KOMPOS RUMPUT LAUT

AYO BUAT KOMPOS DARI LIMBAH RUMPUT LAUT

Oleh : Efendy Manan

Jika kita mengingat rumput  laut pasti pikiran kita tertuju pada agar-agar. Ya, bahan penganan yang satu ini memang sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Rasanya yang kenyal dan bisa dibuat beraneka warna dan rasa membuatnya sangat disuka dari anak-anak hingga orang dewasa.

Tapi tahukah anda bahwa limbah industri pembuatan agar-agar menjadi  salah satu industri penyumbang polutan terbesar di negeri ini?

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2010 melalui PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) menyebutkan terdapat 152 perusahaan yang masuk daftar merah, dan salah satunya adalah Industri pengolahan rumput laut(KLH,2010).

Fenomena seperti ini bisa terjadi jika perusahaan tidak mengolah limbah yang dihasilkan dengan benar, dibiarkan menumpuk di suatu tempat tanpa dekomposisi yang benar dan akhirnya menimbulkan bau busuk, air lindinya pun dapat mengotori sumber air penduduk. Kejadian seperti ini pernah terjadi didaerah saya, sehingga menyebabkan protes warga yang berujung pada penutupan pabrik.

Tulisan ini pun terinspirasi oleh salah seorang pengusaha pupuk di daerah saya yang menampung limbah rumput laut dari PT. Satelit Sriti, diolah kembali dijadikan serbuk dan dijual lagi ke peternak sapi sebagai tambahan pakan konsentrat. Fakta dilapangan menyebutkan penambahan limbah rumput laut bisa menambah bobot sapi kereman lebih besar daripada tanpa diberi tambahan limbah rumput laut. Logikanya jika untuk pakan ternak limbah rumput laut sangat bagus,tentu juga sangat bagus jika digunakan sebagai bahan tambahan pembuatan kompos selain cocopeat dan kohe. Apalagi limbah rumput laut sangat murah hanya Rp.500,- per kg.

Kandungan rumput laut

Dalam laporan penelitian limbah rumput laut kering  mengandung  11,28% air, kadar abu 36,05%,kadar lemak 0,42%, kadar protein 1,86%, kadar serat kasar 9,86%, dan karbohidrat 41,43% (Harvey 2009). Selain itu juga mengandung vitamin-vitamin lengkap untuk metabolisme seperti A,B1,B2,B6,B12,C, betakaroten,fosfor,kalium,zat besi dan yodium. juga mengadung asam amino essensial yang lebih tinggi daripada yang ditetapkan FAO dan WHO. Penelitian CR Blatt dari Kanada melaporkan,pupuk rumput laut kaya unsur hara K,Ca,Mg,Mn, dan B. Tingginya unsur hara tanaman tersebut sangat bermanfaat bagi tanaman dan tanah. Sebut saja Mg  yang dibutuhkan tanaman sebagai penyusun klorofil. Ca mampu mengendalikan PH tanah yang masam.(Trubus,2006)

Pengalaman Bpk Soerianto Kusnowirjono di Jakarta Pusat yang membenamkan limbah rumput laut sebagai  media tanam di tabulampot Sawo manila miliknya, mampu menggenjot 3 x lipat potensi  buah yang semula 143 – 145 buah per pohon menjadi 431 buah! yang mencengangkan pohon sawonya tidak lebih tinggi dari manusia normal.. luar biasa bukan!

Cara mengolah limbah rumput laut

Sebenarnya limbah rumput laut tidaklah sulit didekomposisi sama seperti jerami ,kohe,serasah dll. yang diperlukan hanya media mikroba pengurai untuk mendegradasi serat selulosa menjadi zat yang bisa diserap tanaman. Bisa EM4,trichoderma,mol buah,mol bonggol dsb…Bahan limbah rumput laut akan hancur dalam  14 hari- 21 hari pengomposan. Untuk media tanam di lahan bisa dikombinasikan dengan cocopeat dan kompos kohe. perbandingan dapat 20% kompos limbah rumput laut, 30% cocopeat dan 50% kompos kohe Ini sejalan dengan penelitian Akhmad Kamaluddin Afif dari IPB yang menyatakan komposisi 20% limbah rumput laut memberikan pertumbuhan maksimal pada tanaman Pakcoy dibanding dengan 30% ( Akhmad Kamaluddin Afif, 2011)

Bukti lain “keperkasaan” limbah rumput laut adalah bahan ini sudah dikomersialisasikan menjadi pupuk organik tabur ber merk Plantagar oleh salah satu produsen pupuk di Jakarta. Jika di lingkungan anda banyak terdapat limbah rumput laut,tunggu apalagi,segera olah. Disamping bisa mengurangi kerusakan lingkungan juga bisa dijadikan alternatif pupuk murah meriah dan bisa dijadikan lahan bisnis..

Sumber:

1.Majalah Trubus edisi Februari 2006

2.Pemanfaatan Limbah Padat Proses Pengolahan Agar PT. Agarindo Bogatama sebagai Media Tanam  Hortikultura, Skripsi,IPB 2011

DECOMPOSER BUAT JERAMI PADI

TIPS MEMBUAT DECOMPOSER  JERAMI

Oleh Efendy manan

Sebagai petani,setelah ritual panen kita sering dipusingkan dengan yang namanya jerami.Ada sebagian petani yang langsung membakar jerami miliknya, dijual ke pengepul jerami untuk pakan ternak,ditumpuk begitu saja  dll. Intinya Jerami dianggap sampah yang dibenci dan lebih baik dimusnahkan.

Pernah saya  bertandang ke teman petani yang menjual jeraminya.Setelah saya terangkan kegunaan jerami,beliau malah beralasan tidak ada waktu, repot, jadi sarang tikus dan mengurangi luas areal sawah karena jerami ditumpuk!!!.

Ironis memang  jika melihat begitu besar manfaat jerami bagi sawah kita. Pernahkah kita melihat tanaman padi kita yang tumbuh lebih subur disekeliling tumpukan jerami???

Kejadian tersebut diatas memang menjadi masalah jika tidak ditangani dengan baik .Cara terbaik untuk mengolah jerami yaitu dengan memanfaatkan jasa Mikroba pengurai atau yang lebih keren disebut DECOMPOSER. Saya akan memberikan sedikit pengalaman bagaimana membuat decomposer dengan mudah, murah dan berdaya guna yaitu membuat MOL. Ada beberapa  jenis  MOL yang bisa dibuat dengan bahan yang murah meriah sbb:

1.MOL  RUMEN SAPI.

Rumen adalah bagian pencernaan sapi,didalamnya terdapat bermilyar2  bakteri  lactobacillus yang tugasnya mengurai sellulosa. Diperoleh di RPH secara gratis. Caranya sebagai berikut:

1.Rumen sapi yang masih segar dari RPH  1kg,peras dan ambil airnya saja.

2.Air kelapa 2 liter.

3.Air cucian beras 2 liter.

4.Gula kelapa/aren  250 gram.

Semua bahan diatas dicampur dan dimasukkan di wadah tertutup anaerob selama 14 hari. MOL akan jadi jika berbau harum.diaplikasikan dengan dosis 250 cc per tangki.

2.MOL  TAPE.

Tape singkong  atau peuyem mudah dijumpai disekitar kita,baik di pasar tradisional maupun dijajakan keliling.Bahan ini pun bisa kita jadikan decomposer. Sbb:

1.Tape singkong  500 gram

2.Air kelapa 3 liter

3.Air  cucian beras 2 liter

4.Gula kelapa/aren 250gram

Cara membuat: masukkan semua bahan tadi ke dalam jerigen tapi JANGAN ditutup rapat.Fermentasi dinilai berhasil jika dalam 7 hari ditandai dengan aroma alcohol yang menyengat.Semprot ke jerami  dengan dosis 250 cc per tangki.

NB:KEDUA MOL DIATAS BISA DICAMPUR PADA SAAT APLIKASI DENGAN PERBANDINGAN 1:1  DOSIS 1 GELAS /250 CC PER TANGKI.

Semoga bermanfaat…

APA ITU PUPUK ZA

MNEGENAL PUPUK ZA

Ayo kita membahas ap itu pupuk ZA ? apa kandungan pupuk ZA ? Apa kegunaan pupuk ZA bagi tanaman terutama pada tanaman padi.

Pupuk ZA : Adik Pupuk Urea

Pupuk ZA dikenal dengan sebutan pupuk Amonium Sulfat. Pupuk ZA ini mengandung 21 % hara makro N dan 24 % sulfur. Dengan melihat kandungan hara makronya maka pupuk ini dikatagorikan dalam pupuk tunggal.

Pupuk ZA, dengan melihat hara makro N nya bisa dikatakan “adik’ dari pupuk Urea. Kalau pupuk ZA hara makro N nya 21 % sedangkan pupuk Urea sekitar 46 % hara N.

Rumus Kimia Pupuk ZA

Nama lain dari pupuk ZA adalah Amonium Sulfat. Rumus kimia Amonium Sulfat adalah (NH4)2SO4. Kelebihan pupuk ini adalah terdapat kandungan sulfur di dalamnya. Bahkan kandungan sulfur lebih besar dari hara N. Dengan adanya unsur sulfur, pemakain pupuk ZA, sangat baik diberikan pada awal tanam.

” tapi Mas Nurman, mending pake pupuk urea, 2 atau 3 hari tanaman dah kelihatan hijaunya. Kalau pake ZA bisa 6-7 hari baru kelihatan hijau”

” betul pak, tapi di pupuk ZA terdapat unsur lain (pupuk lain). Tanaman akan tumbuh lebih bagus perkembangannya. Lebih stabil daya serap tanaman”

Artinya bila pakai pupuk ZA, daya serap tanaman akan lebih lama,sehingga hijau daun bertahan lebih lama bila dibandingkan urea.

Pembicaan berlanjut,,,

” ada lagi kelebihan pupuk ini, Mas Nurman?”

” iya pak, belerang dalam pupuk ZA sangat membantu perkembangan pucuk, akar dan anakan. Dan yang lebih penting hal ini,,, “

” teruskan, mas”

” bila sawah bapak kekurangan unsur belerang maka umur tanaman padi bapak akan lebih lama”

Dengan demikian, saya lebih suka mengatakan dan menyarankan kepada petani : gunakan pupuk ZA untuk pemupukan awal tanam. Dengan alasan di atas.

Pemahaman Pupuk

Dalam  berbagai kesempatan berinteraksi dengan petani, saya selalu memberikan pemahaman bahwa pupuk bagi tanaman seperti makanan bagi perkembangan anak kecil.

Supaya pertumbuhannya bagus, anak kecil harus makan minimal Nasi, Sayur Mayur dan Lauk Pauk. Nasi bagi tanaman adalah pupuk Urea/ZA, sayur mayur ( Fosfat :SP36/TS ) dan Lauk Pauk ( Kalium :KCL/ZK).

Bagaimana kalau anak kecil makan nasi saja dalam hidupnya? apakah dia akan tumbuh dengan sempurna?

Demikian pula, bila tanaman padi diberikan urea saja? apakah akan tumbuh sempurna? jelas tidak. Oleh sebab itu, pemerintah meracik pupuk majemuk/lengkap. Seperti : NPK Kujang, NPK Ponska, NPK pelangi dll. Supaya tanaman tumbuh sempurna dan menghasilkan hasil bagus.

Pupuk ZA sebagai Subsitusi Urea

Dengan pemahaman di atas, bila tak ada pupuk urea maka pupuk ZA bisa dijadikan penggantinya.

Saya pernah bertanya sama penjual pupuk bersubsidi, “apakah pupuk urea ada?”

” kosong, mas”

” kalau pupuk ZA ada pak?”

” ada, lumayan banyak mas”

Jadi, bila tak ada pupuk urea di toko petani tak membeli urea. Padahal pupuk ZA ada. Hal ini disebabkan karena banyak petani yang belum mengetahui manfaat pupuk ZA ini.

Perbandingan Pupuk Urea dengan Pupuk ZA

Dengan melihat kandungan hara makro N nya, maka dapat dihitung berapa persamaan antara pupuk urea dan pupuk ZA.

Dalam 100 kg urea setara dengan 219 kg pupuk ZA. Digenapkan jadi 210 kg

Jadi 100 kg urea = 210 kg ZA

Ini hitungan hara makro N nya. Tanpa melihat unsur lain dalam pupuk ZA

Tetapi dengan adanya unsur lain seperti sulfat di dalam ZA  menurut saya perbandingan di atas tak seperti tsb, bisa jadi 100 kg pupuk urea setara dengan 160 kg ZA.

Pupuk ZA/Urea ada Dalam Pupuk NPK Majemuk

Pada tulisan materi SL PTT Padi, saya sudah jelaskan bahwa pupuk ZA/Urea terdapat pada pupuk majemuk seperti : NPK Kujang, NPK Ponska dan NPK Pelangi.

Dalam 1 karung NPK kujang terdapat 32,6 kg Urea/71,4  kg ZA, 8,33 kg SP36 dan 6,66 kg KCL.

Dalam 1 karung NPK Ponska terdapat 16,3 kg Urea/35,7 kg ZA, 20,5 kg SP36 dan 12,5 kg KCL.

Dalam 1 karung NPK Pelangi terdapat 21,73kg Urea/47,6 kg ZA, 13,89 kg SP36 dan 8,33 kg KCL.

MEMBUAT PUPUK ORGANIK CAIR

Untuk membuat POC banyak media dan bahan yang dapat kita gunakan. Berikut ini adalah salah satu cara yang amat mudah untuk membuat pupuk organik cair ( POC ). Gambar di bawah ini adalah salah satu cara yang dapat kita lakukan.

Cara Mudah Buat Pupuk Organik Cair

 

Bahan dan alat:
Kotoran domba/kambing
Air bersih (dalam artian tidak tercemar bahan kimia beracun/berbahaya)
Ragi tape (boleh ditambah bioaktivator seperti yang banyak dijual di pasar, kalau ada)
Tong/drum ukuran volume 100-120 liter

Setelah satu pekan, pupuk dapat digunakan. Paling cocok untuk diterapkan pada tanaman hortikultura.

Sebelum digunakan untuk memupuk, campurkan 15 cc air POC ke dalam 1 liter air. Berikan pada tanaman 1 minggu 1 kali. Manfaatnya adalah keniscayaan. Sumber : http://dusunlaman.net/2009/01/cara-mudah-membuat-pupuk-organik-cair-poc/

Bila POC tsb sudah kita buat maka aplikasi dapat lakukan setiap 10 hari sekali atau bisa juga setiap 7 hari sekali. Dengan memakai POC tsb maka penggunaan pupuk kimia bisa kita kurangi.

MEMBUAT POC DARI AIR URINE

Ada hal menarik yang patut kita ketahui dari air seni kita. Berdasarkan penelitian ternyata kandungan air seni (urine) manusia masih mengandung bahan kimia seperti Nitrogen, Fosfor, dan Kalium (potasium). Unsur ini adalah unsur makro yang dibutuhkan tanaman. Pada tulisan sebelumnya saya menulis POC buat tanaman padi.

Jadi buang air seni adalah sebuah anugrah !!!. Mengapa? Bila menumpuk dan tidak dikeluarkan, maka akan menjadi racun yang malah membahayakan tubuh.

Di samping sebuah anugrah, ternyata urine manusia bisa digunakan sebagai POC ( Pupuk Organik Cair ) karena mengandung unsur makro yang dibutuhkan manusia.

Menurut Syaefudin yang merupakan Asisten Dosen Metabolisme, Departemen Biokimia, FMIPA-Institut Pertanian Bogor : sebanyak 70% bahan makanan (nutrisi) yang dikonsumsi manusia dikeluarkan dalam bentuk air seni. Dalam setahun, seseorang dapat mengeluarkan air kencing kira-kira sebesar 500 liter. Jumlah ini setara dengan 4 kg nitrogen, 0.5 kg fosfor, dan 1 kg potasium.

Mari kita hitung berapa kandungan urine kita selama setahun ( 500 liter) dalam bentuk pupuk kimia.

Untuk 4 kg nitrogen setara dengan 8,7 kg pupuk Urea atau 19 kg pupuk ZA

Untuk 0,5 kg Fosfat setara dengan 1,4 kg pupuk SP-36

Untuk 1 kg Kalium (potasium) setara dengan 1,7 kg pupukKCL

Tapi ini adalah pupuk organik. Coba lihat kandungan hara dalam pupuk organik. Sebagai contoh Pupuk Organik NASA 500 ml yang telah mendapatkan sertifikasi organik oleh Deptan dengan analisa lab Sucofindo. Kandungan : N 0.12 %, P2O5 0.03%, K 0.31%

Secara umum saya belum begitu paham berapa kandungan NASA bila dikonversi ke dalam pupuk kimia. Tapi kalau dilihat dari % nya relatif sedikit.

Berikut ini adalah hasil penelitian urine manusia dari berbagai negara yang saya ambil dari http://bertanimandiri.blogspot.com/2010/11/pemanfaatan-urin-sebagai-pupuk-cair.html

Menurut Ian Caldwell dan Arno Rosemarin dari Stockholm Environment Institute, Swedia, penggunaan urin dan kotoran manusia sebagai pupuk adalah cara utama dalam menerapkan pertanian berkelanjutan. Lebih jauh lagi, hal tersebut dapat membantu tercapainya ketahanan pangan dan mendukung tersedianya nutrisi yang lebih baik.

Sementara MnKeni bersama teman-temannya dari Universitas Fort Hare, Afrika Selatan, dari hasil penelitiannya menunjukan, bahwa penggunaan urin sebagai sumber nitrogen sebanding dengan pupuk urea.

Salah satu masalah yang dikhawatirkan dari pemanfaatan pupuk jenis ini adalah rasa produk tanamannya. Logikanya, penggunaan air seni sebagai pupuk berkemungkinan mempengaruhi mutu hasil tanaman.

Namun, permasalahan ini ditepis oleh penelitian Surendra K. Pradhan dan rekannya dari Universitas Kuopio, Finlandia.

Mereka membandingkan penggunaan air kencing manusia sebagai pupuk kubis dengan pupuk buatan industri. Hasilnya, kemampuan pupuk urin sama dengan pupuk buatan industri pada dosis 180 kg N per hektar.

Bahkan pertumbuhan, biomassa, dan kandungan klorida tanaman sedikit lebih tinggi jika menggunakan pupuk air seni. Serangga yang biasanya ikut mati akibat penggunaan pupuk industri juga berkurang dengan menggunakan pupuk alami ini.

Penelitian ilmuwan ini membuktikan bahwa air seni manusia dapat digunakan sebagai pupuk tanpa mengancam nilai kehigienisan tanaman yang berarti. Selain itu, rasa produk makanannya juga tak berkurang meski tanaman yang menjadi bahan bakunya diberi pupuk urin.

Pembuatan POC Urin Manusia Ala Kang Aji

1. Bahan terdiri dari urin 10 liter, air kelapa 10 liter, bakteri 1 liter dan gula pasir 1 kg. Jumlah tersebut boleh disesuaikan dengan kebutuhan, dengan syarat komposisi bahan mengikuti ketentuan yang ada.

2. Bakteri yang digunakan EM TANI, EM4 dll atau Biostarter dari Air Liur.

3. Semua bahan diaduk, kemudian dimasukan kedalam molter.

4. Fermentasi selesai setelah 2 minggu.

WAKTU YANG TEPAT PEMUPUKAN TANAMAN PADI

Untuk memahami pemupukan bagi tanaman padi, kita harus mengetahui umur tanaman padi terlebih dahulu. Sekarang ini banyak varietas padi yang dilepas pemerintah berumur genjah. Contoh, Inpari 10 berumur 108-116 hari dan Inpari 13 berumur 103 hari.
Tetapi untuk padi ciherang dan IR 64 umumnya berumur 115-125 hari.

FASE TUMBUH PADI

Dengan melihat 2 kondisi ini saja, kita akan kesulitan untuk menentukan kapan waktu pemupukan yang tepat bagi keduanya.

Kalau saya pribadi, untuk menentukan kapan tanaman padi dipupuk dilihat dari fase-fase tumbuhnya tanaman padi.

Saya ambil contoh padi ciherang yang berumur 115 – 125 hari.

Biasanya pembagian fase-fase ini adalah sbb :
- persemaian 20 hari
- fase vegetatif 35 hst
- fase generatif reproduktif 36-65 hst
- fase generatif pematangan 66-100 hst

- PUPUK DASAR, Sswaktu bibit pindah tanam, bibit perlu waktu sekitar 8-12 hst atau rata-rata 10 hst untuk dapat memperkokoh perakaran. Saat inilah, sebaiknya pemupukan pertama dilakukan. Sebab pada saat itu daun dan akar tanaman padi sudah mulai berkembang. Dengan demikian akan maksimal menyerap unsur hara.

Jangan diberikan pada waktu 0-5 hst, sebab daun dan akar tanaman padi belum berkembang dan masih dalam  kondisi stres. Artinya akar belum siap menerima pupuk. Bila kita berikan akan sia-sia, apalagi kita berikan pupuk urea dalam jumlah yang tinggi.  Sebab pupuk urea mudah menguap dan bersifat higroskopis. Pada waktu pemberian sebaiknya memperhatikan kondisi air. Sebaiknya sewaktu pemberian pupuk, saat kondisi air lagi macak-macak.

- PUPUK SUSULAN KE-1 . Diberikan sekitar pekan ke 3  ( sekitar 21-25 hst ) ditandai setelah para petani melakukan pengoyosan, saat inilah pemupukan dilakukan. Sewaktu pengoyosan dilakukan maka akar tanaman padi akan putus. Dengan putusnya akar, tanaman akan membentuk anakan baru.  Pada kondisi ini seperti ini, tanaman dapat maksimal penyerap unsur hara yang diberikan. Dengan demikian, tanaman padi akan menghasilkan jumlah anakan yang maksimal ke depannya.

- PUPUK SUSULAN KE-2. Diberikan sekitar umur tanaman mencapai pekan ke 5 ( sekitar 30-40 hst ). Masa ini adalah peralihan dari fase vegetatif ke generatif. Dalam kondisi ini tanaman sedang membutuhkan nutrisi yang tinggi. Hal ini ditandai dengan keluarnya daun bendera atau padi bunting. Artinya malai padi akan segera keluar. Pada umur tersebut adalah saat yang tepat pemupukan tahap ke 3 diberikan. Dengan demikian, tanaman padi akan menghasilkan malai yang optimal.

Jadi bila kita ingin melakukan pemupukan tanaman padi, lihatlah 3 kondisi yang saya sebutkan di atas. Saat itulah kondisi tanaman padi akan maksimal menyerap unsur hara yang kita berikan. Dan hasilnya, kita sebagai petani akan puas memanennya sambil tersenyum. Semoga,,,

FUNGSI BELERANG BAGI TANAMAN

Bila kita mengenal pupuk ZA, maka di dalamnya terdapat kandungan unsur N dan S. Unsur Nitrogennya sebesar 21 % dan Sulfur ( belerang ) sebesar  24 %. Artinya apa? kandungan Sulfurnya kok bisa lebih tinggi dari N nya.

Oleh sebab itu, marilah kita mengenal fungsi Sulfur ini bagi tanaman. Unsur Sulfur yang lebih dikenal dengan nama Belerang diserap tanaman  dalam bentuk ion sulfat (SO4=). Zat ini merupakan bagian dari protein yang terdapat dalam bentuk cystein, methionin, thiamine. Sebagian besar sulfur di dalam
tanah berasal dari bahan organik yang telah mengalami dekomposisi dan sulfur elemental ( bubuk/ batu belerang ) dari aktivitas vulkanis. Sulfur yang larut dalam air akan segera diserap tanaman, karena unsur ini sangat dibutuhkan tanaman terutama pada tanaman-tanaman muda.  http://pustaka.rumahilmu.or.id/pendidikan.

MANFAAT BELERANG BAGI TANAMAN

  1. Membantu pembentukan butir hijau daun sehingga daun menjadi lebih hijau.
  2. Menambah kandungan protein dan vitamin hasil panen.
  3. Meningakatkan jumlah anakn yang menghasilkan (pada tanaman padi).
  4. berperan penting pada proses pembulatan zat gula.
  5. Memperbaiki warna, aroma, dan kelenturan daun tembakau ( khusus pada tembakau omprongan).
  6. Memperbaiki aroma, mengurangi penyusutan selama penyimpangan, memperbesar umbi bawang merah dan baeang putih. http://banyuagung.wordpress.com/2009/07/30/fungsi-pupuk-za-bagi-tanaman-kita

BILA TANAMAN KEKURANGAN UNSUR HARA BELERANG, MAKA:

  1. Produksi protein tanaman menurun, pertumbuhan sel tanaman kurang aktif.
  2. Terjadi penimbunana amida bebas dan asam amino sampai batas yang berbahaya bagi tanaman, terjadi kerusakan aktifitas fisiologis dan mudah tererang hama dan penyakit.
  3. Produksi butir hijau daun menurun, proses asimilasi dan sintesis karbohidrat terlambat, tanaman mengalami klorosis / kekuningan, dan hasil panen rendah.

Oleh sebab itu, pupuk ini diberikan pada tanaman padi dalam masa vegetatif atau tanaman yang hasil panennya di daun seperti bayam, sawi dll.

Pada suatu kesempatan, saya pernah bertanya pada petani sawi organik, ” kok sawi ini rasanya enak pak?”. Dijawabnya,” kalo untuk pupuk, saya nga pake urea, tapi pake pupuk ZA saja”.

AYO BUAT PUPUK NPK

Pada tulisan saya sebelumnya, mengkonversi pupuk NPK Kujang dan NPK Ponska ke dalam pupuk tunggal sebetulnya sudah menjelaskan cara meracik pupuk NPK.
Tetapi pada kesempatan kali ini, saya kan menjelaskan lebih spesifik lagi. Misalkan kita ingin meracik pupuk NPK yang belum ada di pasaran. Saya ambil contoh dan kasih nama, Pupuk NPK Merdeka 20 15 15. Bagimana cara meracik atau membuat pupuk ini dalam 100 kgnya.

Caranya :
1. Kita harus pahami terlebih dahulu, bahwa di dalam 100 kg pupuk NPK Merdeka terdapat kandungan unsur hara : 20 kg unsur hara N, 12 kg unsur hara P2O5 dan 12 kg unsur hara K2O. Sebetulnya di dalam suatu pupuk yang diperhatikan adalah kandungan haranya bukan jumlahnya.

2. Sekarang, kita harus hitung kandungan pupuk tunggal dengan cara mengkonversinya. Cara mudah, kalau kita sudah mengetahui kandungan unsur Urea, TSP dan KCl.
Untuk Urea = 100/46 x 20 kg N = 43,44 kg Urea
UntukTSP = 100/46 x 15 kg P2O5 = 32,6 kg TSP
Untuk KCL = 100/60 x 15 kg K2O = 25 kg KCL

3. Berarti Pupuk NPK Merdeka 20 15 15 yang kita kehendaki itu mengandung 43,44 kg Urea + 32,6 kg TSP dan 25 kg KCL. Ketiga pupuk tunggal itu tinggal kita campur sampai merata. Maka jadilah pupuk NPK Merdeka yang kita kehendaki tersebut.

4. Bila kita ingin membuat sebanyak 300 kg NPK merdeka, maka kita tinggal membuat seperti ini :

Urea = 3 x 43,44 kg = 130,32 kg

TSP =  3 x 32,6 kg = 97,8 kg

KCL = 3 x 25 kg     = 75 kg

Ketiga pupuk tunggal ini kita campur secara merata, maka jadilah pupuk NPK merdeka sebanyak 300 kg.

5. Pupuk racikan yang kita buat memang harus melihat jenis tanaman yang akan kita tanam. Dan tentu saja, harus bernilai ekonomis. Ini bisa kita bandingkan dengan mengatahui harga pasaran pupuk tunggal dan pupuk NPK yang ada di daerah kita.

Semoga bermanfaat

MACAM-MACAM PUPUK

Pupuk tunggal adalah jenis pupuk yang mengandung 1 macam unsur hara MAKRO saja di dalam produknya. Biasanya berupa unsur hara makro primer, misalnya:

Urea (46 % Nitrogen)

ZA ( 21 % Nitrogen ) + 24 % Sulfur ( disini sulfur bukan hara makro),

AN ( Amonium Nitrat)  ( 35 % N)

SP-18 (Super Phosphate -18)  ( 18 % P2O5 )

SP-36 (Super Phosphate -36)  ( 36 % P2O5 ) atau TS-36 ( 36 % P2O5 )

TSP (Triple Super Phosphate)  ( 46 % P2O5 )

KCL ( 60 % K2O)

ZK ( 50 % K2O)

Pupuk Majemuk adalah jenis pupuk yang mengandung lebih dari 1 macam unsur hara MAKRO di dalam produknya. Biasanya berupa unsur hara makro primer, misalnya:
NPK Pelangi ( 20.10.10 )
NPK Kuda Laut ( 15.7.8 )
NPK Kujang ( 30.6.8 )
NPK Ponska ( 15.15.15 )
NPK Mutiara ( 16.16.16 )
NPK Mahkota ( 15 15.6 ) + 4 Sulfur
NPK MAHKOTA ( 12.12.17 ) + 2
NPK Kebomas ( 12.12.17 ) + 2
NPK Kebomas ( 15.15.6 ) + 4
NPK Pelangi ( 12.12.17 ) + 2
NPK Pelangi ( 15.15.6 ) + 4
Dll

Bila ada pabrik yang membuat pupuk NPK XXX dengan komposisi 30 : 15: 15, maka pupuk NPK ini adalah pupuk terbaik untuk tanaman padi yang pernah ada. Sebab kandungan hara NPK XXX ini sangat tinggi.

