DOSIS TEPAT PUPUK PADI (2)

DOSIS PUPUK IDEAL BUAT TANAMAN PADI

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menjelaskan bagaimana bila suatu daerah/tempat melakukan uji PUTS, maka akan didapatkan suatu rekomendasi pupuk kimia yang spesifik lokasi.

Biasanya, suatu rekomendasi yang dihasilkan adalah rekomendasi untuk pupuk tunggal. Permasalahannya adalah, ketika pupuk tunggal di suatu daerah/tempat tsb sedang kosong atau pupuk tunggal seperti SP36 dan KCL mahal. Oleh sebab itu, pupuk tunggal tsb harus dikonversi menjadi pupuk majemuk seperti NPK Ponska, NPK Pelangi, dll.

Permasalahan kedua adalah kita belum paham cara menghitungnya. Jangankan petani, kadangkala ada juga petugas penyuluh yang kurang mahir dalam perhitungan ini.

Hasil uji PUTS

Sekarang, kita ambil contoh kasus, di daerah A yang setelah di uji PUTS, didapatkan hasil rekomendasi dosis pemupukan di sbb :
– Pupuk Urea 250 kg
– pupuk SP-36 60 kg
– Pupuk KCL 80 kg

Sedangkan di daerah ini, yang ada pupuk NPK punya pupuk NPK ponska/pelangi, pupuk urea dan pupuk KCL.

Daerah A
Rekomendasi pupuk untuk daerah A ada dibawah ini, sedangkan yang ada pupuk NPK ponska, pupuk urea dan KCL.
– Pupuk Urea 250 kg
– pupuk SP-36 60 kg
– Pupuk KCL 80 kg

Dari 100 kg NPK Ponska (15 15 15) didapatkan kandungan hara sbb :
– Urea 32 kg
– SP36 41 kg
– KCL 25 kg

Coba lihat berapa kg pupuk SP36 di dosis pupuk tunggal, dosis SP36 sebanyak 60 kg. Karena di dalam 100 kg pupuk ponska terdapat 41 kg SP36, sedangkan kebutuhannya sebanyak 60 kg SP36. Maka dibutuhkan sebanyak 150 kg NPK ponska.

Jadi, di dalam 150 pupuk NPK ponska terdapat 48 kg urea, 61,5 kg SP36 dan 37,5 kg KCL.

Karena kita butuh 250 kg urea, 60 kg SP36 dan 80 kg KCL maka
– dosis pupuk SP36 sudah tersedia
– dosis pupuk KCL, yang dibuthkan 80 kg sedangkan di dalam pupuk NPK ponska sudah terdapat 37,5 kg KCL. Sedangkan yang dibutuhkan 80 kg KCL, sehingga total kekurangan 80-37,5 kg = 42,5 kg KCL
– dosis urea, karena di dalam 150 kg NPK ponska cuma terdapat 48 kg urea maka kekurangan dosos urea adalah 250 kg – 48 kg = 202 kg urea.

Jadi rekomendasi pupuk tsb adalah
– 150 kg pupuk NPK ponska
– 202 kg pupuk urea
– 42,5 kg pupuk KCL

Rekomendasi pupuk untuk daerah A ada dibawah ini, sedangkan yang ada pupuk NPK Pelangi, pupuk urea, dan pupuk KCL.
– Pupuk Urea 250 kg
– pupuk SP-36 60 kg
– Pupuk KCL 80 kg

Dari 100 kg NPK Pelangi (20 10 10) didapatkan kandungan hara sbb : (digenapkan)
– Urea 43 kg
– SP36 27 kg
– KCL 16 kg

Coba lihat berapa kg pupuk SP36 di dosis pupuk tunggal, dosis SP36 sebanyak 60 kg. Karena di dalam 100 kg pupuk pelangi terdapat 27 kg SP36, sedangkan kebutuhannya sebanyak 60 kg SP36. Maka dibutuhkan sebanyak 222 kg NPK pelangi.
Caranya kebutuhan SSP36 60 kg, sedangkan yang ada 27 kg. Kita tinggal bagi saja, (60 dibagi 27) x 100 kg = 222 kg

Jadi, didalam 222 kg NPK pelangi terdapat
– Urea 43 kg x 2,22 = 95 kg
– SP36 27 kg x 2,22 = 60 kg
– KCL 16 kg x 2,22 = 35 kg

Karena kita butuh 250 kg urea, 60 kg SP36 dan 80 kg KCL maka
– dosis pupuk SP36 sudah tersedia
– dosis pupuk KCL, yang dibutuhkan 80 kg sedangkan di dalam pupuk NPK Pelangi sudah terdapat 35 kg pupuk KCL. Sedangkan yang dibutuhkan 80 kg KCL, sehingga total kekurangan 80-35 kg = 45 kg KCL
– dosis urea, karena di dalam 222 kg NPK pelangi cuma terdapat 95 kg urea maka kekurangan dosos urea adalah 250 kg – 95 kg = 155 kg urea.

Jadi rekomendasi pupuk di daerah tsb adalah
– 222 kg pupuk NPK Pelangi
– 155 kg pupuk urea
– 45 kg pupuk KCL

Semoga bermanfaat

DOSIS TEPAT PUPUK PADI

DOSIS PEMUPUKAN IDEAL BUAT TANAMAN PADI

Dosis Pemupukan yang ideal

Ketika ada pertanyaan: berapa dosis pupuk ideal yang dianjurkan buat tanaman padi ?
Maka akan banyak jawaban, berapa dosis yang akan diberikan.
Bisa jadi, akan ada yang akan menjawab untuk pupuk tunggal:
– 225 kg urea, 100 kg SP36 dan 75 kg KCL
– 250 kg urea, 110 kg SP36 dan 75 kg KCL
– dll

Bahkan, bagi petani organik, dosis pemupukannya adalah 0 kg urea, 0 kg SP36 dan 0 kg KCl

Dosis Spesifik Lokasi

Sebetulnya ada cara mudah untuk mengetahui, berapa dosis pupuk yang ideal buat sawah kita. Mau tidak mau, tanah sawahnya harus diuji dengan alat sederhana. Dengan alat ini akan didapatkan berapa dosis yang ideal buat sawah kita. Alat uji tsb bernama alat PUTS

Apa itu PUTS
PUTS kepanjangan dari Perangkat Uji Tanah Sawah. PUTS merupakan seperangkat alat bantu untuk menganalisa kadar hara yang ada di dalam tanah sawah, umumnya yang diuji adalah unsur hara N, P, K, dan pH tanah. Dengan alat bantu PUTS ini, bisa diketahui dengan cepat berapa kadar hara tertentu di dalam tanah sawah daerah tsb. Dari hasil ini, akan didapatkan rekomendasi dosis pupuk secara khusus di daerah tsb.

ALAT PUTS

Bisa disebut dengan alat ini, dosis pemupukan akan spesifikasi lokasi. Dosis yang cocok/ideal di daerah tsb.

Hasil Uji PUTS

Di suatu tempat, di Kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang, belum lama ini dilakukan pengujian beberapa titik lokasi tanah sawahnya. Dengan alat PUTS tsb, dari hasil uji di lapangan, didapatkan rekomendasi dosis pemupukan di daerah tsb sbb :
– Pupuk Urea 300 kg
– pupuk SP-36 75 kg
– Pupuk KCL 50 kg

Rekomendasi di atas adalah rekomendasi untuk pupuk tunggal.

Masalah pupuk

Masalahnya di daerah tsb, jarang ditemukan pupuk KCL. Yang ada adalah pupuk urea dan pupuk NPK ponska. Kadang ada juga pupuk SP36 dan pupuk ZA.

Pertanyaannya: berapa dosis pemupukan dengan pupuk majemuk seperti NPK Ponska?
Apakah perlu memakai pupuk urea lagi? berapa banyak? apa bisa memakai pupuk ZA?

Jawaban :

Dosis pupuk tunggal berdasarkan uji PUTS

- Pupuk Urea 300 kg
– pupuk SP-36 75 kg
– Pupuk KCL 50 kg

Karena yang ada di daerah tsb pupuk majemuk NPK Ponska, maka harus kita hitung berapa kandungan pupuk yang ada dalam pupuk ponska. Silahkan lihat disini

Dari 100 kg NPK Ponska (15 15 15) didapatkan kandungan hara sbb :
– Urea 32 kg
– SP36 41 kg
– KCL 25 kg

Coba lihat berapa kg pupuk KCL di dosis pupuk tunggal, dosis KCL sebanyak 50 kg. Karena di dalam 100 kg pupuk ponska terdapat 25 kg KCL, sedangkan kebutuhannya sebanyak 50 kg KCL. Maka dibutuhkan sebanyak 200 kg NPK ponska.

Jadi, di dalam 200 pupuk NPK ponska terdapat 64 kg urea, 82 kg SP36 dan 50 kg KCL.

Karena kita butuh 300 kg urea, 75 kg SP36 dan 50 kg KCL maka
– dosis pupuk KCL sudah tersedia
– dosis pupuk SP36, yang dibuthkan 75 kg sedangkan di dalam pupuk NPK ponska sudah terdapat 82 kg. Masih terdapat kelebihan 7 kg. Kelebihan tsb masih bisa diteloransi
– dosis urea, karena di dalam 200 kg NPK ponska cuma terdapat 64 kg urea maka kekurangan dosos urea adalah 300 kg – 64 kg = 236 kg urea.

Jadi rekomendasi pupuk tsb adalah
– 200 kg pupuk NPK ponska dan
– 236 kg pupuk urea

Bagaimana kalau pupuk urea lagi tidak ada saat itu, pak? bisa pakai pupuk ZA.
Untuk memahami dan menghitung pupuk ZA ini silahkan buka disini

Semoga bermanfaat,,,

Nb; Gambar diambil dari internet

KOMPOS RUMPUT LAUT

AYO BUAT KOMPOS DARI LIMBAH RUMPUT LAUT

Oleh : Efendy Manan

Jika kita mengingat rumput  laut pasti pikiran kita tertuju pada agar-agar. Ya, bahan penganan yang satu ini memang sangat familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Rasanya yang kenyal dan bisa dibuat beraneka warna dan rasa membuatnya sangat disuka dari anak-anak hingga orang dewasa.

Tapi tahukah anda bahwa limbah industri pembuatan agar-agar menjadi  salah satu industri penyumbang polutan terbesar di negeri ini?

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2010 melalui PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) menyebutkan terdapat 152 perusahaan yang masuk daftar merah, dan salah satunya adalah Industri pengolahan rumput laut(KLH,2010).

Fenomena seperti ini bisa terjadi jika perusahaan tidak mengolah limbah yang dihasilkan dengan benar, dibiarkan menumpuk di suatu tempat tanpa dekomposisi yang benar dan akhirnya menimbulkan bau busuk, air lindinya pun dapat mengotori sumber air penduduk. Kejadian seperti ini pernah terjadi didaerah saya, sehingga menyebabkan protes warga yang berujung pada penutupan pabrik.

Tulisan ini pun terinspirasi oleh salah seorang pengusaha pupuk di daerah saya yang menampung limbah rumput laut dari PT. Satelit Sriti, diolah kembali dijadikan serbuk dan dijual lagi ke peternak sapi sebagai tambahan pakan konsentrat. Fakta dilapangan menyebutkan penambahan limbah rumput laut bisa menambah bobot sapi kereman lebih besar daripada tanpa diberi tambahan limbah rumput laut. Logikanya jika untuk pakan ternak limbah rumput laut sangat bagus,tentu juga sangat bagus jika digunakan sebagai bahan tambahan pembuatan kompos selain cocopeat dan kohe. Apalagi limbah rumput laut sangat murah hanya Rp.500,- per kg.

Kandungan rumput laut

Dalam laporan penelitian limbah rumput laut kering  mengandung  11,28% air, kadar abu 36,05%,kadar lemak 0,42%, kadar protein 1,86%, kadar serat kasar 9,86%, dan karbohidrat 41,43% (Harvey 2009). Selain itu juga mengandung vitamin-vitamin lengkap untuk metabolisme seperti A,B1,B2,B6,B12,C, betakaroten,fosfor,kalium,zat besi dan yodium. juga mengadung asam amino essensial yang lebih tinggi daripada yang ditetapkan FAO dan WHO. Penelitian CR Blatt dari Kanada melaporkan,pupuk rumput laut kaya unsur hara K,Ca,Mg,Mn, dan B. Tingginya unsur hara tanaman tersebut sangat bermanfaat bagi tanaman dan tanah. Sebut saja Mg  yang dibutuhkan tanaman sebagai penyusun klorofil. Ca mampu mengendalikan PH tanah yang masam.(Trubus,2006)

Pengalaman Bpk Soerianto Kusnowirjono di Jakarta Pusat yang membenamkan limbah rumput laut sebagai  media tanam di tabulampot Sawo manila miliknya, mampu menggenjot 3 x lipat potensi  buah yang semula 143 – 145 buah per pohon menjadi 431 buah! yang mencengangkan pohon sawonya tidak lebih tinggi dari manusia normal.. luar biasa bukan!

Cara mengolah limbah rumput laut

Sebenarnya limbah rumput laut tidaklah sulit didekomposisi sama seperti jerami ,kohe,serasah dll. yang diperlukan hanya media mikroba pengurai untuk mendegradasi serat selulosa menjadi zat yang bisa diserap tanaman. Bisa EM4,trichoderma,mol buah,mol bonggol dsb…Bahan limbah rumput laut akan hancur dalam  14 hari- 21 hari pengomposan. Untuk media tanam di lahan bisa dikombinasikan dengan cocopeat dan kompos kohe. perbandingan dapat 20% kompos limbah rumput laut, 30% cocopeat dan 50% kompos kohe Ini sejalan dengan penelitian Akhmad Kamaluddin Afif dari IPB yang menyatakan komposisi 20% limbah rumput laut memberikan pertumbuhan maksimal pada tanaman Pakcoy dibanding dengan 30% ( Akhmad Kamaluddin Afif, 2011)

Bukti lain “keperkasaan” limbah rumput laut adalah bahan ini sudah dikomersialisasikan menjadi pupuk organik tabur ber merk Plantagar oleh salah satu produsen pupuk di Jakarta. Jika di lingkungan anda banyak terdapat limbah rumput laut,tunggu apalagi,segera olah. Disamping bisa mengurangi kerusakan lingkungan juga bisa dijadikan alternatif pupuk murah meriah dan bisa dijadikan lahan bisnis..

Sumber:

1.Majalah Trubus edisi Februari 2006

2.Pemanfaatan Limbah Padat Proses Pengolahan Agar PT. Agarindo Bogatama sebagai Media Tanam  Hortikultura, Skripsi,IPB 2011

DECOMPOSER BUAT JERAMI PADI

TIPS MEMBUAT DECOMPOSER  JERAMI

Oleh Efendy manan

Sebagai petani,setelah ritual panen kita sering dipusingkan dengan yang namanya jerami.Ada sebagian petani yang langsung membakar jerami miliknya, dijual ke pengepul jerami untuk pakan ternak,ditumpuk begitu saja  dll. Intinya Jerami dianggap sampah yang dibenci dan lebih baik dimusnahkan.

Pernah saya  bertandang ke teman petani yang menjual jeraminya.Setelah saya terangkan kegunaan jerami,beliau malah beralasan tidak ada waktu, repot, jadi sarang tikus dan mengurangi luas areal sawah karena jerami ditumpuk!!!.

Ironis memang  jika melihat begitu besar manfaat jerami bagi sawah kita. Pernahkah kita melihat tanaman padi kita yang tumbuh lebih subur disekeliling tumpukan jerami???

Kejadian tersebut diatas memang menjadi masalah jika tidak ditangani dengan baik .Cara terbaik untuk mengolah jerami yaitu dengan memanfaatkan jasa Mikroba pengurai atau yang lebih keren disebut DECOMPOSER. Saya akan memberikan sedikit pengalaman bagaimana membuat decomposer dengan mudah, murah dan berdaya guna yaitu membuat MOL. Ada beberapa  jenis  MOL yang bisa dibuat dengan bahan yang murah meriah sbb:

1.MOL  RUMEN SAPI.

Rumen adalah bagian pencernaan sapi,didalamnya terdapat bermilyar2  bakteri  lactobacillus yang tugasnya mengurai sellulosa. Diperoleh di RPH secara gratis. Caranya sebagai berikut:

1.Rumen sapi yang masih segar dari RPH  1kg,peras dan ambil airnya saja.

2.Air kelapa 2 liter.

3.Air cucian beras 2 liter.

4.Gula kelapa/aren  250 gram.

Semua bahan diatas dicampur dan dimasukkan di wadah tertutup anaerob selama 14 hari. MOL akan jadi jika berbau harum.diaplikasikan dengan dosis 250 cc per tangki.

2.MOL  TAPE.

Tape singkong  atau peuyem mudah dijumpai disekitar kita,baik di pasar tradisional maupun dijajakan keliling.Bahan ini pun bisa kita jadikan decomposer. Sbb:

1.Tape singkong  500 gram

2.Air kelapa 3 liter

3.Air  cucian beras 2 liter

4.Gula kelapa/aren 250gram

Cara membuat: masukkan semua bahan tadi ke dalam jerigen tapi JANGAN ditutup rapat.Fermentasi dinilai berhasil jika dalam 7 hari ditandai dengan aroma alcohol yang menyengat.Semprot ke jerami  dengan dosis 250 cc per tangki.

NB:KEDUA MOL DIATAS BISA DICAMPUR PADA SAAT APLIKASI DENGAN PERBANDINGAN 1:1  DOSIS 1 GELAS /250 CC PER TANGKI.

Semoga bermanfaat…

APA ITU PUPUK ZA

MNEGENAL PUPUK ZA

Ayo kita membahas ap itu pupuk ZA ? apa kandungan pupuk ZA ? Apa kegunaan pupuk ZA bagi tanaman terutama pada tanaman padi.

Pupuk ZA : Adik Pupuk Urea

Pupuk ZA dikenal dengan sebutan pupuk Amonium Sulfat. Pupuk ZA ini mengandung 21 % hara makro N dan 24 % sulfur. Dengan melihat kandungan hara makronya maka pupuk ini dikatagorikan dalam pupuk tunggal.

Pupuk ZA, dengan melihat hara makro N nya bisa dikatakan “adik’ dari pupuk Urea. Kalau pupuk ZA hara makro N nya 21 % sedangkan pupuk Urea sekitar 46 % hara N.

Rumus Kimia Pupuk ZA

Nama lain dari pupuk ZA adalah Amonium Sulfat. Rumus kimia Amonium Sulfat adalah (NH4)2SO4. Kelebihan pupuk ini adalah terdapat kandungan sulfur di dalamnya. Bahkan kandungan sulfur lebih besar dari hara N. Dengan adanya unsur sulfur, pemakain pupuk ZA, sangat baik diberikan pada awal tanam.

” tapi Mas Nurman, mending pake pupuk urea, 2 atau 3 hari tanaman dah kelihatan hijaunya. Kalau pake ZA bisa 6-7 hari baru kelihatan hijau”

” betul pak, tapi di pupuk ZA terdapat unsur lain (pupuk lain). Tanaman akan tumbuh lebih bagus perkembangannya. Lebih stabil daya serap tanaman”

Artinya bila pakai pupuk ZA, daya serap tanaman akan lebih lama,sehingga hijau daun bertahan lebih lama bila dibandingkan urea.

Pembicaan berlanjut,,,

” ada lagi kelebihan pupuk ini, Mas Nurman?”

” iya pak, belerang dalam pupuk ZA sangat membantu perkembangan pucuk, akar dan anakan. Dan yang lebih penting hal ini,,, “

” teruskan, mas”

” bila sawah bapak kekurangan unsur belerang maka umur tanaman padi bapak akan lebih lama”

Dengan demikian, saya lebih suka mengatakan dan menyarankan kepada petani : gunakan pupuk ZA untuk pemupukan awal tanam. Dengan alasan di atas.

Pemahaman Pupuk

Dalam  berbagai kesempatan berinteraksi dengan petani, saya selalu memberikan pemahaman bahwa pupuk bagi tanaman seperti makanan bagi perkembangan anak kecil.

Supaya pertumbuhannya bagus, anak kecil harus makan minimal Nasi, Sayur Mayur dan Lauk Pauk. Nasi bagi tanaman adalah pupuk Urea/ZA, sayur mayur ( Fosfat :SP36/TS ) dan Lauk Pauk ( Kalium :KCL/ZK).

Bagaimana kalau anak kecil makan nasi saja dalam hidupnya? apakah dia akan tumbuh dengan sempurna?

Demikian pula, bila tanaman padi diberikan urea saja? apakah akan tumbuh sempurna? jelas tidak. Oleh sebab itu, pemerintah meracik pupuk majemuk/lengkap. Seperti : NPK Kujang, NPK Ponska, NPK pelangi dll. Supaya tanaman tumbuh sempurna dan menghasilkan hasil bagus.

Pupuk ZA sebagai Subsitusi Urea

Dengan pemahaman di atas, bila tak ada pupuk urea maka pupuk ZA bisa dijadikan penggantinya.

Saya pernah bertanya sama penjual pupuk bersubsidi, “apakah pupuk urea ada?”

” kosong, mas”

” kalau pupuk ZA ada pak?”

” ada, lumayan banyak mas”

Jadi, bila tak ada pupuk urea di toko petani tak membeli urea. Padahal pupuk ZA ada. Hal ini disebabkan karena banyak petani yang belum mengetahui manfaat pupuk ZA ini.

Perbandingan Pupuk Urea dengan Pupuk ZA

Dengan melihat kandungan hara makro N nya, maka dapat dihitung berapa persamaan antara pupuk urea dan pupuk ZA.

Dalam 100 kg urea setara dengan 219 kg pupuk ZA. Digenapkan jadi 210 kg

Jadi 100 kg urea = 210 kg ZA

Ini hitungan hara makro N nya. Tanpa melihat unsur lain dalam pupuk ZA

Tetapi dengan adanya unsur lain seperti sulfat di dalam ZA  menurut saya perbandingan di atas tak seperti tsb, bisa jadi 100 kg pupuk urea setara dengan 160 kg ZA.

Pupuk ZA/Urea ada Dalam Pupuk NPK Majemuk

Pada tulisan materi SL PTT Padi, saya sudah jelaskan bahwa pupuk ZA/Urea terdapat pada pupuk majemuk seperti : NPK Kujang, NPK Ponska dan NPK Pelangi.

Dalam 1 karung NPK kujang terdapat 32,6 kg Urea/71,4  kg ZA, 8,33 kg SP36 dan 6,66 kg KCL.

Dalam 1 karung NPK Ponska terdapat 16,3 kg Urea/35,7 kg ZA, 20,5 kg SP36 dan 12,5 kg KCL.

Dalam 1 karung NPK Pelangi terdapat 21,73kg Urea/47,6 kg ZA, 13,89 kg SP36 dan 8,33 kg KCL.

MEMBUAT PUPUK ORGANIK CAIR

Untuk membuat POC banyak media dan bahan yang dapat kita gunakan. Berikut ini adalah salah satu cara yang amat mudah untuk membuat pupuk organik cair ( POC ). Gambar di bawah ini adalah salah satu cara yang dapat kita lakukan.

Cara Mudah Buat Pupuk Organik Cair

 

Bahan dan alat:
Kotoran domba/kambing
Air bersih (dalam artian tidak tercemar bahan kimia beracun/berbahaya)
Ragi tape (boleh ditambah bioaktivator seperti yang banyak dijual di pasar, kalau ada)
Tong/drum ukuran volume 100-120 liter

Setelah satu pekan, pupuk dapat digunakan. Paling cocok untuk diterapkan pada tanaman hortikultura.

Sebelum digunakan untuk memupuk, campurkan 15 cc air POC ke dalam 1 liter air. Berikan pada tanaman 1 minggu 1 kali. Manfaatnya adalah keniscayaan. Sumber : http://dusunlaman.net/2009/01/cara-mudah-membuat-pupuk-organik-cair-poc/

Bila POC tsb sudah kita buat maka aplikasi dapat lakukan setiap 10 hari sekali atau bisa juga setiap 7 hari sekali. Dengan memakai POC tsb maka penggunaan pupuk kimia bisa kita kurangi.

MEMBUAT POC DARI AIR URINE

Ada hal menarik yang patut kita ketahui dari air seni kita. Berdasarkan penelitian ternyata kandungan air seni (urine) manusia masih mengandung bahan kimia seperti Nitrogen, Fosfor, dan Kalium (potasium). Unsur ini adalah unsur makro yang dibutuhkan tanaman. Pada tulisan sebelumnya saya menulis POC buat tanaman padi.

Jadi buang air seni adalah sebuah anugrah !!!. Mengapa? Bila menumpuk dan tidak dikeluarkan, maka akan menjadi racun yang malah membahayakan tubuh.

Di samping sebuah anugrah, ternyata urine manusia bisa digunakan sebagai POC ( Pupuk Organik Cair ) karena mengandung unsur makro yang dibutuhkan manusia.

Menurut Syaefudin yang merupakan Asisten Dosen Metabolisme, Departemen Biokimia, FMIPA-Institut Pertanian Bogor : sebanyak 70% bahan makanan (nutrisi) yang dikonsumsi manusia dikeluarkan dalam bentuk air seni. Dalam setahun, seseorang dapat mengeluarkan air kencing kira-kira sebesar 500 liter. Jumlah ini setara dengan 4 kg nitrogen, 0.5 kg fosfor, dan 1 kg potasium.

Mari kita hitung berapa kandungan urine kita selama setahun ( 500 liter) dalam bentuk pupuk kimia.

Untuk 4 kg nitrogen setara dengan 8,7 kg pupuk Urea atau 19 kg pupuk ZA

Untuk 0,5 kg Fosfat setara dengan 1,4 kg pupuk SP-36

Untuk 1 kg Kalium (potasium) setara dengan 1,7 kg pupukKCL

Tapi ini adalah pupuk organik. Coba lihat kandungan hara dalam pupuk organik. Sebagai contoh Pupuk Organik NASA 500 ml yang telah mendapatkan sertifikasi organik oleh Deptan dengan analisa lab Sucofindo. Kandungan : N 0.12 %, P2O5 0.03%, K 0.31%

Secara umum saya belum begitu paham berapa kandungan NASA bila dikonversi ke dalam pupuk kimia. Tapi kalau dilihat dari % nya relatif sedikit.

Berikut ini adalah hasil penelitian urine manusia dari berbagai negara yang saya ambil dari http://bertanimandiri.blogspot.com/2010/11/pemanfaatan-urin-sebagai-pupuk-cair.html

Menurut Ian Caldwell dan Arno Rosemarin dari Stockholm Environment Institute, Swedia, penggunaan urin dan kotoran manusia sebagai pupuk adalah cara utama dalam menerapkan pertanian berkelanjutan. Lebih jauh lagi, hal tersebut dapat membantu tercapainya ketahanan pangan dan mendukung tersedianya nutrisi yang lebih baik.

Sementara MnKeni bersama teman-temannya dari Universitas Fort Hare, Afrika Selatan, dari hasil penelitiannya menunjukan, bahwa penggunaan urin sebagai sumber nitrogen sebanding dengan pupuk urea.

Salah satu masalah yang dikhawatirkan dari pemanfaatan pupuk jenis ini adalah rasa produk tanamannya. Logikanya, penggunaan air seni sebagai pupuk berkemungkinan mempengaruhi mutu hasil tanaman.

Namun, permasalahan ini ditepis oleh penelitian Surendra K. Pradhan dan rekannya dari Universitas Kuopio, Finlandia.

Mereka membandingkan penggunaan air kencing manusia sebagai pupuk kubis dengan pupuk buatan industri. Hasilnya, kemampuan pupuk urin sama dengan pupuk buatan industri pada dosis 180 kg N per hektar.

Bahkan pertumbuhan, biomassa, dan kandungan klorida tanaman sedikit lebih tinggi jika menggunakan pupuk air seni. Serangga yang biasanya ikut mati akibat penggunaan pupuk industri juga berkurang dengan menggunakan pupuk alami ini.

Penelitian ilmuwan ini membuktikan bahwa air seni manusia dapat digunakan sebagai pupuk tanpa mengancam nilai kehigienisan tanaman yang berarti. Selain itu, rasa produk makanannya juga tak berkurang meski tanaman yang menjadi bahan bakunya diberi pupuk urin.

Pembuatan POC Urin Manusia Ala Kang Aji

1. Bahan terdiri dari urin 10 liter, air kelapa 10 liter, bakteri 1 liter dan gula pasir 1 kg. Jumlah tersebut boleh disesuaikan dengan kebutuhan, dengan syarat komposisi bahan mengikuti ketentuan yang ada.

2. Bakteri yang digunakan EM TANI, EM4 dll atau Biostarter dari Air Liur.

3. Semua bahan diaduk, kemudian dimasukan kedalam molter.

4. Fermentasi selesai setelah 2 minggu.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.