KOMPOS RUMPUT LAUT

AYO BUAT KOMPOS DARI LIMBAH RUMPUT LAUT

Oleh : Efendy Manan

Jika kita mengingat rumput  laut pasti pikiran kita tertuju pada agar-agar. Ya, bahan penganan yang satu ini memang sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Rasanya yang kenyal dan bisa dibuat beraneka warna dan rasa membuatnya sangat disuka dari anak-anak hingga orang dewasa.

Tapi tahukah anda bahwa limbah industri pembuatan agar-agar menjadi  salah satu industri penyumbang polutan terbesar di negeri ini?

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2010 melalui PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) menyebutkan terdapat 152 perusahaan yang masuk daftar merah, dan salah satunya adalah Industri pengolahan rumput laut(KLH,2010).

Fenomena seperti ini bisa terjadi jika perusahaan tidak mengolah limbah yang dihasilkan dengan benar, dibiarkan menumpuk di suatu tempat tanpa dekomposisi yang benar dan akhirnya menimbulkan bau busuk, air lindinya pun dapat mengotori sumber air penduduk. Kejadian seperti ini pernah terjadi didaerah saya, sehingga menyebabkan protes warga yang berujung pada penutupan pabrik.

Tulisan ini pun terinspirasi oleh salah seorang pengusaha pupuk di daerah saya yang menampung limbah rumput laut dari PT. Satelit Sriti, diolah kembali dijadikan serbuk dan dijual lagi ke peternak sapi sebagai tambahan pakan konsentrat. Fakta dilapangan menyebutkan penambahan limbah rumput laut bisa menambah bobot sapi kereman lebih besar daripada tanpa diberi tambahan limbah rumput laut. Logikanya jika untuk pakan ternak limbah rumput laut sangat bagus,tentu juga sangat bagus jika digunakan sebagai bahan tambahan pembuatan kompos selain cocopeat dan kohe. Apalagi limbah rumput laut sangat murah hanya Rp.500,- per kg.

Kandungan rumput laut

Dalam laporan penelitian limbah rumput laut kering  mengandung  11,28% air, kadar abu 36,05%,kadar lemak 0,42%, kadar protein 1,86%, kadar serat kasar 9,86%, dan karbohidrat 41,43% (Harvey 2009). Selain itu juga mengandung vitamin-vitamin lengkap untuk metabolisme seperti A,B1,B2,B6,B12,C, betakaroten,fosfor,kalium,zat besi dan yodium. juga mengadung asam amino essensial yang lebih tinggi daripada yang ditetapkan FAO dan WHO. Penelitian CR Blatt dari Kanada melaporkan,pupuk rumput laut kaya unsur hara K,Ca,Mg,Mn, dan B. Tingginya unsur hara tanaman tersebut sangat bermanfaat bagi tanaman dan tanah. Sebut saja Mg  yang dibutuhkan tanaman sebagai penyusun klorofil. Ca mampu mengendalikan PH tanah yang masam.(Trubus,2006)

Pengalaman Bpk Soerianto Kusnowirjono di Jakarta Pusat yang membenamkan limbah rumput laut sebagai  media tanam di tabulampot Sawo manila miliknya, mampu menggenjot 3 x lipat potensi  buah yang semula 143 – 145 buah per pohon menjadi 431 buah! yang mencengangkan pohon sawonya tidak lebih tinggi dari manusia normal.. luar biasa bukan!

Cara mengolah limbah rumput laut

Sebenarnya limbah rumput laut tidaklah sulit didekomposisi sama seperti jerami ,kohe,serasah dll. yang diperlukan hanya media mikroba pengurai untuk mendegradasi serat selulosa menjadi zat yang bisa diserap tanaman. Bisa EM4,trichoderma,mol buah,mol bonggol dsb…Bahan limbah rumput laut akan hancur dalam  14 hari- 21 hari pengomposan. Untuk media tanam di lahan bisa dikombinasikan dengan cocopeat dan kompos kohe. perbandingan dapat 20% kompos limbah rumput laut, 30% cocopeat dan 50% kompos kohe Ini sejalan dengan penelitian Akhmad Kamaluddin Afif dari IPB yang menyatakan komposisi 20% limbah rumput laut memberikan pertumbuhan maksimal pada tanaman Pakcoy dibanding dengan 30% ( Akhmad Kamaluddin Afif, 2011)

Bukti lain “keperkasaan” limbah rumput laut adalah bahan ini sudah dikomersialisasikan menjadi pupuk organik tabur ber merk Plantagar oleh salah satu produsen pupuk di Jakarta. Jika di lingkungan anda banyak terdapat limbah rumput laut,tunggu apalagi,segera olah. Disamping bisa mengurangi kerusakan lingkungan juga bisa dijadikan alternatif pupuk murah meriah dan bisa dijadikan lahan bisnis..

Sumber:

1.Majalah Trubus edisi Februari 2006

2.Pemanfaatan Limbah Padat Proses Pengolahan Agar PT. Agarindo Bogatama sebagai Media Tanam  Hortikultura, Skripsi,IPB 2011

Iklan

MAKNA OKSIGEN PERTANIAN

Mengapa di sebut Oksigen Pertanian

Mungkin ada pertanyaan, mengapa blog ini dinamakan Oksigen Pertanian ?

Dalam bahasa filosofis, perlu uraian yang agak panjang, dan saya tak suka itu.

Tapi, saya ingin menjabarkan dalam bahasa sederhana saja.

Begini ceritanya,,,

Ketika sinar matahari jatuh ke bumi, kemudian cahayanya mengenai daun tanaman. Nah, daun-daun tanaman ini membutuhkan energi matahari untuk proses fotosintesis. Dari proses inilah tanaman mendapatkan bahan makanannya. Dan dialirkan ke seluruh bagian tanaman.

Dari hasil fotosintesis inilah, salah satu yang dikeluarkan oleh tanaman adalah O2 (oksigen). Jumlah yang dikeluarkan dari setiap daun dari hasil fotosintesis saya tidak tahu. Tapi pasti jumlahnya sangat banyak. Itu baru dari 1 daun,,,

Di dalam tanaman, ada puluhan, rutusan, ribuan bahkan ada yang jumlahnya sampai lebih dari ratusan ribu. Dari daun yang banyak itu, berapa jumlah O2  (oksigen ) yang dilepaskan oleh 1 tanaman ?

Bila saja, kita menanam 1 tanaman kemudian tumbuh subur dengan banyak daunnya, apa jadinya?

Secara tidak sadar, kita turut menghasilkan O2 (oksigen) buat bumi ini. Kita menghasilkan O2 (oksigen) buat makhluk lain. Kita menghasilkan sesuatu yang paling dahsyat di alam ini yaitu oksigen. Sebab makhluk hidup terutama hewan dan manusia, dalam hitungan detik akan mati bila kekurangan oksigen.

Menanam tanaman sama saja dengan menghasilkan oksigen. Menanam tanaman sama saja memberikan oksigen buat bumi ini. Dalam kontek menghasilkan dan memberi ini, ada jasa yang kita dapat. Jasa tsb adalah jasa kebaikan. Karena jasa kebaikan maka dengan ( ijin ALLAH SWT) akan ada pahalanya dari Sang Pencipta. Syaratnya, kita sadar dan ikhlas dalam menanamnya,,,,

Jadi, siapa saja yang menanam tanaman dengan sadar dan ikhlas, saya meyakini, setiap saat bila oksigen itu keluar dari daun (hasil fotosintesis). Maka akan menjadi pahala buat kita. Amin.

Bila ada insan yang menanam tanaman di rumah, di pekarangan, di kebun, di mana saja itu, yakinlah : akan ada pahala buat kita di dunia ini dan di akhirat kelak. Insya Allah.

Apalagi buat para petani yang menanam setiap musimnya, entah sudah berapa juta rumpun padi yang ditanamnya,,,,

Dari sinilah muncul kata Oksigen

Dunia Pertanian

Saya mebuat ilustrasi begini :

Bila ada seseorang yang kuliah kedokteran sampai selesai, kemudian mendapat gelar dokter.

Ketika ada seseorang yang kuliah akutansi sampai selesai, kemudian mendapat gelar akuntan.

Bila ada seseorang yang kuliah hukum sampai selesai, kemudian mendapat gelar sarjana hukum.  Dst dst

Ketika insan seperti saya ingin menjadi salah satu dari ke-3 gelar tsb, maka tidak bisa secara instan mendapat gelar tsb. Harus melalui sekolah formal. Harus ini, harus itu. Mau tidak mau harus melewati proses yang panjang.

Tapi, ketika ada dokter, akuntan, sarjana hukum, atau siapa saja yang mau menjadi ahli perrtani. Ada cara yang instan. Tanpa proses yang ribet,,,

Pak Jatika NOSC adalah sarjana perhotelan kemudian jadi ahli SRI organik,,,

Mas Efendy adalah sarjana jurnalistik kemudian ahli di bidang pertanian,,,,

Norman Uphoff  ( setahu saya )  adalah ahli filsafat kemudian jadi ahli di bidang pertanian SRI,,,,

Petani seperti Pak Ito, Pak Sutar, Pak Warsiyah, dll yang pendidikannya biasa saja, tapi bisa menjadi ahli dibidang pertanian.

Dan siapa saja dalam waktu singkat bisa saja menjadi ahli pertanian. Itulah adilnya dunia pertanian,,,

Gabungan dua kata

Jadi gabungan kata oksigen dan pertanian inilah blog ini dinamakan. Semoga bisa bermanfaat bagi insan lain. Amin.

MENGENAL HORMON SINTETIS

Setelah membaca budidaya padi berbulir banyak, ada hal yang dapat menimbulkan pertanyaan. Terutama dari kalangan yang tidak ingin ada bahan sintetis  masuk ke dalam tanaman, terutama penambahan ZPT/hormon.

Apalagi, pemberian ZPT/hormon tsb berulang-ulang kali. Dari tulisan tsb, pemberiannya sampai 6 kali penyemprotan.

Ada Pertanyaan

Dalam budidaya padi, kemudian ada penambahan zat tertentu seperti ZPT/hormon sintetis ke dalam tanaman. Kemudian terjadi perubahan/perkembangan tanaman yang lebih cepat dari biasanya.

Nah, disinilah pertanyaan muncul, apakah dengan adanya penambahan ZPT/hormon sintetis tidak membahayakan tubuh manusia ? mungkin ada pro dan kontra di areal ini.

Bila ada yang punya data/pendapat/saran/dll, silahkan beri komentarnya. Terima kasih.

BUDIDAYA PADI SUPER (2)

Untuk mambahas persoalan budidaya padi berbulir banyak ini, saya membaginya dalam 3 tahap persiapan cara budidayanya. Tapi, cara yang saya tulis ini dipakai untuk musim tanam padi di MT-1 dan bisa juga di MT-2.

Untuk di MT-3, ada beberapa poin yang berbeda. Semoga pada MT-3 nanti, ada penjelasannya.

Lahan yang Pak Sutopo garap sekitar 7.000 m2. Memang cara budidaya padi di tiap daerah agak berbeda bisa jadi lain cara penerapannya. Artinya, apa yang saya jelaskan merupakan  hasil sharing, tukar pikiran dan diskusi dengan Pak Sutopo, bisa jadi cocok di daerah tertentu. Tapi bisa juga tidak.

Tapi setidaknya, ada poin-poin pokok yang bisa dijadikan acuan untuk meningkatkan hasil panen kita.

Adapun 3 pokok tahapan tsb sbb :

Pertama, Tahap pengolahan tanah

Untuk tahap ini, saya menilai sawah di daerah/sawah Pak Sutopa termasuk sawah cukup sehat. Sebab sewaktu panen dipotong atas, kemudian jerami dimasukkan lagi ke hamparan sawah. Dan ini sudah berlangsung hampir 10 tahun. Dengan cara panen potong atas ,kemudian jerami dibalikkan lagi ke sawah maka cara ini membuat lahan pertanian jadi sehat.

Nah, bila hamparan sawah kita tidak demikian ( jerami tak dimasukkan lagi ke sawah ) maka pemberian pupuk kandang/kompos mutlak  diberikan. Pemberiannya minimal 2 ton per hektar. Sebab, padi yang akan kita tanam adalah padi berbulir banyak.

Bila ada pertanyaan : “Apakah harus jerami dibalikkan lagi ke sawah?”.

Jawaban saya:  “Sebaiknya demikian”.

Sebab dengan adanya jerami tsb maka proses pemupukan selanjutnya terutama buat pemupukan kimia yang diberikan pada fase vegetatif dan generative akan lebih mudah diserap oleh akar tanaman. Bila tidak, maka proses penyerap pupuk yang kita berikan tak maksimal diserap akar tanaman.

Selanjutnya, setelah pengolahan lahan sebaiknya diberikan MOL. Pak sutopo menggunakan MOL dari bonggol pisang. Penggunaan MOL/pupuk hayati dalam proses ini akan membuat tanah sawah akan lebih sehat.

Di dalam MOL/pupuk hayati banyak terkadung multi mikroba. Atau dalam bahasa Pak Purnomo petani Gombong Kebumen, di dalam MOL/pupuk hayati ada lelemet ( makhluk halus ). Makhluk yang tidak kelihatan oleh mata kita. Tapi dapat kita rasakan manfaatnya.

Setelah pemberrian MOL/pupuk hayati maka multi mikroba/lelemet ini akan bekerja giat untuk membuat tanah sehat. Tanah sehat adalah tanah yang ketika diberikan air irigasi atau ada air hujan maka tanah sawah tsb akan menyerap lebih banyak air.

Tanah sehat adalah ketika diberikan pupuk akan mudah masuk ke dalam sawah. Kemudian, pupuk ini bertahan agak lama di dalamnya. Selanjutnya mudah  diserap oleh akar tanaman.

Jadi, bila kita ingin budidaya  tanaman padi yang berbulir banyak  jangan lupakan jerami padi sisa panen. Jerami tsb sebaiknya dimasukan kembagi ke dalam sawah. Atau bila mau diberikan pupuk kompos yang cukup. Selanjutnya semprotkan MOL/pupuk hayati sewaktu pengolahan lahan sawah.

Kedua, Pemupukan di masa vegetative

Dalam tahap vegetative ini, Pak Sutopo membagi pemupukan ini ke dalam 2 cara/pola pemberian :

Cara 1 : pupuk disebar  beberapa hari setelah tanam ( hst )

5 hst – dosisnya  = 100 kg urea + 50 kg SP 36

15 hst – dosisnya = 50 kg urea + 50 SP36 dan 100 kg NPK ponska

30 hst – dosisnya  = 150 kg NPK ponska

Cara 2 : pupuk disemprotkan ke daun

10 hst – NPK mutiara dosis 6-7 sendok/tangki 14 liter

20 hst – NPK mutiara dosis 6-7 sendok/tangki 14 liter + pemberian ZPT ( yang mengandung auksin atau sitokinin ). Pak Sutopo menggunakan merk tertentu.

Proses penyemprotan dilakukan dari pagi hari sampai jam 8 pagi. Atau bila sore penyemprotan sebaiknya di atas jam 17 sore. Pernah, dia melakukan proses penyemprotan di pagi hari sampai jam 10.30. Hasilnya: sebagian tanaman padinya ada yang kering seperti terbakar.

Catatan : sebetulnya, pemberian pupuk NPK bisa diganti merk apa saja, asal komposisinya mendekati pupuk NPK mutiara (16 16 16 )  seperti NPK ponska ( 15 15 15 ). Tapi kalau memakai seperti NPK Kujang ( 30 6 8 ) atau pelangi ( 20 10 10 ) dosis pupuknya bisa dikurangi dari 6-7 sendok menjadi 3-4 sendok saja.

Kemudian dalam pemberian ZPT/hormon sintetis  ini bisa merk apa saja. Yang penting ada kandungan hormon auksin, sitokinin dan lain-lain.

Ketiga, Pemupukan di masa generative

Untuk tahap ini, pemupukan semuanya dilakukan dengan cara disemprotkan ke daun. Dalam tahap ini dilakukan setiap pekan. Cuma, sewaktu proses penyerbukan dan sebelum malai padi agak merunduk, penyemprotan dihentikan sementara.

Tahap Penyemprotan

1. 45 hst – dosisnya =  5 sendok KCL + 5 sendok pupuk ZK  +3 tutup merk zpt tertentu + 1/8 tablet GA3 + 1 tutup kecil fungsida merk tertentu ( untuk mencegah penyakit dan membuat bulir bernas ) + mikro7 1 sachet.

Untuk mengetahui, apakah tanaman telah memasuki fase generatif ada caranya. Ambil contoh 1 batang tanaman yang menurut kita telah memasuki fase tsb. Kemudian belah bagian tanamannya.

Bila ada calon malai, maka tanaman tsb telah memasuki fase generatif. Untuk padi genjah, sekitar umur 45-47  hst biasanya telah memasuki fase tsb ( ditanam umur 20 hss ). Untuk patokan, biasanya pada padi seperti ciherang akan memasuki masa generatif ada selisish 5-7 hari dari padi genjah.

2. 52 hst – dosisnya =  5 sendok KCL + 5 sendok pupuk ZK  + 3 tutup merk zpt tertentu + 1/8 tablet GA3 + mikro7  (1 sachet).

55-60 hst dihentikan sampai malai mulai merunduk

3. 65  hst – dosisnya =  5 sendok KCL + 5 sendok pupuk ZK  + 3 tutup merk zpt tertentu + 1/8 tablet GA + 1 tutup kecil fungsida merk tertentu ( untuk mencegah penyakit dan membuat bulir bernas ) + mikro7 1 sachet.

72 hst – dosisnya =  5 sendok KCL + 5 sendok pupuk ZK  +3 tutup merk zpt tertentu + 1/8 tablet GA  + mikro7 1 sachet

80 hst – dosisnya =  5 sendok KCL + 5 sendok pupuk ZK +3 tutup merk zpt tertentu + 1/8 tablet GA3 + mikro7 1 sachet

Dicoba dahulu

Setelah mengetahui cara tsb, sebaiknya jangan langsung membuat keputusan menanam dalam skala luas. Sebaiknya cukup pilih 1 petak sawah tidak luas.

Kemudian, amati perkembangannya. Bila hasilnya sesuai dengan keinginan kita. Terutama malai yang panjang dan bernas, maka penanam dalam jumlah banyak bisa dilakukan.

Dicoba dengan varietas biasa

Dengan pola tsb, bisa juga dicoba dengan varietas lain. Kemudian amati perkembangannya, terutama daun bendera dan malai padinya. Dengan perlakuan ini, Pak Sutopo pernah melihat daun bendera padi ciherang yang lebih panjang.

Dan intinya, bagi sebagian besar petani ingin ini : hasil panen lebih tinggi.

Nb : Terima kasih kepada Pak Sutopo. Semoga share ilmu ini akan berguna bagi semua pembaca.

PGPR PUTRI MALU

PGPR DARI AKAR PUTRI MALU

Oleh : Efendy Manan

Waktu saya kecil,saya sangat membenci tanaman yang satu ini jika sedang bermain layang-layang atau sepakbola di lapangan dekat balai desa.Ini karena duri-durinya yang tajam terasa nyeri  jika tidak sengaja terinjak kaki.Apalagi populasi tanaman ini begitu banyak sehingga mengganggu keasyikan saya bermain.Tanaman itu adalah Putri malu atau dikenal dengan nama latin Mimosa Pudica,merupakan tanaman perdu pendek suku polong-polongan yang berasal dari dataran Amerika Tropis.Tersebar di seluruh wilayah  Asia dan banyak menempati padang rumput,savana dan semak belukar dengan ketinggian 1-1200 m dpl.Namun apakah selama ini kita menyadari bahwa si putri malu memiliki banyak manfaat bagi petani?

Mikroba Akar Putri Malu

Jika kita perhatikan tumbuhan putri,ada fakta yang menarik yaitu pertama,putri malu sangat invasif terhadap tanaman lain dalam suatu ekosistem dimana dia hidup.Artinya,putri malu berkembang sangat cepat  melebihi  populasi tanaman lain.Kedua,putri malu tahan terhadap cekaman abiotik,bisa kita perhatikan dia lebih tahan terhadap kekurangan air daunnya pun selalu nampak hijau royo-royo disaat kemarau panjang sekalipun .Seandainya kita tebangpun putri malu akan cepat kembali survive.Dari fakta tersebut dapat kita maknai,pasti ada sesuatu yang luar biasa di area perakaran  sehingga mampu memberi “hidup” bagi si putri malu.

Jika menilik dari sukunya,tumbuhan putri malu termasuk saudara jauh dari kedelai,kacang tanah dan kacang hijau yang memiliki “pabrik pupuk” berupa bintil-bintil akar.Dalam bintil-bintil akar tersebut bermilyar-milyar konsorsium koloni mikroba bersimbiosis mutualisme  dengan akar putri malu.Dalam beberapa literatur jenis mikroba yang ada dalam rizosfer akar putri malu sbb:

Rhizobium:Adalah bakteri gram negatif aerob dalam suku Rizhobiaceae yang bersimbiosis dengan inang tertentu seperti pada tumbuhan suku leguminosa dan kacang-kacangan.Mikroba ini menginfeksi akar sehingga timbul bintil-bintil.Beberapa penelitian melaporkan rizhobium mampu menambat nitrogen,melarutkan fosfat dan kalium sekaligus.Sehingga karena faktor inilah tanaman putri malu begitu tangguh dan selalu nampak hijau walau dalam kondisi tanah yang kritis sekalipun.

Bacillus sp:Adalah jenis bakteri yang “numpang hidup” pada rizosfer akar.Salah satu manfaat bakteri ini adalah kemampuannya untuk melarutkan fosfat dan kalium serta menghasilkan zpt pemacu pertumbuhan tanaman,juga menekan perkembangan mikroba patogen.

Pseudomonas putida:Adalah salah satu strain Bakteri Pseudomonas sp  yang biasa menghuni rizosfer akar.Bukti ini dikuatkan oleh penelitian Ir.Yenny Wuryandari MP ketika menyampaikan disertasinya untuk memperoleh gelar doktor ilmu pertanian di UGM Yogyakarta yang menyebutkan Pseudomonas putida yang disolasi dari perakaran putri malu mampu menekan serangan penyakit layu bakteri yang disebabkan bakteri Ralstonia Solanacearum pada tembakau di Sumatera Utara.

Actinomycetes:Adalah bakteri yang dikenal memiliki kemampuan menghasilkan antibiotik terhadap beberapa jenis bakteri patogen tular tanah.Bakteri ini banyak hidup sekitar perakaran tumbuhan berakar serabut termasuk tumbuhan putri malu.Seperti yang dilaporkan dalam penelitian Rachdia cit hashim tahun 2003 tentang actinomycetes yang hidup dalam perakaran putri malu.

Cara perbanyakan PGPR Putri Malu:

Bahan-bahan yang disiapkan:

  1. Segenggam akar putri malu+tanah masukkan dalam 400 cc air mineral,diamkan 3 hari.
  2. Kedelai : 250 gram
  3. Gula pasir : 1 sendok makan
  4. Udang rebon : 1 sendok teh atau jika tidak ada bisa pake terasi 40 gram
  5. Air mineral : 1,5 liter

Cara pembuatan :

1.    Rebus semua bahan diatas selama 20 menit,dihitung dari pertama kali mendidih.

2.    Saring dan masukkan air rebusan kedalam wadah/jerigen yang steril

3.    Tunggu sampai dingin kurang lebih 24 jam.

4.    Masukkan air yang berisi inokulan PGPR dalam larutan media biak dan tutup rapat.

5.    Goyang-goyang media sesekali agar mikroba cepat berbiak.

6.    Buka tutup jerigen jika penuh dengan gas.

7.    PGPR jadi jika berbau harum khas tapai dan jerigen sudah tidak kembung lagi +- 7hari.

 

CARA APLIKASI :

1.   Bisa dikocor ke pangkal batang dengan dosis 10 cc/liter air.

2.   Sebagai aplikasi rendam benih lombok dll.dengan dosis seperti diatas.

3.   Interval pengocoran 1-2 minggu sekali.

4.   Bisa dikocor ke lahan sawah 3 hari sebelum benih ditanam

 

Selamat Mencoba

 

BUDIDAYA PADI SUPER

Sekarang ini, terus bermunculan padi-padi super dengan malai yang panjang. Malai panjang ini jelas berisi bulir-bulir gabah yang banyak pula. Kisaran bulirnya rata-rata di atas 300-350/malai. Padi-padi tsb antara lain : Padi Sertani, Padi Bunda, Padi Parikesit, Padi Sapurta, Padi B3, dan padi-padi lainnya.

Padi-padi jenis ini, jelas membuat masyarakat tani akan tergiur untuk  menanamnya. Hal ini karena jumlah bulir yang banyak di dalam malainya. Ada sebagian dari petani yang seakan berlomba tuk membeli sebagian dari jenis padi-padi  tsb.  Walaupun harga benih padi tsb dijual dengan harga yang mahal.

Setelah ditanam, sebagian besar kecewa dengan hasilnya. Mengapa? sebab mereka berfikir padi super tsb aka menghasilkan panen yang berlimpah dengan perlakuan yang sama dengan mereka tanam padi seperti ciherang.

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menuliskan bagaimana cara budidaya Mas Supangat yang menanam Padi Punda. Dengan cara tsb, padi bunda yang dihasilkan bisa dipanen sesuai potensi padi bunda.

Nah, kali ini saya akan menuliskan cara budidaya padi super yang dilakukan Pak Edi Sutopo, petani asal Ngawi Jawa Timur. Pak Sutopo, begitu sapaannya, akan bercerita tentang bagaimana cara budidaya padi B3 plus padi bunda.

Cara Budidayanya

Saya sempat berbincang dengan Pak Sotopo, mengenai cara budidaya padi super terutama padi B3. Saya tanyakan, ada sebagian petani yang kecewa dengan hasil padi super tsb. Kok tidak sesuai harapannya. Bisa jadi, cara budidaya padi super tsb diperlakukan sama dengan padi lainnya.

“secara logika, jelas beda. Padi jenis ini jelas membutuhkan perlakuan khusus. Harus ada nutrisi lebih,,,, ” kata Pak Sutopo

Dengan cara budidaya yang dilakukannya, padi B3 yang ditanam ada yang menghasilkan malai dengan jumlah bulir sebanyak 600. Dan hebatnya, jumlah gabah bernas mencapai 80 %.

Bagaimana cara budidayanya ? nanti akan saya jelaskan. Insya Allah. Bersambung,,,,,

APA ITU PGPR

MEMBUAT PGPR ALA PETANI NGANJUK

Oleh : Efendy Manan

Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan berbincang-bincang dengan seorang sahabat  petani . Beliau rupanya telah lama menerapkan tata kelola pertanian organik di Nganjuk yang merupakan salah satu sentra penghasil hortikultura utama di Jawa timur.

Nah,selain Pesnab dan kompos beliau juga memanfaatkan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) untuk memacu pertumbuhan dan memproteksi  tanamannya dari serangan mikroba patogen tular tanah. Bahan utamanya pun mudah dan melimpah di sekitar kita yaitu akar bambu sebagai sumber inokulum mikroba rizosfer. Namun uniknya,ada yang sedikit berbeda dalam meramu bahan PGPR…Dalam blog ini saya mencoba merangkum resep yang diberikan beliau.

Bahan- bahan :

A.MEDIA INOKULUM:

  1. 1 genggam akar bambu beserta tanah,masukkan dalam air mineral 400cc .biarkan selama 3 hr.simpan di tempat yang sejuk.

B.MEDIA PEMBIAKAN (SEBAGAI BABONAN)

1. Biji kedelai                      : 250 gram

2.Udang rebon                  : 1 sendok teh

3.Gula pasir                        : 1 sendok makan

4. Garam grosok               : 1 sendok makan

5. Air                                      : 1,5 liter

CARA PEMBUATAN :

1.Rebus semua bahan diatas selama 20 menit,dihitung dari pertama kali mendidih.

2.Saring dan masukkan air rebusan kedalam wadah/jerigen yang steril

3.Tunggu sampai dingin kurang lebih 24 jam.

4.Masukkan air yang berisi inokulan PGPR dalam larutan media biak dan tutup rapat.

5.Goyang-goyang media sesekali agar mikroba cepat berbiak.

6.Buka tutup jerigen jika penuh dengan gas.

7.PGPR jadi jika berbau harum khas tapai dan jerigen sudah tidak kembung lagi +- 7hari.

CARA APLIKASI :

1.Bisa dikocor ke pangkal batang dengan dosis 10 cc/liter air.

2.Sebagai aplikasi rendam benih lombok dll.dengan dosis seperti diatas.

3.Interval pengocoran 1-2 minggu sekali.

Selamat Mencoba.