Kalau saya hitung, dalam 100 kg NPK XXX ini kandungan :
Ureanya 100/46 x 30 kg = 65,21 kg
SP-36 100/36 x 15 kg = 41,67 kg
KCL 100/60 x 15 kg = 25,00 kg
——- ——– +
60 kg 131,88 kg

Hanya diperlukan 300 kg NPK XXX ini + 50 kg urea untuk dosis tanaman padi 1 hektar.

Be the first to like this post.

PUPUK NPK KUJANG

Pupuk dapat digolongkan menjadi dua, yakni pupuk organik dan pupuk anorganik

1. Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari sisa-sisa makhluk hidup yang diolah melalui proses pembusukan (dekomposisi) oleh bakteri pengurai. Contohnya adalah pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk kompos berasal dari sisa-sisa tanaman, dan pupuk kandang berasal dari kotoran ternak. Pupuk organik mempunyai komposisi kandungan unsur hara yang lengkap, tetapi jumlah tiap jenis unsur hara tersebut rendah. Sesuai dengan namanya, kandungan bahan organik pupuk ini termasuk tinggi.

2. Pupuk anorganik atau pupuk buatan adalah jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan cara meramu berbagai bahan kimia sehingga memiliki prosentase kandungan hara yang tinggi.

Menurut jenis unsur hara yang dikandungnya, untuk pupuk anorganik ini dapat digolongkan menjadi dua, yaitu : pupuk tunggal dan pupuk majemuk.
- Pada pupuk tunggal, jenis unsur hara yang dikandungnya hanya satu macam. Biasanya berupa unsur hara makro primer, misalnya urea hanya mengandung unsur Nitrogen ( 46%), TSP (46% P2O5), SP-36 ( 36% P2O5) dan KCL ( 60 % K2O) .

- Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur hara. Penggunaan pupuk ini lebih praktis karena hanya dengan satu kali penebaran, beberapa jenis unsur hara dapat diberikan. Namun, dari sisi harga pupuk ini lebih mahal. Contoh pupuk majemuk antara lain, NPK Kujang ( 30:6:8), Ponska ( 15:15:15), Pelangi ( 20:10:10), Kuda Laut ( 15:7:8) dll

Mengkonversi pupuk NPK ke pupuk tunggal.
Masalah yang dihadapi oleh para petani bahkan bisa juga bagi PPL adalah menghitung (mengkonversi) pupuk majemuk ke pupuk tunggal. Untuk memahami masalah ini, minimal ada pemahaman yang harus dijadikan dasar perhitungan.
Saya ambil contoh pupuk NPK Kujang (30:6:8) yang ingin saya konversi ke pupuk Urea, SP 36 dan KCl. Bagaimana caranya?
Pupuk NPK kujang ( 30:6:8) artinya dalam 100 kg pupuk tersebut terdapat 30 kg unsur N, 6 kg P2O5 dan 8 kg K2O.
Sedangkan pada pupuk urea dalam 100 kg terdapat 46 % N. Jadi untuk menghitung berapa Urea yang kita butuhkan adalah menghitung unsur N ini adalah 30/46 x 100 kg = 65,22 kg Urea
Sedangkan pada pupuk TSP dalam 100 kg terdapat 46 % P2O5. Jadi untuk menghitung berapa TSP yang kita butuhkan adalah menghitung unsur P2O5 ini adalah 6/46 x 100 kg = 13 kg TSP
Untuk pupuk KCL dalam 100 kg terdapat 60 % K2O. Jadi untuk menghitung berapa KCL yang kita butuhkan adalah menghitung unsur K2O ini adalah 8/60 x 100 kg = 13,33 kg KCL
Jadi dalam 100 kg pupuk NPK kujang ( 2 karung @ 50 kg ) terdapat 65,22 kg Urea, 13 TSP dan 13,33 kg KCl.

Atau pakai cara lain :

Untuk Urea (46 kg N) maka tinggal kita balik menghitungnnya
100/46 x 30 kg = 65,22 kg
Untuk TSP (46 kg P2O5) maka tinggal kita balik menghitungnnya
100/46 x 6 kg = 13 kg
Untuk KCL (60 kg K2O) maka tinggal kita balik menghitungnnya
100/60 x 8 kg = 13,33 kg

Semoga cara perhitungan ini, dapat bermanfaat bagi para petani. Dan terlebih khusus bagi para PPL pertanian

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.