MUSIM HUJAN DI TANAH SAWAH

AIR,SIKLUS DAN PERANANNYA DALAM KESUBURAN TANAH

Musim hujan telah datang,dan petani pun bersuka cita menyambutnya.Musim hujan berarti  identik dengan melimpahnya air, namun terkadang kita belum faham tentang  sifat,peranan,fungsi dan manfaatnya bagi pertanian.Sehingga tidak ada salahnya kita sama-sama mempelajari lebih mendalam tentang keberadaannya di alam.

Air merupakan suatu unsur yang sangat penting peranannya bagi siklus ekosistem tanah;sebagai alat transportasi hara dari tanah ke tanaman.Interaksi antara tanah dan air terjadi ketika air yang  berada di permukaan  masuk ke dalam tanah.Nah,jika unsur hara dalam tanah (baca: pupuk) terlarut dalam air maka dapat terbawa oleh air karena proses gravitasi.Proses inilah yang dinamakan sebagai proses pencucian hara.Pengetahuan akan sifat-sifat air ini akan sangat membantu dalam mengurangi resiko kehilangan nutrisi/pupuk untuk tanaman.

Siklus Hidrologi/Siklus Air

Siklus hidrologi menjelaskan beberapa tahapan perubahan dari bentuk air sebagai berikut:

AIR LAUT/DANAU/AIR TANAH/TANAMAN→EVAPORASI→ATMOSFER

           ↑                                                                                                           ↓

PERKOLASI←HUJAN/SALJU  ←KONDENSASI←TERBENTUKNYA AWAN

Air dalam tanah yang terikat dalam pori-pori dan mineral tanah;ada yang bisa dimanfaatkan tanaman sebagi air tersedia ,menguap dari permukaan tanah,mengalir di permukaan atau menyerap kedalam tanah,dan tersimpan sebagai air tanah.

Hilangnya Nutrisi Tanaman dari Tanah

Limpasan atau aliran permukaan yaitu air yang mengalir di permukaan tanah  saat hujan setelah tanah jenuh terisi oleh air,dapat membawa  partikel-partikel tanah seperti mineral tanah,bahan organik  serta nutrisi tanah lainnya yang berbentuk larutan.Salah satu unsure hara yang paling mudah terlarut dalam proses ini adalah P / Fosfor.Sebenarnya unsure hara ini banyak terdapat dalam tanah namun hanya sebagian kecil  yang tersedia bagi tanaman sebagian besar hilang melalui limpasan permukaan ini.Peristiwa perkolasi ini juga bisa  menyebabkan hilangnya unsure hara karena mengalami proses pencucian seperti yang dialami oleh N (Nitrogen) dan K2O (Kalium).Tercucinya kalium didalam tanah bisa juga dipermudah dengan tekstur tanah pasir yang sifatnya sukar menahan air.Kebanyakan unsure kalium yang terdapat di dalam tanah berbentuk tidak tersedia untuk tanaman karena terjerap oleh mineral tanah liat,hanya 10 % saja dari seluruh kalium yang ada dalam tanah dapat dimanfaatkan tanaman.Dalam proses diatas dapat terlihat begitu besarnya peran mikroba pelarut P dan K dalam menjaga ketersediaannya bagi tanaman.

Begitupun juga dengan Nitrogen adalah unsure hara yang paling dinamis di alam.Keberadaanya di tanah sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara input dan outputnya dalam sistem tanah.Jika kita kaitkan dengan kondisi musim hujan saat ini.Maka sebenarnya masih tersedia cukup nitrogen bagi perkembangan tanaman karena nitrogen yang terlepas akan kembali terikat oleh petir akan kembali ke tanah melalui air hujan .Meskipun nitrogen kerapkali mengalami perubahan bentuk,namun sangatlah mudah bagi tanaman menyerapnya.Tidak heran petani mengurangi dosis urea agar tanaman tidak rebah saat pemasakan bulir.Tanaman menyerap nitrogen dalam bentuk Ammonium (NH4) dan Nitrat (NO3).Keberadaan Ammonium ini sangat relatif bagi tanaman karena mudah mengalami perubahan bentuk menjadi nitrat (NO3) akibat proses nitrifikasi .Bentuk inilah yang mudah hilang akibat pencucian dalam tanah karena terikat oleh mineral – mineral liat tanah yang bisa berpindah karena proses penyerapan air tanah. Alternatif pemecahannya adalah dengan memberikan pupuk berimbang baik makro maupun mikro dan bersifat slow release (lambat urai)  agar ketersediaan hara dalam tanah tetap terjaga.Juga pemberian kompos (jerami,kohe,serasah dll) ke sawah turut menyumbang meningkatnya sediaan C-Organik yang memperbesar daya dukung dan serap air di tanah.

Penggenangan Jangka Lama dan Kondisi Tanaman

Masih banyak dijumpai dalam budidaya pertanian kita,petani lebih suka menggenangi lahannya dalam jangka waktu lama dengan alasan agar gulma tidak tumbuh.Disatu sisi perlakuan seperti dapat mengurangi waktu dan biaya kerja namun di sisi yang lain timbul masalah pada fisiologis tanaman.Gejala yang timbul berupa klorosis (menguning) pada daun,anakan sedikit,pertumbuhan akar dan daun yang terhambat yang berujung pada matinya jaringan batang dan akar.Petani kita sering menyebut penyakit ini sebagai “asem-aseman”.Gejala ini semakin banyak dijumpai pada sawah dengan kandungan C-Organik rendah.

Lahan yang tergenangi secara otomatis akan mengurangi suplai oksigen ke dalam tanah untuk dimanfaatkan oleh akar.Endapan partikel tanah yang terbawa oleh air dalam penggenangan juga ikut memperburuk aerasi tanah karena menghambat proses pertukaran oksigen.Selain itu,sawah yang tergenang akan timbul senyawa yang berbahaya seperti Asam Sulfat (H2SO4) akibat adanya proses reduksi sulfur sebagai  aktifitas metabolisme bakteri anaerob.

Alternatif  pengurangan resiko terjadinya dampak buruk dapat dilakukan langkah sbb:

  • Pembuatan parit/saluran air disekitar pematang
  • Pemberian kompos ,pupuk kandang yang cukup
  • Mengurangi penggunaan Urea
  • Pemupukan berimbang dengan memperhatikan asupan hara P dan K
  • Penggunaan pupuk zink (ZNSO4) dengan dosis 0,5% yang disemprotkan ke daun.

Akhir kata,dari paparan diatas diharapkan kita dapat menyiasati datang musim hujan sebagai berkah dengan meminimalisir dampak buruk yang bisa timbul dan dapat mengurangi hasil panen.

Penulis:Efendy Manan

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: