UBINAN SENDIRI” bahwa yang akan jadi presiden RI tahun 2014 – 2019 adalah Calon Presiden Nomor Urut 1.

Berapa kisaran menangnya, mas nurman?

” Berapa ya?”

Sekali lagi, ini hanya “ramalan” saya dengan metode “UBINAN SENDIRI”, angkanya sekitar sbb :

– 51-52 % buat Pasangan Nomor Urut 1
– 48-49 % buat Pasangan Nomor Urut 2
Saya bulatkan saja, nga pake koma-komaan.

Bagaimana kalau terbalik hasilnya, mas nurman?

” ya, pasangan nomor urut 2 yang menang dong”

Sebagai anak bangsa, apapun hasil keputusan rakyat, kita harus terima apapun hasil dari pilpres ini.

Tapi, untuk pastinya siapa yang menang dan berapa hasilnya: Kita tunggu tanggal 22 Juli dong !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: