MEMAHAMI ISI INSEKTISIDA

Pak Arsan merupakan salah petani yang memakai Furadan . Biasanya dia memakai 2 kg saja Furadan untuk sawahnya. Dia sudah memakai Furadan sejak beberapa tahun yang lalu untuk lahan pertaniannya.

Lain lagi dengan Pak Fulan, dia salah seorang THL di Banten. Belum lama, dia menjadi THL TBPP Deptan. Pernah dia tanya oleh petani binaanya, ” pak mantri, kalau untuk penyakit sundep yang efektif itu obatnya selain Spontan apa ya? sebab saya sudah pake spontan kayanya puas dengan hasilnya”.

Terus terang, si THL ini kalang kabut. Dipikirannya berkecamuk, sundep itu apa? spontan itu apa? hee. Untungnya saat itu dia ditemani oleh kawannya, maka sang kawan ini menjawab, ” bapak bisa pake insektisida upplaud atau Manuver”

Sewaktu kunjungan ke lapangan, PPL ditanya oleh petani yang sawahnya terserang WBC ( Wereng Batang Coklat ).  “Untuk hama wereng ini, obat yang cocok apa yang pak PPL?”
” bapak bisa pake APPLAUD atau bisa juga BASSA atau DAGGER ” jawabnya mantap.

Kalau kita perhatikan, insektisida-insektisida terdiri dari berbagai merk dagang. Tetapi yang akan saya fokuskan adalah ANGKA dan KODE yang ada di label insektisida tersebut. Angka ini biasanya dalam bentuk % atau gram dalam liter. Saya ambil contoh, Furadan 3G, Spontan 400 SL,APPLAUD 10 WP, AVIDOR 25WP, DAGGER 200 SL, Manuver 400 WSC / MANUVER 400 SL, Decis 2,5 EC dll.

Mari kita bahas lebih lanjut,

Furadan 3G.  Arti angka 3 tsb adalah banyaknya kandungan bahan aktif carbofuran sebesar 3 %. Dan arti G adalah Granula / butiran, biasanya berwarna ungu.

APPLAUD 10 WP, AVIDOR 25 WP, artinya 10 atau 25 itu adalah banyaknya kandungan bahan aktif. Untuk Applaud10 artinya kandungan bahan aktif Buprofezin 10%.  Untuk Avidor 25, kandungan bahan aktif imdakloprid ada 25%.  Sedangkan arti WP = Wettable Powder ( Tepung yang dapat disuspensikan atau dipastakan dalam air). Contoh lain : Fungsida Antrocol 70 WP, Confidor 5 WP

Manuver 400 WSC . Angka 400  itu adalah banyaknya kandungan bahan aktif dimehipo sebesar 400 g/l. Sedangkan arti WSC (Water Soluble Concentrate ) adalah Pekatan yang dapat larut dalam air

Spontan 400 SL, DAGGER 200 SL artinya 400 atau 200 itu adalah banyaknya kandungan bahan aktif. Untuk spontan bahan aktif dimehipo terdapat 400 g/l.  Dan arti SL (Soluble) adalah berbentuk larutan yang larut dalam air.

Decis 2,5 EC, artinya 2,5 itu adalah banyaknya kandungan bahan aktif Deltamethrin 25 g/l dan arti EC (Emulsifiable Concentrate) atau Berbentuk cairan pekat

Memang kita harus lebih giat memahami dan belajar  obat utuk hama dan penyakit ini. Sebab disinilah titik pusat kelemahan kita sebagai PPL. Oleh sebab itu bila ada PELATIHAN UNTUK PPL maka di titik inilah yang menjadi materi pelatihan. Walaupun pada satu sisi, ada PPL POPT tetapi sebagai PPL kita juga harus memahami titik ini.

Untuk lebih memahami apakah arti insektisida merupakan racun sistemik, kontak dan lambung. Silahkan baca disini

Iklan

INSEKTISIDA SPEKTRUM LUAS

Ada seorang petani yang saya temui memceritakan bahwa karena ingin membunuh wereng coklat, insektisida yang dipakai mempunyai spektrum luas dalam membunuh mahkluk hidup di persawahan. Dia tak cerita apa nama merk insektisida. Yang saya dengar dari mulutnya,” wah banyak yang mati, anak katak juga banyak yang gelimpangan,,,”

Setelah itu, saya jelaskan apa itu musuh alami. Dan setiap hama mempunyai musuh alami, demikian pula untuk hama wereng coklat. Dan petani inipun mulai sadar, apa manfaat musuh alami bagi ekosistem sawahnya. Dan saya ingin, dia bersahabat dengan musuh alami. Bagaimana caranya? biarkanlah anak katak dan katak-katak berkembang sebab katak bisa menjadi predator, biarkanlah laba-laba membuat sarang, biarkanlah capung-capung beterbangan, biarkanlah tanaman air dalam jumlah sedikit hidup di areal persawahan, kasih tahu anak-anak petani jangan membunuh anak katak untuk jadi umpan mancing belut, dll

Untuk membahas masalah insektisida, ada baiknya kita melihat ulasan yang menarik dari Mas Pray dari Gerbang Pertanian mengenai bahaya racun insektisida golongan piretroid,

” Insektisida Golongan piretroid sintetik merupakan bahan sintetik kimia dari racun yang terdapat dalam tanaman piretrum. Sampai saat ini golongan insektisida piretroid sintetik mempunyai jenis terbanyak. Mulai dari Deltametrin (Decis, Dellini), Betasiflutrin (Buldok, Betta), Lamdasihalotrin (Matador, Hamador), Alfasipermetrin (Fastac, Faster), Sipermetrin (Sidametrin, Cedrik) dll.

Dalam pemasaran pestisida piretroid sintetik juga mempunyai market share yang tertinggi. Berarti golongan insektisida ini sangat disukai petani, Kenapa demikian? Piretroid sintetik mempunyai spektrum yang luas mulai dari ulat, kupu, kumbang, kutu, belalang sampai dengan udang (yach udang) sehingga mudah masuk ke berbagai lini tanaman maupun lini hama. Piretroid sintetik juga mempunyai harga yang relatif murah sehingga sangat terjangkau oleh kantong petani. Selain itu yang sangat disukai petani dari piretroid sintetik adalah efek knokdown (jatuhnya hama setelah terkena pestisida) yang sangat cepat .

Selain mempunyai berbagai kelebihan ternyata piretroid sinetik juga mempunyai kelemahan. Racun pada Piretroid sintetik hanya bersifat kontak sehingga jika dalam aplikasi pestisida tidak mengenai hama dipastikan hama tersebut tidak mati. Kelemahan yang kedua dari piretroid sintetik adalah jika racun ini mengenai hama wereng di pertanaman padi akan mengakibatkan ledakan hama wereng tersebut.

Menurut pengalaman penulis dilapangan ketika petani mengendalikan hama wereng di tanaman padinya menggunakan insektisida yang berbahan aktif piretroid sintetik memang sesaat terlihat hama tersebut berkurang. Bahkan imago dari wereng terlihat berjatuhan ketanah. Namun beberapa hari setelah aplikasi insektisida tersebut hama wereng bukannya berkurang justru akan semakin bertambah banyak jumlahnya.

Dimungkinkan peristiwa ini terjadi disebabkan karena piretroid sintetik telah membunuh musuh alami dari wereng, sehingga hama tersebut berpotensi meledak populasinya. Ada juga dugaan bahwa insektisida piretroid sintetik bersifat memacu penetasan telur wereng dan memacu perkawinan wereng. Entah mana yang benar hal tersebut harus dibuktikan secara ilmiah.

Oleh karena itu pesan saya pada rekan-rekan petani janganlah anda menggunakan insektisida berbahan aktif piretroid sintetik kalau dipertanaman padi anda tidak ingin terjadi serangan hama wereng. Lalu pertanyaannya, apakan ciri-ciri insektisida yang berbahan aktif piretroid sintetik? Jawabnya adalah, baca tulisan bahan aktif pada kemasan insektisida yang mau anda beli jika pada akhiran katanya ada kosa kata “TRIN” (Deltametrin, Betasiflutrin, Alfasipermetrin, Lamdasihalotrin, Sipermetrin dll) berarti dijamin insektisida tersebut pasti golongan piretroid sintetik”

RACUN ALAMI TIKUS

Sewaktu saya melewati suatu areal persawahan, saya lihat bagian pinggir sawah sekelilingnya keluar malai. Tapi di bagian tengahnya terlihat pendek akibat diserang hama tikus.

Pada kejadian yang lain, saya pernah saksikan bibit padi yang berumur sekitar 8 hari dibuat areal bermain para tikus. Bibit yang dimakan terlihat sedikit, cuma yang rebah terlihat banyak. Dan banyak lagi kejadian yang disebabkan oleh hama tikus ini.

Untuk mengendalikan hama yang satu ini sudah banyak yang dilakukan, mulai dari memasang perangkap, pengasapan, pake racun tikus, dll.

Alhamdulillah di Bantul Jogjakarta, ada petani yang menemukan cara mudah untuk membasmi hama tikus ini. Nama petani ini adalah Pak Hartoyo. Hartoyo mengatakan, temuannya  adalah ramuan pengusir hama tikus dari singkong direbus yang dicampur dengan air kelapa. Jika tikus meminumnya, dia akan kehilangan nafsu makannya dan beberapa hari kemudian tikus akan mati. http://nasional.kompas.com/read/2008/12/07/19050693/Petani.Bantul.Ciptakan.Ramuan.Alami.Pengusir.Hama

Bagaimana Pak Hartoyo menemukan ramuan ini? awalnya percobaan ini dimulai dengan sembilan temannya dari pelatihan yang diberikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bantul. Kemudian, mereka kombinasikan dengan banyak membaca buku-buku yang terkait. Alat-alat dan ramuan yang ditemukan berlaku untuk pengendalian hama untuk jenis apapun.

Dengan resep yang sederhana ini, kita pun dapat mencobanya. Dan semoga tikus-tikus yang menyerang tanaman padi dan tikus-tikus yang ada di rumah kita dapat kita kendalikan. Saya pribadi sudah mencobanya, ingin saya lihat tikus-tikus yang ada di dalam rumah dalam 1 pekan ini. Kalau berkurang maka racun tikus ini saya mudah dibuat dan ramah lingkungan.

Terima kasih Pak Hartoyo, semoga penemuan-penemuan yang bernilai kebaikkan akan dibalas dengan pahala yang banyak. Amin

Catatan : menurut saya, kalau bisa singkong karet, singkongnya nga perlu dikupas, ambil bagian ujung (bawah atau atas) yang agak berwarna kebiruan.

OBAT WALANG SANGIT

Ada resep yang bagus, murah meriah dan gampang digunakan untuk mengusir hama walang sangit atau kungkang. Saya ambil dari tulisan Mas Isroi. Dan ini bisa kita jadikan insektisida alami.

Resep 1

Bahan: Kluwek/Picung (Pagium edule).
Bahan aktif yang ada di dalam buah kluwek: palmitic acid, oleic acid, dan linoleic acid.

Cara Pembuatan:

  1. Ambil buah kluwek dan pecahkan kulitnya.
  2. Ambil isi buah kluwek dan rendam dalam satu gelas air selama 24 jam. Buah dihancurkan agar tercampur merata dengan air.
  3. Saring air rendaman dan encerkan dengan sepuluh liter air. Aduk hingga tercampur merata.
  4. Semprotkan ke lahan

Resep 2

Bahan: Daun Sirsak (Annona muricata) dan Daun Tembakau (Nicotiana batacum)
Cara Pembuatan:

  1. Ambil 50 lembar daun sirsak dan 1 ons tembakau.
  2. Dilumatkan bersama-sama
  3. Rendam dengan satu liter air selama 24 jam
  4. Air rendaman diperas dan disaring, kemudian dilarutkan hingga volumenya kurang lebih 30 liter.
  5. Semprotkan ke lahan.

HAMA KEONG MAS

Bila diajukan pertanyaan, apakah keong mas adalah hama? Bisa jadi sebagian dari kita akan menjawab : “Tentu hama dong”.

Jawaban dari saya, “Belum tentu”. Kok bisa begitu? Bila pertnyaan itu kita berikan pada petani tanaman padi maka jawabnya pasti hama. Tapi bila pertanyaan tsb kita ajukan kepada pemilik bebek atau tukang sate keong, maka jawabnya lain, keong adalah berkah bagi mereka. Sebab dari keonglah pemilik bebek mendapat sumber protein murah sehingga bebeknya menghasilkan telor yang besar. Sebab dari keonglah, tukang sate keong bisa menghasilkan uang.

Sekarang saya akan membahas keong sebagai hama bagi para petani. Pada musim kali ini, keong mas terlihat banyak di sawah milik petani.

” kok bibit belum ditanam pak? tanya saya pada salah satu petani

” wah keongnya lagi banyak mas Nurman”

” dari berapa hari disemai?”

” dah 16 hari, tunggu besar dikitlah. Sekarang lagi sibuk ambilin keong”

Terlihat petani ini menyebar banyak daun dan batang talas di pinggir-pinggir galangan sawah.

Ada juga  petani yang sudah tanam ke-2 atau ke-3 sebab bibit yang baru berumur 3-5 hst habis dimakan keong dalam semalam. Belum lagi, ada istri petani atau petaninya sendiri yang kena pecahan kulit keong mas sehinga dalam beberapa hari tak bisa ke sawah. Begitu banyak derita dari koeng bila mau diceritakan,,,

Untuk keong mas ini, saya punya pengalaman di rumah. Beberapa tahun yang lalu saya membawa sekitar 40an koeng mas. Ada yang besar, sedang dan ada yang seukuran jempol. Keong-keong tsb saya letakkan ke dalam 3 bak besar dengan diameter 60 cm secara merata.

Hari pertama-ketiga keong2 belum bertelur, tapi saya lihat keong-keong saling menempel tuk kawin. Menjelang hari ke-5/6 sudah ada beberapa telur di ke-3 bak tsb. Satu atau dua hari kemudian, jumlah telur makin banyak. Begitu seterusnya,,,

Saya lihat kemampuan keong mas untuk bertelur hampir setiap pekan. Kadang saya amati pada malam hari (pake senter), saat keong mas sedang mengeluarkan telurnya. Begitu tekun sang keong mengeluarkan satu persatu telurnya melalui sulurnya untuk ditempelkan pada dinding bak.

Ukuran telur keong bermacam-macam, ada yang kecil, sedang dan besar. Biasanya ukuran telur keong tergantung ukuran tubuhnya.

Mengapa Keong Mas sulit dikendalikan?

Pertama, Binatang ini hemaprodit ( berkelamin dua ).

Coba ambil sembarang 5 ekor keong ( besar dan sedang) kemudian masukan kedalam ember sedang. Misal bila ke-5 keong tsb adalah jantan maka sebagian dari mereka akan menyesuaikan diri dengan menjadi betina atau sebaliknya. Jadi dengan kemampuan in, keong mas sullit dikendalikan.

Pada sisi lain keong jadi hama tapi pada seseorang yang ingin membudidayakan keong mas merupakan keuntungan.

Kedua, seperti pada cerita di atas, keong mas sangat cepat bertelur dan cepat pula telur tsb  menetas.

Dari pengalaman dan literatur di mbah google saya dapatkan keong mas dapat bertelur sepekan sekali. Dan telur tsb menetas sekitar 7-10 hari. Jadi sungguh cepat perkembangannya.

Ketiga, telur keong mas tak punya musuh alami.

Ini yang saya lihat dan saksikan. Saya juga beberapa kali bertanya pada petani,” pernah lihat nga pak telur keong mas dimakan binatang lain?”. Jawaban petani hampir sama : “tidak”.

Keempat, keong mas punya kemampuan hidup lama dalam lumpur

Kelima, dll

Pengendalian Keong Mas

Menurut pemahaman saya, urutan untuk mengendalikan keong mas adalah sbb

Pertama, ambil atau pecahkan telur keong mas

Selama ini petani kita baru sibuk dan putus asa begitu ribuan bahkan lebih keong mas ukuran kecil memakan bibit yang ada dipersemaian atau bibit muda yang baru beberapa hari ditanam.

Kenapa tidak diambil telur keongnya? coba kumpul dengan para petani disatu hamparan. Buat kesepakatan : cari bareng-bareng telur keong mas.

Atau bisa juga : Ambil kantong  plastik bening ukuran 2 kg, panggil anak-anak. Kasih duit 2.000- 5.000 bila dapat 1  kantong penuh plastik ukuran 2 kg tadi. Anak-anak yang biasa main di sawah pasti senang.

Bila ada 10-16 kantong saja yang terisi penuh dalam 1 hamparan petani baru mengeluarkan 50 ribu. Uang segitu hampir sama dengan harga obat kimia untuk membasmi keong. Wlau kadang kala tak efektif karena beberapa faktor. Tapi kalau 10-16 kantong yang berisi telur keong terangkut dari sawah pasti puluhan ribuan sampai puluhan ribu bahkan bisa sampai ratusan ribu calon keong akan mati !!!

Kita sebagai petani senang dan anak-anak pun senang. Jadi sama-sama untung. Coba kalau pake obat kimia banyak kerugiannya. Pertama, belum tentu efektif. Kedua, cangkang keong masih ada yang kadang bisa melukai petani dan anggota keluarganya. Ketiga, obat keong bisa membunuh predator/musuh alami yang menguntungkan petani, apalagi memakai bahan aktif yang berspektrum luas. Keempat, harganya mahal. Kelima, insektisida untuk keong kalau kita telusuri ternyata bahan aktifnya impor dari luar negeri atau bisa jadi yang punya produk tsb adalah orang luar negeri. Jadis sama saja kita memberi makan orang luar, mending kita kasih hiburan anak-anak dilingkungan kita, Keenam,  dll.

Kedua, Bila cara pertama sudah kita lakukan, keong mas banyak ( yang pastinya jauh berkurang)

Maka sewaktu melakukan persemaian atau penanaman, buatlah parit-parti kecil di sekitar sawah. Tujuannya agak keong berkumpul dan memudahkan kita mengambilnya.  Di sini  pun  kita bisa melibatkan anak-anak kembali. Kali ini pakai plastik yang ukuran 10 kg. Bila terisi penuh kasih 2.000-5 .000 perak.

Ketiga, Memberikan daun-daun yang disukai keong, bisa daun singkong, pepeya, talas, dll. Dedaunan tsb untuk menarik keong berkumpul. Setelah berkumpul baru keong tsb kita ambil.

Keempat, bila kita punya bebek atau orang lain. Maka pelepasan bebek dapat dilakukan. Kita untung dan peternak bebek untung.

Bila keempat sudah kita urutkan pengendaliannya maka hama keong dapat kita kendalikan.  Atau kalau mau kita obat, pakailah bahan-bahan alami untuk membunuhnya.

Di lapangan kehidupan sawah, petani kita punya perilaku yang “unik”. Apa itu ? telur-telur keong dibiarkan bergerombol begitu saja. Di sisa batang habis panen, di kayu, di bambu, di tembok, di rumput dll. Setelah banyak keong baru kaget. Setelah lahan pembibitannya digerogoti keong baru kaget. Setelah bibit yang kita tanam baru 3-6 hari habis dimakan keong baru kaget. dst-dst

Setelah itu, baru pontang-panting cari keong satu-satu atau pake obat kimia yang  mahal harganyha dan merusak lingkungan serta punya orang asing lagi.

Tetapi belum terlambat, mari kita cari telur-telur koeng dan musnahkan. Atau bisa juga telur koeng tsb sebagai pengganti telur ayam kemudian dibuat peyek ikan teri,,,

BENIH YANG BISA DISELAMATKAN

Pada tulisan saya kali ini akan  kita ketahui dan kita hitung berapa selisih benih berlebihan yang dipakai oleh setiap petani. Bila kita asumsikan, ada 1.000.000 petani padi di indonesia yang menyebar benihnya tak sesuai anjuran, misalkan kelebihan rata-rata 5 kg saja. Maka potensi kerugian tersebut sekitar 5.000.000 kg atau 5.000 ton GKG ( Gabah Kering Giling ). Sebab benih yang dipakai dalam keadaan kering.

Berdasarkan data Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumbar bersama Kontak Tani Nelayan Indonesia (KTNA) Sumbar mengadakan di­s­kusi bertema Revitalisasi Budaya Pertanian Berbasis Lokal untuk Kesejahteraan Masyarakat di Sumatera Barat. Ketua SPI Sumbar, Sukardi Bendang menyebutkan, jumlah petani miskin di Indonesia mencapai 27 juta jiwa.
Kalau benar ada 27 juta petani tersebut maka potensi kerugian negara ini lebih besar lagi, sekitar 135.000 ton/musim. Bila dalam 1 tahun 2 kali tanam maka potensi kerugian 270.000 ton per tahun.

Tetapi ada cara lain menghitung potensi kerugian petani di indonesia dengan menghitung luas sawahnya. Berdasarkan data BPS 2011, luas sawah di Indonesia 7,7 juta ha. Sesuai anjuran dari pemerintah, kebutuhan benih 25 kg per hektar. Itupun menurut hitungan saya sudah tinggi, angka idealnya paling banyak 20 kg. Tetapi di lapangan akan lain, para petani memakai benih bisa 30-50 kg per hektar. Andaikan ada selisih 15 kg per hektar saja maka dengan luasan 7.700.000 hektar sawah di Indonesia maka potensi kerugian yang diderita bangsa ini mencapai 115.500.000 kg atau 115.500 ton per musim. Bila dalam 1 musim ada 2 kali tanam maka potensi kerugian mencapai 231.000 ton per tahun. Ini belum dihitung sawah darat dan sawah rawa. Angka tersebut mungkin mendekati angka 270.000 ton benih padi GKG.

Bila harga per oktober 2011 harga padi GKG mencapai 4.000 per kg maka dengan 270.000.000 kg benih yang berlebih itu didapatkan angka Rp. 1.080.000.000.000 rupiah. Atau 1,080 triliyun. Sejumlah nilai yang amat sangat besar,,,

Sebetulnya, dengan penambahan para penyuluh yang digaungkan kementan “setiap satu 1 desa 1 penyuluh” akan dapat meredam atau mengurangi potensi kerugian ini. Dan gaji untuk para penyuluh saya rasa tak begitu berarti dibandingkan dengan hilangnnya uang rakyat petani kita secara tak sadar,,,

CIRI-CIRI BENIH BERMUTU

Ketika ada petani ditanya mengenai benih unggul maka salah satu jawabannya adalah “tumbuhnya bagus”. Apakah itu betul ?

Sebelum saya menjawabnya, harus kita bedakan dulu arti benih unggul dan bibit unggul. Saya akan jelaskan beda benih dan bibit.

Padi disebut benih bila masih dalam bentuk gabah, sedangkan bibit adalah gabah yang telah tumbuh, bisa di areal persemaian atau di tempat lainnya seperti di tanam di besek, di ember dll

Jadi untuk Benih Unggul di sini, kita melihat dari segi gabahnya. Jadi Ciri-ciri benih bermutu adalah pertama, benih tersebut diketahui varietasnya dan bersertifikat atau berlabel. Kedua, tingkat kemurniannya mencapai 98%. Ketiga, Daya tumbuhnya di atas 80%. Keempat, bernas dan seragam. Kelima, Potensi hasilnya tinggi. Keenam, sehat artinya bebas dari infeksi jamur dan bersih dari hama . dll

Sehingga apabila benih bermutu tsb ditanam akan menghasilkan bibit bermutu dengan ciri-ciri sebagai berikut :
• Pertumbuhan bebit seragam.
• Menghasilkan bibit yang sehat dengan akar yang banyak.
• Ketika bibit dipindah, tumbuh lebih cepat, kokoh dan menghijau
• Tahan hama dan penyaakit
• Produktivitas tinggi, sehingga meningkatkan pendapatan petani.
• dll

Dengan pemahaman ini, maka dapat kita bedakan istilah benih unggul dan bibit unggul. Semoga,,,