PENYAKIT BLAS PADA PADI

Saya pernah bertanya kepada seorang petani, saya ingin minta pendapatnya tentang penyakit padi, penyakit yang bernama blas.

Dia malah  jawab begini: penyakit blas mah biasa, yang saya takutkan malah penggerek batang Pak Nurman,,,

Jadi, dia lebih takut kepada hama ( penggerek batang ) ketimbang penyakit pada padi ( blas daun dan blas leher ).

Tapi, menurut saya, sebagian besar petani lebih takut kepada penyakit padi dibanding hama padi ?

Sebab dengan datangnya penyakit ini, daya rusaknya sedemikian cepat. Bahkan bisa gagal panen.

Tulisan tentang penyakit ini juga sudah ada di blog ini sebelumnya.

Belum lama juga, ada beberapa SMS yang masuk ke HP saya, intinya dia minta pendapat mengenai cara penangulangan penyakit blas ini.

Nah, melalui blog ini saya ingin dapat masukkan/saran/dll tentang cara pencegahan ( sebelum penyakit ini menyerang )  dan penangulangan ( setelah penyakit ini menyerang ), baik secara organik/hayati/kimia yang telah dialami oleh para petani.

Dengan demikian, saran/masukan/dll tsb dapat menjadi pelajaran bagi petani lain sehingga dapat berguna bagi pembaca semua. Dan saya meyakini, apa-apa yang bermanfaat bagi orang lain, Insya Allah akan menjadi ladang amal bagi kita di akhirat nantinya. Amin

2 Tanggapan

  1. Lalu apa obat blas yg bagus,?

  2. blas/istilah petani indramayu adalah penyakit cekek.biasanya menyerang tanaman padi yg terlampau hijau daunnya/kelebihan kandungan N pada tanaman tersebut,ataupun biasanya menyerang padi yang daunnya lebar dan kelembaban lingkungan tanaman lembab kearah kering karena cendawan tersebut menyukai keadaan tersebut biasanya terjadi pada musim hujan akan tetapi terik beberapa hari dan hal lain memang sedang musimnya(endemik penyebaranspora cendawan tersebut).pengalaman saya di indramayu untuk mengatasi penyakit diatas sebisa mungkin para PPl menyarankan petani untuk menanam varietas yg memang tahan terhadap penyakit tsb,biasanya benih padi yg dikeluarkan oleh balai benih lebih tahan terhadap penyakit tersebut.hal lain mengurangi penyebaran penyakit tersebut adalah penyemprotan fungisida lebih intensif pada fase padi menjelang bunting hingga 14 hari menjelang panen.aplikasi ikuti petunjuk dalam label kemasan namun gunakan dosis menengah hingga tinggi fungisida yg biasa saya pakai adalah Fujiwan/score.demikian sedikit masukan dari saya mari kita jayakan petani Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: