POTENSI KEHILANGAN BENIH NASIONAL

POTENSI KEHILANGAN BENIH NASIONAL
Admin: Oksigen Pertanian ( THL TBPP DEPTAN )

Pada tulisan ini dapat kita ketahui dan kita hitung berapa selisih benih berlebihan yang dipakai oleh setiap petani. Bila kita asumsikan, ada 1.000.000 petani padi di indonesia yang menyebar benihnya tak sesuai anjuran, misalkan kelebihan rata-rata 5 kg saja. Maka potensi kerugian tersebut sekitar 5.000.000 kg atau 5.000 ton GKG ( Gabah Kering Giling ). Sebab benih yang dipakai dalam keadaan kering.

Berdasarkan data Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumbar bersama Kontak Tani Nelayan Indonesia (KTNA) Sumbar mengadakan di­s­kusi bertema Revitalisasi Budaya Pertanian Berbasis Lokal untuk Kesejahteraan Masyarakat di Sumatera Barat. Ketua SPI Sumbar, Sukardi Bendang menyebutkan, jumlah petani miskin di Indonesia mencapai 27 juta jiwa.
Kalau benar ada 27 juta petani tersebut maka potensi kerugian negara ini lebih besar lagi, sekitar 135.000 ton/musim. Bila dalam 1 tahun 2 kali tanam maka potensi kerugian 270.000 ton per tahun.

Tetapi ada cara lain menghitung potensi kerugian petani di indonesia dengan menghitung luas sawahnya. Berdasarkan data BPS 2011, luas sawah di Indonesia 7,7 juta ha. Sesuai anjuran dari pemerintah, kebutuhan benih 25 kg per hektar. Itupun menurut hitungan saya sudah tinggi, angka idealnya paling banyak 20 kg. Tetapi di lapangan akan lain, para petani memakai benih bisa 30-50 kg per hektar. Andaikan ada selisih 15 kg per hektar saja maka dengan luasan 7.700.000 hektar sawah di Indonesia maka potensi kerugian yang diderita bangsa ini mencapai 115.500.000 kg atau 115.500 ton per musim. Bila dalam 1 musim ada 2 kali tanam maka potensi kerugian mencapai 231.000 ton per tahun. Ini belum dihitung sawah darat dan sawah rawa. Angka tersebut mungkin mendekati angka 270.000 ton benih padi GKG.

Bila harga per oktober 2011 harga padi GKG mencapai 4.000 per kg maka dengan 270.000.000 kg benih yang berlebih itu didapatkan angka Rp. 1.080.000.000.000 rupiah. Atau 1,080 triliyun. Sejumlah nilai yang amat sangat besar,,,

Sebetulnya, dengan penambahan para penyuluh yang digaungkan kementan “setiap satu 1 desa 1 penyuluh” akan dapat meredam atau mengurangi potensi kerugian ini. Dan gaji untuk para penyuluh saya rasa tak begitu berarti dibandingkan dengan hilangnnya uang rakyat petani kita secara tak sadar,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: