PADI BARU GH 02

MENGENAL PADI GH 02

Belum genap sekitar setahun yang lalu, saya pernah pernah berbicara via telepon dan juga via sms dengan mas avi. Salah satu bahan pembicaraan waktu itu adalah seputar “jenis padi” yang akan dijadikan “ikon” bersama dengan teman-teman di Oksigen Pertanian.

” mas avi, biasanya kan setiap negara/daerah punya ikon tentang jenis padinya. Thailand punya padi jasmine, jepang punya padi tertentu,,,”
” iya , mas nurman?”
” demikian juga, daerah tertentu juga punya ciri khas tentang padi tertentu, misalkan padi cianjur, padi rojolele, dll,,”

Waktu itu usul dari mas avi adalah, “bagaimana kalau padi GH02 mas?”

Kemudian mas avi menyebutkan ciri-cirinya padi GH 02 hasil silangan pribadinya,,,

Karena waktu itu, saya belum “mengenal lebih jauh” tentang padi ini, makanya saya belum mengambil keputusan antara mengiyakan atau menolaknya.

Dan waktu pun berputar,,,,

Sampai akhirnya Padi GH02 menjadi “primadona” dalam hal tonase !!!

Para Penanam Padi GH 02

Selain mas avi sendiri, yang pernah menanam dan sudah panen di areal persawahan adalah Mas Yuri dan Mas Efendy. Dalam skala padi di pot, setahu saya yang sudah menanam dan panen adalah mas alif. Saya juga telah tanam di dalam pot. Kalau pak ali, apakah sudah menanam dan sudah panen, saya belum tahu.

Saat ini -informasi yang saya dapat- cukup banyak petani yang sudah padi GH02 ini, hanya saja, mereka belum panen.

Hasil Panen Padi GH 02

Untuk saat ini, dari yang sudah menanam dan panen padi GH 02, hasil yang didapat boleh dibilang luar biasa. Dari informasi Mas Yuri didapatkan hasil sekitar 11 ton/ha. Ini berdasarkan hasil ubinan yang dikonversi ke dalam ton dalam satuan hektar.

Demikian juga dengan Mas Efendy. Dia menanam padi GH 02 seluas 5.000 m2. Di areal yang lain seluar 5.000 m2 ditanam padi cibogo sebagai pembanding.

Setelah panen, dan ditimbang dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) didapatkan hasil sbb :
– Padi GH 02 dengan luas 5.000 m2 didapatkan hasil 5,9 ton/ha atau 11,8 ton/ha
– Padi Cibogo dengan luas 5.000 m2 didapatkan hasil 2,9 ton/ha atau 5,8 ton/ha

Padahal, hasil yang didapatkan sebesar 11,8 ton/ha tsb di Musim Tanam Pertama (MT-1). Dimana di MT-1 tersebut, yang kita ketahui bersama, cuaca cukup ekstrim, hujan di atas normal,,,,,

Saya pun yang pernah menanam padi GH 02 di dalam pot sangat puas dengan tingkat kebernasan dan hasil yang didapat.
Kalau mas alif, saya belum tahu bagaimana hasilnya.

Ciri-ciri Padi GH 02

Berikut ini adalah ciri-ciri padi GH 02 yang saya dapatkan dari Mas Efendy.

ciri-ciri padi GH 02

sayang, gambar tsb kecil sehingga kurang bisa terbaca,,,

Berikut ini adalah gambar-gambar padi Gh 02 yang saya dapatkan dari Mas Efendy

GH 02 umur 90 hst

GH 02 90 hst

Padi GH 02 menjelang panen

gh02 jelang panen

Bagi teman-teman yang punya cerita dan pengalaman dengan padi GH 02, silahkan berbagi pengalaman di sini. tks

PADI LOGAWA VERSI BARU

PADI LOGAWA VERSI BARU

Sekitar 3,5 bulan yang lalu, saya pernah memesan kedelai hitam kepada mas suli. Jumlahnya sekitar 12 kg-an. Ketika paket pesanan kedelai tsb sampai di rumah, saya pun membukanya.

Ternyata, di dalamnya selain kedelai yang saya pesan, ada benih padi. Benih tsb tidak banyak, ada lah sekitar segenggam,,,

Benih padi itu adalah padi logawa. Padi logawa adalah salah satu primadona dalam hal tonase di daerah-daerah tertentu, terutama daerah Kebumen. Biarpun pera rasanya di mulut, tapi begitu “pulen” di kantong petani !!!

Sekali lagi, itu memang padi logawa, cuma benih padi logawa versi baru.

Padi Logawa Versi Baru

Versi baru bagaimana, mas nurman?

Menurut mas suli: umur padi logawa versi baru tsb lebih cepat panen beberapa hari dari padi logawa. Anakkan lebih banyak, batang lebih kokoh dan malai lebih panjang.

Melalui smsnya, dia menulis: “mas nurman, kalau malai padi logawa sekitar 27-an, kalau yang ini bisa mencapai 35″

Sekarang ini, tanaman padi logawa versi baru milik mas suli sudah keluar malai. Sepertinya sudah mulai dalam tahap pengisian bulir. Dan sebentar lagi akan panen.

Sayang, mas suli belum mengirimkan gambar-gambarnya.

Saya pribadi sudah melihat tanaman padi logawa versi baru tsb,,,,

PADI INPARI 23

MENGENAL POTENSI INPARI 23

Padi Inpari 23

Belum lama ini, saya bersama Haji Ely berkunjung ke rumah Haji Asmat. Tujuan kunjungan kami ke sana adalah ingin melihat penampilan padi inpari 23 . Kebetulan, padi inpari ini dalam beberapa hari ke depan akan dipanen. Padi inpari 23 merupakan salah satu padi aromatik yang dilepas pemerintah tahun 2012.

Saya juga pernah melihat penampilan fisik tanaman inpari 22 – 30 pada tahun 2012 di BB Sukamandi. Salah satunya adalah inpari 23 ini.

Bersama Ketua KTNA Jayanti

Sesampainya di sana, di rumah Haji Asmat, kami bertemu dengan ketua KTNA Kecamatan Jayanti Pak Purwa dan wakilnya. Setelah berbincang-bincang seputar persoalan pertanian, tak lama setelah itu kami menuju lokasi ditanamnya inpari 23.

IMG05435-20140326-1047

Menurut pak haji asmat, padi inpari 23 ini akan dipanen beberapa hari lagi. Sesampai di sawah, biasanya saya mengamati tanaman ini. Biasanya, kalau padi menjelang panen, yang pertama saya amati adalah daun bendera, posisi malai, panjang malai dan jumlah bulir.

Malai Padi

Secara pribadi, saya suka dengan penampilan padi ini. Daun bendera tegak panjang, posisi malai agak tertutupi daun bendera sehingga agak aman dari burung.

Untuk panjang malai sekitar 25-28 cm. Potensi jumlah bulir berdasarkan literatur dari Litbang Pertanian adalah 231 bulir.

Setelah menemukan apa yang saya cari, saya petik 2 malai istimewa dari padi inpari 23 ini , salah satu malainya saya hitung.

Malai Inpari 24

Setelah saya hitung, malai ini mempunyai pola malai sbb:
1- 31
2- 46 30 33.
3- 37 42 41 43
4- 36 39
5. 30
6. 29
7. 20
8. 17
9. 16
10. 12
Totalnya 502

Jumlah bulirnya bisa mencapai 502, bahkan mungkin ada bisa lebih dari itu. Tapi perlu diingat, ini hanya sebatas potensi saja. Bahwa tanaman ini punya potensi mengeluarkan jumlah bulirnya per malainya secara maksimal.

Malai Ideal
Di dalam areal sawah, saya pernah juga pernah mendapatkan malai yang ideal -menurut saya pribadi-. Malai ideal tsb menurut saya adalah panjangnya maksimal 30 cm, jumlah bulir mencapai 250 – 350 bulir per malai, bentuk gabah panjang lonjong, malai rapat sebab ranting malai panjang.

Nah malai inpari 23 ini bisa dibilang seperti pendapat saya, cuma sayang bulirnya tidak panjang lonjong, apalagi beratnya sekitar 26 gram per 1.000 butir.

Padi Aromatik

Kalau melihat kadar amilosanya sekitar 17 %, maka nasi ini sangat pulen. Apalagi, ada padi ini jenis aromatik. Maka bisa dibayangkan bila kita makan nasi ini dengan lauk ayam bakar,,,,

PADI VARIETAS GILIRANG

Di Indonesia, ada beberapa padi “AROMATIK” yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Padi-padi tsb antara lain : Padi Sintanur (2001), Padi Gilirang (2002), Padi Pandan Putri (2010), Padi Inpari 23 (2012), dll.

Pada kesempatan ini, saya akan memberikan informasi tentang padi gilirang. Padi Gilirang ini adalah salah satu tetua dari Padi Inpari 23. Sebab belum lama ini, saya berkesempatan melihat padi Inpari 23 di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.

Berikut ini adalah Deskripsi Padi Varietas Gilirang yang saya ambil dari Puslittan Bogor

Nama Varietas : Gilirang
Tahun : 2002
Tetua : B6672/Membramo
Rataan Hasil : 6 – 7.3 t/ha GKG
Karakter Khusus : Wangi sejak di pertanaman
Pemulia : Soewito Tj, Buang Abdullah, Bambang Kustianto
Penyakit : Tahan terhadap hawar daun bakteri (Xanthomonas oryzae) strain III, agak tahan strain IV, tetapi rentan strain VIII
Hama : Tahan terhadap hama wereng coklat (Nilaparvata lugens) biotipe 1, 2, dan 3
Anjuran tanam : Baik ditanam di lahan sawah dataran rendah sampai ketinggian 500 m dpl
Umur tanaman : 120 hari
Tinggi tanaman : 110 cm
Anakan produktf : 10 – 15 batang
Warna batang : Hijau
Warna kaki : Hijau
Warna daun : Hijau tua
Permukaan daun : Kasar
Posisi daun : Tegak
Posisi daun bendera : Tegak sampai miring
Warna telinga daun : Tidak berwarna
Warna lidah daun : Tidak berwarna
Bentuk gabah : Sedang
Warna gabah : Kuning bersih
Kerontokan : Sedang
Kerebahan : Tahan
Bobot 1000 btr : 28 gram
Kadar amilosa : 18.9%

 

APA ITU PADI HIBRIDA

PADI HIBRIDA: MENGENAL POTENSI DAN KARAKTERISTIKNYA

OLEH : EFENDY MANAN

 

 HIPA 5 CEVA Jika kita melihat foto disamping pasti sebagai petani tentu kita akan kagum akan sosok padi dengan malai super panjang dan jumlah bulir diatas rata-rata.Dibenak kita tentu terbersit jumlah panen diatas 12 ton GKP perhektar.Sebuah jumlah yang fantastis,jika  dirupiahkan maka per hektar kita akan membawa pulang tak kurang dari Rp.44 juta jika harga gabah per kwintalnya Rp.370.000,- Luar biasa bukan!!

Betul,sosok diatas adalah varietas padi Hibrida.Sebagai petani kita pasti mengenal dan pernah menanamnya di sawah.Walaupun tidak setenar “saudara tirinya” varietas padi VUB seperti Ciherang,mekongga,Cibogo,padi Hibrida lebih menawarkan potensi hasil yang tinggi.Tapi sayang,petani kita enggan menanamnya dan memilih “mengolah”nya menjadi nasi jika mendapat BLBU dari pemerintah.Ketakutan pada padi Hibrida tentu tidak sepenuhnya salah mengingat banyak cerita gagal dari pada suksesnya.Nah melalui Blog ini penulis mencoba mengupas padi hibrida tersebut.

Apa itu Padi Hibrida?

Hibrida secara definitif berarti turunan pertama (F1) antara persilangan 2 varietas yang berbeda.Varietas hibrida mampu berproduksi lebih tinggi dibandingkan varietas inbrida karena adanya pengaruh heterosis yaitu kecenderungan F1 lebih unggul dari kedua tetuanya.Kecenderungan ini muncul di semua tanaman,dan pada padi hibrida diharapkan dapat muncul pada potensi hasil.

Mengikuti kesuksesan jagung hibrida,di awal 1970 para pemulia mulai menerapkan metode ini pada padi untuk meningkatkan potensi hasil.Berbeda dengan Jagung yang bunga jantan dan betina terpisah,maka padi proses perakitan padi hibrida lebih rumit.Tanaman padi mempunyai bunga sempurna (organ jantan dan betina terletak dalam satu bunga yang sama).Karena itu tetua betina pembentuk padi hibrida harus harus memiliki sifat mandul jantan.

Secara umum perbedaan antara padi Hibrida dan Inbrida adalah sbb:

NO VARIETAS HIBRIDA VARIETAS INBRIDA

1

Komposisi genetik heterozigot homogen komposisi genetik homozigot homogen

2

Produksi benih dihasilkan dari persilangan Produksi benih dihasilkan dari penyerbukan
2 galur yang berbeda Sendiri

3

Benih yang digunakan untuk pertanaman Benih yang digunakan berupa benihturunan
konsumsi berupa benih F1 generasi lanjut / bukan F1

4

Ada keunggulan yang disebabkan oleh Tidak terdapat fenomena heterosis
fenomena heterosis

5

Tanaman lebih seragam Ketidak seragaman sangat mungkin terjadi

6

Hasil panen dari pertanaman sebelumnya Hasil panen dri pertanaman sebelum jika
  jika ditanam lagi akan bersegregrasi ditanam lagi tidak akan bersegregrasi

Satoto et al 2008

Karakterisitik Padi Hibrida

Vigor hibrida atau heterosis yang menjadi dasar keunggulan hasil hibrida sangat berperan pada fase pertumbuhan awal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keunggulan hasil varietas hibrida terhadap inbrida disebabkan produksi biomassa yang lebih tinggi.Hal ini disebabkan oleh perbedaan tingkat efisiensi translokasi cadangan “makanan” dari batang dan pelepah ke bulir gabah selama fase pematangan.

Syarat Tumbuh Padi Hibrida

Karena memiliki karakter fisiologis yang berbeda dengan padi Inbrida maka Padi Hibrida memerlukan kesesuaian tumbuh.Ini sangat penting dicermati sebelum kita menanamnya karena padi lebih menuntut kondisi yang sesuai dengan karakternya daripada padi Inbrida,juga kondisi lahan,cuaca,hama penyakit yang heterogen di Indonesia.Secara sederhana syarat tumbuh yang diperlukan Padi Hibrida adalah sbb:

SYARAT TUMBUH POTENSIAL KURANG POTENSIAL
Sawah Irigasi bebas Lahan irigasi teknis Lahan irigasi teknis yang
cekaman kekeringan yang dapat ditanami dapat ditanami 1 x setahun
dan banjir min 2 x setahun
Lahan subur tingkat Produktifitas > 4,5 ton Produktifitas < 4,5 ton
adopsi teknologi petani per hektar per hektar
tinggi
Rata-rata suhu harian Dataran  sedang Dataran rendah
28 C ,pembungaan 24-29 C
Bukan daerah endemis Aman Rentan serangan
WBC,HDB,Tungro

Nah,dari sekelumit paparan di atas penulis harapkan rekan petani dapat mengukur kesesuaian wilayahnya,pemilihan waktu tanam,cara budidayanya dll.Sehingga akan lebih optimal terhadap hasil panen dan kesan padi hibrida selalu merugikan dapat dihindarkan.

Semoga bermanfaat….

Sumber:

Padi Hibrida,BBpadi 2010

Daerah pengembangan dan Budidaya padi Hibrida,Balitpa 2010

BENIH YANG BISA DISELAMATKAN

Pada tulisan saya kali ini akan  kita ketahui dan kita hitung berapa selisih benih berlebihan yang dipakai oleh setiap petani. Bila kita asumsikan, ada 1.000.000 petani padi di indonesia yang menyebar benihnya tak sesuai anjuran, misalkan kelebihan rata-rata 5 kg saja. Maka potensi kerugian tersebut sekitar 5.000.000 kg atau 5.000 ton GKG ( Gabah Kering Giling ). Sebab benih yang dipakai dalam keadaan kering.

Berdasarkan data Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumbar bersama Kontak Tani Nelayan Indonesia (KTNA) Sumbar mengadakan di­s­kusi bertema Revitalisasi Budaya Pertanian Berbasis Lokal untuk Kesejahteraan Masyarakat di Sumatera Barat. Ketua SPI Sumbar, Sukardi Bendang menyebutkan, jumlah petani miskin di Indonesia mencapai 27 juta jiwa.
Kalau benar ada 27 juta petani tersebut maka potensi kerugian negara ini lebih besar lagi, sekitar 135.000 ton/musim. Bila dalam 1 tahun 2 kali tanam maka potensi kerugian 270.000 ton per tahun.

Tetapi ada cara lain menghitung potensi kerugian petani di indonesia dengan menghitung luas sawahnya. Berdasarkan data BPS 2011, luas sawah di Indonesia 7,7 juta ha. Sesuai anjuran dari pemerintah, kebutuhan benih 25 kg per hektar. Itupun menurut hitungan saya sudah tinggi, angka idealnya paling banyak 20 kg. Tetapi di lapangan akan lain, para petani memakai benih bisa 30-50 kg per hektar. Andaikan ada selisih 15 kg per hektar saja maka dengan luasan 7.700.000 hektar sawah di Indonesia maka potensi kerugian yang diderita bangsa ini mencapai 115.500.000 kg atau 115.500 ton per musim. Bila dalam 1 musim ada 2 kali tanam maka potensi kerugian mencapai 231.000 ton per tahun. Ini belum dihitung sawah darat dan sawah rawa. Angka tersebut mungkin mendekati angka 270.000 ton benih padi GKG.

Bila harga per oktober 2011 harga padi GKG mencapai 4.000 per kg maka dengan 270.000.000 kg benih yang berlebih itu didapatkan angka Rp. 1.080.000.000.000 rupiah. Atau 1,080 triliyun. Sejumlah nilai yang amat sangat besar,,,

Sebetulnya, dengan penambahan para penyuluh yang digaungkan kementan “setiap satu 1 desa 1 penyuluh” akan dapat meredam atau mengurangi potensi kerugian ini. Dan gaji untuk para penyuluh saya rasa tak begitu berarti dibandingkan dengan hilangnnya uang rakyat petani kita secara tak sadar,,,

CIRI-CIRI BENIH BERMUTU

Ketika ada petani ditanya mengenai benih unggul maka salah satu jawabannya adalah “tumbuhnya bagus”. Apakah itu betul ?

Sebelum saya menjawabnya, harus kita bedakan dulu arti benih unggul dan bibit unggul. Saya akan jelaskan beda benih dan bibit.

Padi disebut benih bila masih dalam bentuk gabah, sedangkan bibit adalah gabah yang telah tumbuh, bisa di areal persemaian atau di tempat lainnya seperti di tanam di besek, di ember dll

Jadi untuk Benih Unggul di sini, kita melihat dari segi gabahnya. Jadi Ciri-ciri benih bermutu adalah pertama, benih tersebut diketahui varietasnya dan bersertifikat atau berlabel. Kedua, tingkat kemurniannya mencapai 98%. Ketiga, Daya tumbuhnya di atas 80%. Keempat, bernas dan seragam. Kelima, Potensi hasilnya tinggi. Keenam, sehat artinya bebas dari infeksi jamur dan bersih dari hama . dll

Sehingga apabila benih bermutu tsb ditanam akan menghasilkan bibit bermutu dengan ciri-ciri sebagai berikut :
• Pertumbuhan bebit seragam.
• Menghasilkan bibit yang sehat dengan akar yang banyak.
• Ketika bibit dipindah, tumbuh lebih cepat, kokoh dan menghijau
• Tahan hama dan penyaakit
• Produktivitas tinggi, sehingga meningkatkan pendapatan petani.
• dll

Dengan pemahaman ini, maka dapat kita bedakan istilah benih unggul dan bibit unggul. Semoga,,,

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.