MAKNA OKSIGEN PERTANIAN

Mengapa di sebut Oksigen Pertanian

Mungkin ada pertanyaan, mengapa blog ini dinamakan Oksigen Pertanian ?

Dalam bahasa filosofis, perlu uraian yang agak panjang, dan saya tak suka itu.

Tapi, saya ingin menjabarkan dalam bahasa sederhana saja.

Begini ceritanya,,,

Ketika sinar matahari jatuh ke bumi, kemudian cahayanya mengenai daun tanaman. Nah, daun-daun tanaman ini membutuhkan energi matahari untuk proses fotosintesis. Dari proses inilah tanaman mendapatkan bahan makanannya. Dan dialirkan ke seluruh bagian tanaman.

Dari hasil fotosintesis inilah, salah satu yang dikeluarkan oleh tanaman adalah O2 (oksigen). Jumlah yang dikeluarkan dari setiap daun dari hasil fotosintesis saya tidak tahu. Tapi pasti jumlahnya sangat banyak. Itu baru dari 1 daun,,,

Di dalam tanaman, ada puluhan, rutusan, ribuan bahkan ada yang jumlahnya sampai lebih dari ratusan ribu. Dari daun yang banyak itu, berapa jumlah O2  (oksigen ) yang dilepaskan oleh 1 tanaman ?

Bila saja, kita menanam 1 tanaman kemudian tumbuh subur dengan banyak daunnya, apa jadinya?

Secara tidak sadar, kita turut menghasilkan O2 (oksigen) buat bumi ini. Kita menghasilkan O2 (oksigen) buat makhluk lain. Kita menghasilkan sesuatu yang paling dahsyat di alam ini yaitu oksigen. Sebab makhluk hidup terutama hewan dan manusia, dalam hitungan detik akan mati bila kekurangan oksigen.

Menanam tanaman sama saja dengan menghasilkan oksigen. Menanam tanaman sama saja memberikan oksigen buat bumi ini. Dalam kontek menghasilkan dan memberi ini, ada jasa yang kita dapat. Jasa tsb adalah jasa kebaikan. Karena jasa kebaikan maka dengan ( ijin ALLAH SWT) akan ada pahalanya dari Sang Pencipta. Syaratnya, kita sadar dan ikhlas dalam menanamnya,,,,

Jadi, siapa saja yang menanam tanaman dengan sadar dan ikhlas, saya meyakini, setiap saat bila oksigen itu keluar dari daun (hasil fotosintesis). Maka akan menjadi pahala buat kita. Amin.

Bila ada insan yang menanam tanaman di rumah, di pekarangan, di kebun, di mana saja itu, yakinlah : akan ada pahala buat kita di dunia ini dan di akhirat kelak. Insya Allah.

Apalagi buat para petani yang menanam setiap musimnya, entah sudah berapa juta rumpun padi yang ditanamnya,,,,

Dari sinilah muncul kata Oksigen

Dunia Pertanian

Saya mebuat ilustrasi begini :

Bila ada seseorang yang kuliah kedokteran sampai selesai, kemudian mendapat gelar dokter.

Ketika ada seseorang yang kuliah akutansi sampai selesai, kemudian mendapat gelar akuntan.

Bila ada seseorang yang kuliah hukum sampai selesai, kemudian mendapat gelar sarjana hukum.  Dst dst

Ketika insan seperti saya ingin menjadi salah satu dari ke-3 gelar tsb, maka tidak bisa secara instan mendapat gelar tsb. Harus melalui sekolah formal. Harus ini, harus itu. Mau tidak mau harus melewati proses yang panjang.

Tapi, ketika ada dokter, akuntan, sarjana hukum, atau siapa saja yang mau menjadi ahli perrtani. Ada cara yang instan. Tanpa proses yang ribet,,,

Pak Jatika NOSC adalah sarjana perhotelan kemudian jadi ahli SRI organik,,,

Mas Efendy adalah sarjana jurnalistik kemudian ahli di bidang pertanian,,,,

Norman Uphoff  ( setahu saya )  adalah ahli filsafat kemudian jadi ahli di bidang pertanian SRI,,,,

Petani seperti Pak Ito, Pak Sutar, Pak Warsiyah, dll yang pendidikannya biasa saja, tapi bisa menjadi ahli dibidang pertanian.

Dan siapa saja dalam waktu singkat bisa saja menjadi ahli pertanian. Itulah adilnya dunia pertanian,,,

Gabungan dua kata

Jadi gabungan kata oksigen dan pertanian inilah blog ini dinamakan. Semoga bisa bermanfaat bagi insan lain. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: