PGPR PUTRI MALU

PGPR DARI AKAR PUTRI MALU

Oleh : Efendy Manan

Waktu saya kecil,saya sangat membenci tanaman yang satu ini jika sedang bermain layang-layang atau sepakbola di lapangan dekat balai desa.Ini karena duri-durinya yang tajam terasa nyeri  jika tidak sengaja terinjak kaki.Apalagi populasi tanaman ini begitu banyak sehingga mengganggu keasyikan saya bermain.Tanaman itu adalah Putri malu atau dikenal dengan nama latin Mimosa Pudica,merupakan tanaman perdu pendek suku polong-polongan yang berasal dari dataran Amerika Tropis.Tersebar di seluruh wilayah  Asia dan banyak menempati padang rumput,savana dan semak belukar dengan ketinggian 1-1200 m dpl.Namun apakah selama ini kita menyadari bahwa si putri malu memiliki banyak manfaat bagi petani?

Mikroba Akar Putri Malu

Jika kita perhatikan tumbuhan putri,ada fakta yang menarik yaitu pertama,putri malu sangat invasif terhadap tanaman lain dalam suatu ekosistem dimana dia hidup.Artinya,putri malu berkembang sangat cepat  melebihi  populasi tanaman lain.Kedua,putri malu tahan terhadap cekaman abiotik,bisa kita perhatikan dia lebih tahan terhadap kekurangan air daunnya pun selalu nampak hijau royo-royo disaat kemarau panjang sekalipun .Seandainya kita tebangpun putri malu akan cepat kembali survive.Dari fakta tersebut dapat kita maknai,pasti ada sesuatu yang luar biasa di area perakaran  sehingga mampu memberi “hidup” bagi si putri malu.

Jika menilik dari sukunya,tumbuhan putri malu termasuk saudara jauh dari kedelai,kacang tanah dan kacang hijau yang memiliki “pabrik pupuk” berupa bintil-bintil akar.Dalam bintil-bintil akar tersebut bermilyar-milyar konsorsium koloni mikroba bersimbiosis mutualisme  dengan akar putri malu.Dalam beberapa literatur jenis mikroba yang ada dalam rizosfer akar putri malu sbb:

Rhizobium:Adalah bakteri gram negatif aerob dalam suku Rizhobiaceae yang bersimbiosis dengan inang tertentu seperti pada tumbuhan suku leguminosa dan kacang-kacangan.Mikroba ini menginfeksi akar sehingga timbul bintil-bintil.Beberapa penelitian melaporkan rizhobium mampu menambat nitrogen,melarutkan fosfat dan kalium sekaligus.Sehingga karena faktor inilah tanaman putri malu begitu tangguh dan selalu nampak hijau walau dalam kondisi tanah yang kritis sekalipun.

Bacillus sp:Adalah jenis bakteri yang “numpang hidup” pada rizosfer akar.Salah satu manfaat bakteri ini adalah kemampuannya untuk melarutkan fosfat dan kalium serta menghasilkan zpt pemacu pertumbuhan tanaman,juga menekan perkembangan mikroba patogen.

Pseudomonas putida:Adalah salah satu strain Bakteri Pseudomonas sp  yang biasa menghuni rizosfer akar.Bukti ini dikuatkan oleh penelitian Ir.Yenny Wuryandari MP ketika menyampaikan disertasinya untuk memperoleh gelar doktor ilmu pertanian di UGM Yogyakarta yang menyebutkan Pseudomonas putida yang disolasi dari perakaran putri malu mampu menekan serangan penyakit layu bakteri yang disebabkan bakteri Ralstonia Solanacearum pada tembakau di Sumatera Utara.

Actinomycetes:Adalah bakteri yang dikenal memiliki kemampuan menghasilkan antibiotik terhadap beberapa jenis bakteri patogen tular tanah.Bakteri ini banyak hidup sekitar perakaran tumbuhan berakar serabut termasuk tumbuhan putri malu.Seperti yang dilaporkan dalam penelitian Rachdia cit hashim tahun 2003 tentang actinomycetes yang hidup dalam perakaran putri malu.

Cara perbanyakan PGPR Putri Malu:

Bahan-bahan yang disiapkan:

  1. Segenggam akar putri malu+tanah masukkan dalam 400 cc air mineral,diamkan 3 hari.
  2. Kedelai : 250 gram
  3. Gula pasir : 1 sendok makan
  4. Udang rebon : 1 sendok teh atau jika tidak ada bisa pake terasi 40 gram
  5. Air mineral : 1,5 liter

Cara pembuatan :

1.    Rebus semua bahan diatas selama 20 menit,dihitung dari pertama kali mendidih.

2.    Saring dan masukkan air rebusan kedalam wadah/jerigen yang steril

3.    Tunggu sampai dingin kurang lebih 24 jam.

4.    Masukkan air yang berisi inokulan PGPR dalam larutan media biak dan tutup rapat.

5.    Goyang-goyang media sesekali agar mikroba cepat berbiak.

6.    Buka tutup jerigen jika penuh dengan gas.

7.    PGPR jadi jika berbau harum khas tapai dan jerigen sudah tidak kembung lagi +- 7hari.

 

CARA APLIKASI :

1.   Bisa dikocor ke pangkal batang dengan dosis 10 cc/liter air.

2.   Sebagai aplikasi rendam benih lombok dll.dengan dosis seperti diatas.

3.   Interval pengocoran 1-2 minggu sekali.

4.   Bisa dikocor ke lahan sawah 3 hari sebelum benih ditanam

 

Selamat Mencoba

 

BUDIDAYA PADI SUPER

Sekarang ini, terus bermunculan padi-padi super dengan malai yang panjang. Malai panjang ini jelas berisi bulir-bulir gabah yang banyak pula. Kisaran bulirnya rata-rata di atas 300-350/malai. Padi-padi tsb antara lain : Padi Sertani, Padi Bunda, Padi Parikesit, Padi Sapurta, Padi B3, dan padi-padi lainnya.

Padi-padi jenis ini, jelas membuat masyarakat tani akan tergiur untuk  menanamnya. Hal ini karena jumlah bulir yang banyak di dalam malainya. Ada sebagian dari petani yang seakan berlomba tuk membeli sebagian dari jenis padi-padi  tsb.  Walaupun harga benih padi tsb dijual dengan harga yang mahal.

Setelah ditanam, sebagian besar kecewa dengan hasilnya. Mengapa? sebab mereka berfikir padi super tsb aka menghasilkan panen yang berlimpah dengan perlakuan yang sama dengan mereka tanam padi seperti ciherang.

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menuliskan bagaimana cara budidaya Mas Supangat yang menanam Padi Punda. Dengan cara tsb, padi bunda yang dihasilkan bisa dipanen sesuai potensi padi bunda.

Nah, kali ini saya akan menuliskan cara budidaya padi super yang dilakukan Pak Edi Sutopo, petani asal Ngawi Jawa Timur. Pak Sutopo, begitu sapaannya, akan bercerita tentang bagaimana cara budidaya padi B3 plus padi bunda.

Cara Budidayanya

Saya sempat berbincang dengan Pak Sotopo, mengenai cara budidaya padi super terutama padi B3. Saya tanyakan, ada sebagian petani yang kecewa dengan hasil padi super tsb. Kok tidak sesuai harapannya. Bisa jadi, cara budidaya padi super tsb diperlakukan sama dengan padi lainnya.

“secara logika, jelas beda. Padi jenis ini jelas membutuhkan perlakuan khusus. Harus ada nutrisi lebih,,,, ” kata Pak Sutopo

Dengan cara budidaya yang dilakukannya, padi B3 yang ditanam ada yang menghasilkan malai dengan jumlah bulir sebanyak 600. Dan hebatnya, jumlah gabah bernas mencapai 80 %.

Bagaimana cara budidayanya ? nanti akan saya jelaskan. Insya Allah. Bersambung,,,,,

APA ITU PGPR

MEMBUAT PGPR ALA PETANI NGANJUK

Oleh : Efendy Manan

Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan berbincang-bincang dengan seorang sahabat  petani . Beliau rupanya telah lama menerapkan tata kelola pertanian organik di Nganjuk yang merupakan salah satu sentra penghasil hortikultura utama di Jawa timur.

Nah,selain Pesnab dan kompos beliau juga memanfaatkan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) untuk memacu pertumbuhan dan memproteksi  tanamannya dari serangan mikroba patogen tular tanah. Bahan utamanya pun mudah dan melimpah di sekitar kita yaitu akar bambu sebagai sumber inokulum mikroba rizosfer. Namun uniknya,ada yang sedikit berbeda dalam meramu bahan PGPR…Dalam blog ini saya mencoba merangkum resep yang diberikan beliau.

Bahan- bahan :

A.MEDIA INOKULUM:

  1. 1 genggam akar bambu beserta tanah,masukkan dalam air mineral 400cc .biarkan selama 3 hr.simpan di tempat yang sejuk.

B.MEDIA PEMBIAKAN (SEBAGAI BABONAN)

1. Biji kedelai                      : 250 gram

2.Udang rebon                  : 1 sendok teh

3.Gula pasir                        : 1 sendok makan

4. Garam grosok               : 1 sendok makan

5. Air                                      : 1,5 liter

CARA PEMBUATAN :

1.Rebus semua bahan diatas selama 20 menit,dihitung dari pertama kali mendidih.

2.Saring dan masukkan air rebusan kedalam wadah/jerigen yang steril

3.Tunggu sampai dingin kurang lebih 24 jam.

4.Masukkan air yang berisi inokulan PGPR dalam larutan media biak dan tutup rapat.

5.Goyang-goyang media sesekali agar mikroba cepat berbiak.

6.Buka tutup jerigen jika penuh dengan gas.

7.PGPR jadi jika berbau harum khas tapai dan jerigen sudah tidak kembung lagi +- 7hari.

CARA APLIKASI :

1.Bisa dikocor ke pangkal batang dengan dosis 10 cc/liter air.

2.Sebagai aplikasi rendam benih lombok dll.dengan dosis seperti diatas.

3.Interval pengocoran 1-2 minggu sekali.

Selamat Mencoba.

MOL BUAH-BUAHAN

Sepulang dari kantor yang bernama BPP, Pak Ahmad langsung menuju rumah. Di tengah jalan yang dilewati banyak sekali penjual mangga. Dengan mengeluarkan 15 ribu, dia dapatkan 2 kg mangga.

Setelah sampai di rumah, dia ganti pakaian. Mangga yang dibelinya diberikan sang istri. Tak lama kemudian, mangga yang dibelinya sudah dikupas oleh istrinya.

Sang istri sudah tahu kebiasaan sang suami, kulit mangga dan bijinya tak dibuang. Kulit mangga tsb diblender. Setelah halus, kemudian dimasukan ember. Biji mangga yang masih terdapat sisa-sisa buah juga dimasukan ke dalam ember tsb.

Karena dirumah ada sisa pepaya yang tersisa, pepaya tsb juga diblendernya. Dan dijadikan satu didalam ember tsb.

Setelah itu, segera pak Ahmad mengambil ember tsb. Dan diletakkan di halaman belakang. Rencananya, dia ingin membuat MOL dari buah-buahan.

Bagaimana caranya???

Setelah di dalam ember terdapat sisa buah-buahan yang diblender. Siapkan pula: 3 liter air cucian beras, 2 liter air kelapa. 1/4 kg gula jawa yang diiris tipis-tipis.

Semua bahan tsb dimasukan kedalam ember. Diaduk sampai rata. Karena dirumahnya terdapat POC M-BIO, maka dimasukan 1 tutup botol M-BIO. Dan diaduk kembali sampai rata. (Bila tak ada POC, juga tidak apa-apa).

Ember yang berisi racikan calon MOL buah-buahan tsb ditutup kembali hingga rapat.

Keesokan harinya, sebelum kerja, dibuka kembali ember tsb. Kemudian diaduk beberapa menit. Fungsinya: mengeluarkan gas dan menurunkan suhu. Selanjutnya, ember tsb ditutup kembali.

Selama 7 hari, kegiatan membuka ember dan mengaduknya, maka MOL sudah jadi. Dan siap diaplikasikan sebagai pupuk.

Biasanya, MOL dari buah-buahan sangat baik bila diberikan pada tanaman (padi) bila sudah memasuki usia generatif. Apalagi bila malai padi sudah keluar. Pengisian bulir padi akan lebih maksimal,,,

MOL DARI KEONG MAS

Keong Mas

Bicara musim hujan, biasanya yang akan menjadi salah satu kendala di sawah adalah keong mas. Saya sudah menulis tentang keong mas, tapi pada kali ini akan menulis kegunaan lain dari keong mas.

Apa itu?

Ini terinspirasi dari tulisan Bapak Sobirin, padi raksasa dalam karung goni/rami dengan hasil 0,7 kg. http://clearwaste.blogspot.com/2008/08/padi-raksasa-dalam-karung.html

Memang untuk ukuran karung goni jadul tsb, dengan diameter 60 cm dan tinggi 60 cm termasuk besar. Tanah dan kompos yang ditambahkan kedalam karung tsb juga banyak. Bisa mencapai 25 kg-an.

Tapi, sebanding dengan hasilnya: 0,7 kg/karung.

Bila hasil tsb ( 0,7 kg/tanaman ) diasumsikan ke lingkungan sawah dengan jarak tanam 30 x 30 cm, dengan hasil tsb akan didapat angka fantastis: 77,7 ton/ha !!!

Bila jarak tanam dilebarkan sedikit 30 cm x 35 cm maka akan didapat hasil panen yang masih fantastis juga: 66,66 ton/ha.

Kalau jarak tanam diperlebar lagi dengan 35 cm x 35 cm maka didapat hasil panen: 57,142 ton/ha.

Bagaimana kalau jarak tanam 40 cm x 40 cm ya? tetap saja hasilnya masih diluar perkiraan: 43,75 ton/ha.

Cukup dulu soal jarak tanam,,,

MOL yang digunakan

Sebetulnya, di tulisan ini saya ingin membahas tentang MOL yang digunakan pak Alik Sutaryat tsb. Setiap 3 hari sekali padi dalam karung tsb diberikan MOL yang diencerkan.

Ternyata, MOL tsb berasal dari keong mas + isi bernuk ( buah maja ) + dicampur air kelapa.

Sayang, dari tulisan tsb tidak diberikan gambaran yang rinci bagaimana cara membuat MOL tsb versi pak Alik Sutaryat.

MOL Keong Mas Cara Lain

Apakah hanya cara tsb cara membuat MOL dari keong mas? tentu saja tidak.

Masih banyak cara membuat MOL dari keong mas. Coba saja seach di google: MOL dari koeng mas. Maka akan banyak didapatkan cara pembuatan dengan komposisi atau bahan-bahan yang lain. Dan tentunya ada teknis cara pembuatannya.

Biasanya, cara pembuatan MOL tsb disesuaikan dengan pengalaman mereka masing-masing. Tapi ada juga  penulis yang copy paste dari tulisan orang lain.

Begini cara pembuatan MOL dari keong mas

- Sediakan 2 kg keong mas (tumbuk sampe hancur,  sehancur-hancurnya)

- air kelapa 5 liter

- air cucian beras 5 liter

- gula merah 1/2 kg ( diiris tipis-tipis )

Semua bahan dimasukan ke dalam ember. Kemudian, ember ditutup dengan kertas koran. Diletakkan di tempat teduh. Biarkan selama 10-14 hari.

Biasanya, kalau sudah jadi, MOL tsb akan terasa wangi seperti POC.

Tapi, bagaimana bila air MOL tsb bau?

Jangan panik. Jangan dibuang MOL tsb.

Tambahkan lagi 1/2 kg gula merah. Gula merah tsb diiris tipis-tipis. Dan dimasukan ke ember. Kemudian diaduk sampe rata. Biarkan selama 10 hari,,,

DECOMPOSER BUAT JERAMI PADI

TIPS MEMBUAT DECOMPOSER  JERAMI

Oleh Efendy manan

Sebagai petani,setelah ritual panen kita sering dipusingkan dengan yang namanya jerami.Ada sebagian petani yang langsung membakar jerami miliknya, dijual ke pengepul jerami untuk pakan ternak,ditumpuk begitu saja  dll. Intinya Jerami dianggap sampah yang dibenci dan lebih baik dimusnahkan.

Pernah saya  bertandang ke teman petani yang menjual jeraminya.Setelah saya terangkan kegunaan jerami,beliau malah beralasan tidak ada waktu, repot, jadi sarang tikus dan mengurangi luas areal sawah karena jerami ditumpuk!!!.

Ironis memang  jika melihat begitu besar manfaat jerami bagi sawah kita. Pernahkah kita melihat tanaman padi kita yang tumbuh lebih subur disekeliling tumpukan jerami???

Kejadian tersebut diatas memang menjadi masalah jika tidak ditangani dengan baik .Cara terbaik untuk mengolah jerami yaitu dengan memanfaatkan jasa Mikroba pengurai atau yang lebih keren disebut DECOMPOSER. Saya akan memberikan sedikit pengalaman bagaimana membuat decomposer dengan mudah, murah dan berdaya guna yaitu membuat MOL. Ada beberapa  jenis  MOL yang bisa dibuat dengan bahan yang murah meriah sbb:

1.MOL  RUMEN SAPI.

Rumen adalah bagian pencernaan sapi,didalamnya terdapat bermilyar2  bakteri  lactobacillus yang tugasnya mengurai sellulosa. Diperoleh di RPH secara gratis. Caranya sebagai berikut:

1.Rumen sapi yang masih segar dari RPH  1kg,peras dan ambil airnya saja.

2.Air kelapa 2 liter.

3.Air cucian beras 2 liter.

4.Gula kelapa/aren  250 gram.

Semua bahan diatas dicampur dan dimasukkan di wadah tertutup anaerob selama 14 hari. MOL akan jadi jika berbau harum.diaplikasikan dengan dosis 250 cc per tangki.

2.MOL  TAPE.

Tape singkong  atau peuyem mudah dijumpai disekitar kita,baik di pasar tradisional maupun dijajakan keliling.Bahan ini pun bisa kita jadikan decomposer. Sbb:

1.Tape singkong  500 gram

2.Air kelapa 3 liter

3.Air  cucian beras 2 liter

4.Gula kelapa/aren 250gram

Cara membuat: masukkan semua bahan tadi ke dalam jerigen tapi JANGAN ditutup rapat.Fermentasi dinilai berhasil jika dalam 7 hari ditandai dengan aroma alcohol yang menyengat.Semprot ke jerami  dengan dosis 250 cc per tangki.

NB:KEDUA MOL DIATAS BISA DICAMPUR PADA SAAT APLIKASI DENGAN PERBANDINGAN 1:1  DOSIS 1 GELAS /250 CC PER TANGKI.

Semoga bermanfaat…

CARA MEMBUAT MOL

Apa itu MOL ?

MOL adalah singkatan dari Mikro Organisme Lokal. Kalau Mikro Organisme, kita sudah paham pengertiannya. Untuk Lokal, adalah banyak pengertian. Lokal bisa diartikan “dibuat sendiri”. Jadi pengertiannya MO yang kita buat sendiri. Boleh dibilang, yang membuat MOL tsb adalah formulator.

Lokal, bisa juga diartikan organisme yang berada di daerah/di lingkungan kita. Jadi, mikro organisme tsb adalah MO yang sudah beradaptasi dengan baik di sekitar lingkungan kita.

Fungsi MOL

Pada tulisan sebelumnya, saya sudah menjelaskan bahwa dengan MOL dan Pupuk Kompos  buatan sendiri, petani SRI Organik dapat berbudidaya padi tanpa pupuk kimia. Dan, hasil  panennya sangat tinggi.

Menurut saya, langkah awal untuk memulainya adalah membuat MOL. Dari MOL inilah, dapat digunakan untuk membuat pupuk kompos. Dalam hal ini MOL bisa disebut sebagai starter/decomposer.

Dan juga MOL dapat digunakan sebagai pupuk cair pada aplikasi pemupukan. Bisa juga MOL sebagai ZPT (Zat Perangsang Tumbuh). Selain itu, MOL dapat juga sebagai pengurai atau “pabrik pupuk” sehingga unsur hara dapat diserap oleh akar tanaman.

Bahan Utama Pembuatan MOL

Untuk memahami cara pembuatan MOL, ada beberapa poin yang harus dipahami terlebih dahulu. Minimal, ada 3 poin yang harus ada dalam pembuatan setiap MOL.

  1. Ada Bahan Yang Akan Digunakan

Apa bahan tsb? Sangat banyak. Dan tersedia di sekitar lingkungan kita. Bahan-bahan ini dapat dikatagorikan ke dalam tahapan/fase pertumbuhan tanaman

Pertama, Dominan unsur N : Rebung, Daun Gamal, pucuk-pucuk daun, dll.

MOL ini sangat baik, untuk pertumbuhan vegetatif awal tanaman.

Kedua, unsur N dan P agak berimbang : bonggol pisang, keong mas, buah-buahan, limbah dapur, dll

MOL ini sangat baik, untuk pertumbuhan vegetatif susulan tanaman.

Ketiga, Dominan unsur P : batang pisang, biji coklat, dll

MOL ini sangat baik, untuk aplikasi masa primordial tanaman.

Keempat, Dominan unsur K : sabut kelapa, amplas teh, dll

MOL ini sangat baik, untuk aplikasi pengisian bulir.

2. Ada Bahan sebagai Sumber Karbohidrat

Dari bahan-bahan tsb, nantinya akan muncul MO. Nah, MO ini butuh “makanan” untuk mengolah bahan-bahan tsb. Oleh sebab itu, diberikan sumber karbohidrat tsb.

Sumber karbohidrat tsb bisa berupa : air cucian beras (lira), dedak, nasi, gabah/beras yang ditumbuk, jagung yang dihaluskan, dll

3. Ada Bahan sebagai Sumber Energi

Untuk sumber energi ini, biasa dalam bentuk bahan-bahan yang manis. Misalnya: molase/tetes tebu, gula merah, gula aren, gula pasir, air kelapa, isi buah maja matang, batang tebu, dll

Makanya, ada membuat MOL keong mas, bahan utamanya ada 3 saja: keong mas, air cucian beras dan buah maja. Tapi, ada juga yang menggunakan : keong mas, air cucian beras, air kelapa dan gula merah.

Masalah takaran disesuaikan dengan formulator sendiri (kita sendiri). Semakin sering membuatnya, akan paham takaran bahannya. Intinya: semakin pekat MOL akan semakin baik,,,

Oleh sebab itu, bahan-bahan tsb di atas, disesuaikan dengan apa yang ada di sekeliling atau lingkungan hidup kita.

Bahan-bahan tsb mudah didapatkan dan murah. Apalagi, bila kita tinggal ambil saja alias gratis tis tis.

Bagaimana Proses Pembuatannya

Apabila kita ingin membuat MOL, kita siapkan semua bahan tsb. Kemudian dimasukkan ke dalam ember. Nah, dalam proses ini, sepengatahuan saya, ada 3 cara perlakuan yang bisa digunakan :

Pertama, semua bahan dimasukkan ke dalam ember/wadah tertutup. Bila demikian, formulator MOL harus tiap hari mengaduk isi MOL tsb. Biasanya, dilakukan tiap pagi. Masalah waktu, terserah yang buat MOL.

Kegiatan ini harus dilakukan sekitar 10 hari. Dan biasanya, setelah 14 hari proses ini sudah selesai.

Kedua, semua bahan dimasukkan ke dalam ember/wadah yang bagian atasnya ditutup pakai kertas koran. Tujuan penutupan ini, agar MOL yang kita buat tidak kemasukan lalat atau serangga lainnya.

Dengan demikian, sang formulator tidak perlu mengaduk proses pembuatan MOL tsb. Biasanya, setelah 14 hari proses pembuatan MOL  ini sudah selesai.

Ketiga, semua bahan dimasukkan ke dalam ember/wadah tertutup. Cuma, bagian atas penutup diberi lubang. Lubang ini nantinya akan dimasukan selang kecil. Selang ini akan dihubungkan dengan botol bekas air mineral yang berisi air.

Tujuannya agar suhu/panas dan gas yang dihasilkan dalam proses pembuatan MOL ini disalurkan lewat selang tsb ke dalam botol tsb. Dengan cara ini, sang formulator MOL tak perlu mengaduk proses pembuatan MOL tsb.

Saya pribadi, lebih suka cara pertama. Sebab kita akan melihat sendiri dan mengetahui  proses pembuatan MOL dari awal hingga jadi.

Semoga,,,

NB : Mohon koreksi bila ada yang perlu diperbaiki. Terima kasih.

APA ITU PUPUK ZA

MNEGENAL PUPUK ZA

Ayo kita membahas ap itu pupuk ZA ? apa kandungan pupuk ZA ? Apa kegunaan pupuk ZA bagi tanaman terutama pada tanaman padi.

Pupuk ZA : Adik Pupuk Urea

Pupuk ZA dikenal dengan sebutan pupuk Amonium Sulfat. Pupuk ZA ini mengandung 21 % hara makro N dan 24 % sulfur. Dengan melihat kandungan hara makronya maka pupuk ini dikatagorikan dalam pupuk tunggal.

Pupuk ZA, dengan melihat hara makro N nya bisa dikatakan “adik’ dari pupuk Urea. Kalau pupuk ZA hara makro N nya 21 % sedangkan pupuk Urea sekitar 46 % hara N.

Rumus Kimia Pupuk ZA

Nama lain dari pupuk ZA adalah Amonium Sulfat. Rumus kimia Amonium Sulfat adalah (NH4)2SO4. Kelebihan pupuk ini adalah terdapat kandungan sulfur di dalamnya. Bahkan kandungan sulfur lebih besar dari hara N. Dengan adanya unsur sulfur, pemakain pupuk ZA, sangat baik diberikan pada awal tanam.

” tapi Mas Nurman, mending pake pupuk urea, 2 atau 3 hari tanaman dah kelihatan hijaunya. Kalau pake ZA bisa 6-7 hari baru kelihatan hijau”

” betul pak, tapi di pupuk ZA terdapat unsur lain (pupuk lain). Tanaman akan tumbuh lebih bagus perkembangannya. Lebih stabil daya serap tanaman”

Artinya bila pakai pupuk ZA, daya serap tanaman akan lebih lama,sehingga hijau daun bertahan lebih lama bila dibandingkan urea.

Pembicaan berlanjut,,,

” ada lagi kelebihan pupuk ini, Mas Nurman?”

” iya pak, belerang dalam pupuk ZA sangat membantu perkembangan pucuk, akar dan anakan. Dan yang lebih penting hal ini,,, “

” teruskan, mas”

” bila sawah bapak kekurangan unsur belerang maka umur tanaman padi bapak akan lebih lama”

Dengan demikian, saya lebih suka mengatakan dan menyarankan kepada petani : gunakan pupuk ZA untuk pemupukan awal tanam. Dengan alasan di atas.

Pemahaman Pupuk

Dalam  berbagai kesempatan berinteraksi dengan petani, saya selalu memberikan pemahaman bahwa pupuk bagi tanaman seperti makanan bagi perkembangan anak kecil.

Supaya pertumbuhannya bagus, anak kecil harus makan minimal Nasi, Sayur Mayur dan Lauk Pauk. Nasi bagi tanaman adalah pupuk Urea/ZA, sayur mayur ( Fosfat :SP36/TS ) dan Lauk Pauk ( Kalium :KCL/ZK).

Bagaimana kalau anak kecil makan nasi saja dalam hidupnya? apakah dia akan tumbuh dengan sempurna?

Demikian pula, bila tanaman padi diberikan urea saja? apakah akan tumbuh sempurna? jelas tidak. Oleh sebab itu, pemerintah meracik pupuk majemuk/lengkap. Seperti : NPK Kujang, NPK Ponska, NPK pelangi dll. Supaya tanaman tumbuh sempurna dan menghasilkan hasil bagus.

Pupuk ZA sebagai Subsitusi Urea

Dengan pemahaman di atas, bila tak ada pupuk urea maka pupuk ZA bisa dijadikan penggantinya.

Saya pernah bertanya sama penjual pupuk bersubsidi, “apakah pupuk urea ada?”

” kosong, mas”

” kalau pupuk ZA ada pak?”

” ada, lumayan banyak mas”

Jadi, bila tak ada pupuk urea di toko petani tak membeli urea. Padahal pupuk ZA ada. Hal ini disebabkan karena banyak petani yang belum mengetahui manfaat pupuk ZA ini.

Perbandingan Pupuk Urea dengan Pupuk ZA

Dengan melihat kandungan hara makro N nya, maka dapat dihitung berapa persamaan antara pupuk urea dan pupuk ZA.

Dalam 100 kg urea setara dengan 219 kg pupuk ZA. Digenapkan jadi 210 kg

Jadi 100 kg urea = 210 kg ZA

Ini hitungan hara makro N nya. Tanpa melihat unsur lain dalam pupuk ZA

Tetapi dengan adanya unsur lain seperti sulfat di dalam ZA  menurut saya perbandingan di atas tak seperti tsb, bisa jadi 100 kg pupuk urea setara dengan 160 kg ZA.

Pupuk ZA/Urea ada Dalam Pupuk NPK Majemuk

Pada tulisan materi SL PTT Padi, saya sudah jelaskan bahwa pupuk ZA/Urea terdapat pada pupuk majemuk seperti : NPK Kujang, NPK Ponska dan NPK Pelangi.

Dalam 1 karung NPK kujang terdapat 32,6 kg Urea/71,4  kg ZA, 8,33 kg SP36 dan 6,66 kg KCL.

Dalam 1 karung NPK Ponska terdapat 16,3 kg Urea/35,7 kg ZA, 20,5 kg SP36 dan 12,5 kg KCL.

Dalam 1 karung NPK Pelangi terdapat 21,73kg Urea/47,6 kg ZA, 13,89 kg SP36 dan 8,33 kg KCL.

MATERI SL PTT PADI

MATERI SL PTT TANAMAN PADI
Tulisan ini diambil dari blog Nurman Ihsan, bisa baca disini Ringkasan Materi SL PTT Padi

• APA ITU SL PTT ? Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu
• KATA-KATA KUNCI : Sekolah Lapang, Kelola, Tanaman dan Terpadu
• PAKET TEKNOLOGI : BENIH UNGGUL , PENGOLAHAN LAHAN, PERSEMAIAN, SISTEM TANAM, PENGAIRAN BERSELANG, PEMUPUKAN DAN PENYIANGAN, POPTT serta PANEN DAN PASCA PANEN

• PEMAHAMAN BUAT PETANI

- Jelaskan kalau selama ini banyak Tanah Sawah Sakit ( kurang bahan organik, pupuk kimia tinggi dan pestisida tinggi) maka jadikan Tanah Sawah Sehat. Di samping itu, yang membuat tanah sehat adalah melakukan pengaturan pola tanam. Bisa padi-padi-palawija atau padi-palawija-padi.

Banyak keuntungan yang didapat antara lain, memutus siklus hama dan penyakit, mengistirahatkan tanah, bisa menambah hara dalam tanah (bila ditanam leguminosa seperti kacang tanah, kedelai, dll ) sebab akarnya dapat mengikat hara N),  dll. Tapi prakteknya, jarang petani yang menerapkan pola tanam ini.

- Jelaskan Cara Memperbaiki  Pengolahan Lahan . Bagaimana? Jerami/sekam dikembalikan lagi ke sawah,  berikan Bahan Organik ( pupuk kandang )  minimal 1-2 ton/ha supaya tanah gembur, mudah dibelah, C organik tinggi di atas 3 %, pertukaran oksigen lancar, dll. Berikan kesempatan tanah untuk istirahat, jangan langsung selesai dibajak kemudian 1-3 hari langsung ditanam.

- Jelaskan pula tanah sawah miskin unsur hayati maka tambahkan unsur Mikro Organisme  dan POC ( Pupuk Organik Cair )seperti EM4, Organox, dll (menambah unsur hayati dan membantu penyerapan hara)

- Jelaskan mengapa selama ini Bibit-Bibit Padi yang dihasilkan kecil maka jadikan bibit yang tumbuh besar dan sehat. Caranya : Pakai Benih Bermutu, Perbaikan Tempat Pembibitan, Sistem Tanam yang sehat dan Melakukan Pengairan Berselang.

- Jelaskan mengapa anakan padi sedikit, hama mudah berkembang, produksi kurang maksimal. Maka rubah sistem tanam yang acak-acakan dengan cara yang berbaris dan teratur. Bisa pakai sistem tanam tandur jajar dan Legowo. Jelaskan manfaat sistem tanam ini.

Lakukan Pengoyosan minimal 3x dalam 1 musim tanam. Sebab dengan pengoyosan yang baik akan memutus akar. Dengan putusnya akar maka akan menghasilkan anakan baru.

- Jelaskan PEMUPUKAN yang berimbang sebab pupuk adalah makanan tanaman. Berikan informasi Jenis-Jenis Pupuk, Dosis Pupuk, Aplikasi Pemupukan, dan Cara Menghitung NPK ke dalam pupuk tunggal.

- Jelaskan metode POPTT ( Pengendalaian Organisme Pengganggu Tanaman Terpadu). Berikan pemahaman bahwa yang disebut pengendalian ada tahapannya : pra- serangan, pasca serangan (pertama, pakai pestisida organik. Kedua, pakai pestisida anorganik). Kenalkan apa itu musuh alami, jenis-jenis musuh alami, dll.

Sebagai contoh untuk hama keong mas, perlu tahapan-tahapan untuk mengendalikannya.

- Jelaskan panen dan pasca panen yang baik. Berikan pula penjelasan cara panen yang tepat waktu, cara mengetahui perkiraan hasil panen, cara merontokan hasil, cara penyimpanan hasil dll

Sekarang, marilah kita bahas satu persatu, tetapi sebelum kita bahas,  sebaiknya kita memahami analisa usaha tani padi sawah. Dengan memahami analisa usaha taninya maka kita mendapatkan gambaran yang baik tentang laba rugi menanan tanaman padi.  Dilihat dari segi ekonomi, menanam tanaman padi yang berorientasi pada pasar sangat menguntungkan. Analisa usaha tani tanaman padi dapat baca disini, Analisa Usaha Tanaman Padi.

1. BENIH UNGGUL

Klasifikasi Benih Unggul Di Indonesia. Secara umum klasifikasi (pembagian) benih padi  unggul di Indonesia adalah 4 macam : Benih Penjenis ( Label Putih), Benih Dasar ( Label Kuning), Benih Pokok (Label Ungu) dan Benih Sebar (Label Biru).

Buat perbandingan : Ada petani yang menggunakan benih IR64 dalam 1 kotak sawah  dapat hasil 12 karung GKG. Tetapi sewaktu menggunakan Benih Unggul Terbaru Jenis Inpari 10 mendapatkan hasil ditempat yang sama sekitar 16 karung GKG.

Kenapa? sebab benih IR64 dikeluarkan sejaka tahun 1986 ( sudah 26 tahun). Sedangkan Inpari 10 pada tahun 2009 (baru 3 tahun).

Artinya semakin petani menggunakan benih unggul terbaru semakin baik sebab umur padi semakin pendek dan hasilnya semakin banyak.    Penggunaan benih terbaru pun bergunan untuk memotong siklus hama dan penyakit padi.

Buat Ilustrasi : Cara hemat memakai benih. Petani A punya sawah 2.000 m2, dia pakai benih 10 kg, sedang petani B luas sawah 5000 m2 cukup pakai benih 10 kg.

Kenapa petani B dengan sawah luas 5.000 m2 , benih 10 kg cukup untuk pembibitan ( 20 kg/ha).  Sedangkan petani A dengan luas 2.000 m2 sering memakai benih 10 kg ( 50 kg/ha). Jelaskan dari keduanya  mana yang efesien dan ekonomis? Bila para petani bisa menghemat benih sampai 10-20 kg/ha maka berapa banyak dana petani yang dapat dihemat.

Beda Benih dengan Bibit.  Beri pemahaman kepada petani apa beda benih dengan bibit? Setelah itu jelaskan ciri-ciri benih unggul dan juga ciri-ciri bibit unggul.

Rekomendasi Benih/Ha . Untuk benih padi kebutuhan normal atau rekomendasi adalah sekitar 25 kg/ha. Bila ada petani yang memakai benih 25 kg/ha berarti sudah sesuai anjuran. Tapi, bila di atas 25 kg/ha berarti para petani perlu dibimbing kembali.

Cara Menghitung Kebutuhan Benih. Untuk menghitung kebutuhan benih padi per hektar ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Faktor-faktor tersebut adalah  jarak tanam, berat 1000 butir, jumlah bibit/tancep. Setelah itu dikurangi daya tumbuh dan hama yang biasa menyerang bibit padi. Silahkan baca Cara menghitung Kebutuhan benih.

Cara Mendapatkan Benih. Untuk mendapatkan benih unggul kembali petani diharapkan bisa melakukannya sendiri. Sebelum panen, sebaiknya petani melakukan 2 kali panen. Panen pertama adalah panen buat benih yang akan ditanam pada musim berikutnya. Cari benih yang bagus dan jarak dari pematang min 2 meter. Kebutuhannya disesuaikan dengan luas lahan yang akan digarap. Baru setelah itu, petani panen semuanya.

Dan yang lebih bagus adalah petani dapat melakukan persilangan sendiri. Artinya petani dapat menjadi seorang pemulia padi. Di beberapa daerah tertentu ada petani yang sekaligus seorang pemulia tanaman. Hasil panen yang didapat dari petani pemulia sungguh luar biasa. Dan juga kisah Pak Warsiyah seorang pemulia padi.

Menguji Daya Tumbuh Padi. Untuk melakukana ini caranya sangat sederhana. Ambil sekitar 100 butir padi. Rendam selama 24 jam. Tiriskan. Setelah itu taro di piring yang di atsnya ada kertas tissu. Beri air sedikit dengan cara diperciki. Setelah 2-3 hari lihat dan hitung. Berapa % yang tumbuh. Bila dibawah 80 % berarti benih tsb daya tumbuhnya kurang baik. Benih yang baik daya tumbuh di atas 90 %.

Perlakuan Benih. Untuk memperoleh benih yang baik dapat dilakukan dengan merendam pada air larutan garam 2 – 3 %. Bisa juga pake larutan ZA dengan perbandingan 20 gram ZA/liter air. Tapi yang ada juga yang menggunakan garam, setelah diberi garam dengan jumlah tertentu telur yang semula berada di dasar air akan terangkat ke permukaan.

Benih yang digunakan hanya benih yang tenggelam dan yang mengapung dibuang. Setelah diangkat benih perlu dibilas dengan air agar garam yang menempel di benih dapat tercuci.

Benih yang baik untuk dijadikan bibit adalah benih yang tenggelam dalam larutan tersebut. Diamkan beberapa saat, kemudian tiriskan. Benih dicuci kembali sampai bersih. Selanjutnya rendam selama 1 hari. Setelah itu tiriskan kembali, benih tsb dimasukan ke dalam karung selama 1-2 hari ( sebagai patokan : mulai keluar titik tumbuh gabah ).  Bila demikian benih siap untuk disebarkan.

Varietas Unggul Benih Padi. Berikan pemahaman tentang Varietas Unggul Benih padi yang telah dikeluarkan Kementan.  Jelaskan manfaat benih unggul dalam hal produksi. Adapun VUB tersebut adalah : IR64, Ciherang, Sintanur, Cibogo, Cileulis, Fatmawati, Inpari 1-13, Inpara, Hipa, Situpatenggang, Inpari 14-20, dll.

Sedangkan dari Varietas Unggul Benih dari BATAN : Cilosari, Diahsuci, Bestari, Inpari Sidenuk, Pandan Putri dll. Selengkapnya bisa baca Jenis-jenis padi yang banyak ditanam di Indonesia

2. PENGOLAHAN LAHAN ,

Jadikan Sawah Sehat. Salah satu faktor keberhasilan menanam padi sawah adalah memperhatikan cara dan waktu pengolahan padi sawah. Dengan cara ini akan membuat sawah kita sehat.

Bila petani memperhatikan cara pengolahan lahan sawahnya dengan sempurna, memberikan bahan organik, mengembalikan jerami, sekam dll ke dalam sawah. Kemudian memberikan kesempatan lahan sawahnya minimal 2 pekan untuk memproses bahan organik, jerami, sekam dll secara alami.  Maka sang petani tsb telah menjadikan tanah sawahnya sehat.

Pengertian Pengolahan Lahan. Pengolahan Lahan adalah proses membalik tanah dari lapisan bawah tanah ke permukaan tanah agar terjadi proses pertukaran aliran udara, air bisa meresap masuk dan sinar matahari masuk kedalamnya. Pada saat yang sama, sisa-sisa jerami atau rumput pada lapisan atas berada dibawah agar terjadi proses pembusukan.

Proses Pengolahan Lahan. Proses pengolahan pada padi sawah ini biasanya diawali dengan mengalirkan air ke dalamnya. Setelah beberapa hari tanah sawah dikeringkan. Setelah itu, proses selanjutnya adalah tanah tersebut dibalik. Proses pembalikan tanah itu bisa dengan banyak cara, salah satunya adalah dengan hand traktor.
Bila menggunakan handtraktor, proses membalik tanah ini bisanya seperti spiral, memutar dengan menyempit. Oleh sebab itu biasanya, tanah padi sawah perlu dipacul kembali pada bagian-bagian sudutnya atau pinggirnya.

Realitas di kalangan petani : baru selesai mengolah lahan selama 1-2 hari , lahan sawahnya sudah ditanami.  Silahkan baca Pengolahan Lahan Padi Sawah

Ciri-ciri Sawah Sehat
- Kandungan C organik  di atas 3 %. Apalagi bisa di atas 5 %.
- Banyak binatang-binatang kecil dan MO
- Banyak ikan, belut, anak katak, capung dll
- Kedalaman sawah sebetis orang dewasa atau min 25 cm
- dll

Fungsi jerami sangat penting, apalagi jerami mengandung berbagai unsur hara makro yang dibutuhkan tanaman. Dengan mengetahui fungsi jerami ini maka akan bisa menambah hasil panen dan menghemat pengeluaran pupuk.

Kembalikan Jerami Ke sawah. Selama ini, banyak di kalangan petani yang membakar jerami padinya. Padahal dengan mengembalikan jerami di sawah sama saja memberikan “kehidupan” buat sawahnya.

3. LAHAN PEMBIBITAN selengkapnya bisa baca disini

Lahan Persemaian. Lahan pembibitan bisa juga disebut lahan persemaian. Dengan lahan persemaian yang baik dan benar maka akan dihasilkan bibit padi yang sehat dan besar. Kemudian memperhatikan jumlah benih yang akan di sebar per meter persegi. Maka bibit padi umur 15 hss akan diperoleh bibit yang siap tanam.

Luas Lahan Persemaian. Berdasarkan rekomendasi yang dianjurkan luas lahan persemaian adalah 4 % dari luas lahan yang akan ditanam. Misalkan ada petani yang punya lahan 1 Ha maka luas lahan perrsemaiannya sekitar 4 % dari 10.000 m2 adalah 400 m2.  atau 1/25 bagian lahan yang akan kita garap.

Bila petani punya sawah 2.000 m2 maka butuh  80 m2 buat lahan persemaiannya.  Kenapa? Dengan cara ini akan hemat benih dan bibit padi cepat tumbuh subur dan besar

Arah Tempat Pemsemaian.  Diusahakan dalam membuat petak persemaian melihat arah matahari. Dibuat sejalan dengan terbut dan tenggelamnya matahari.  Artinya menghadap arah Timur dan Barat.

Perhatikan Lebar Petak Persemaian. Ini yang penting. Indikasi keberhasilan petani sawah adalah melihat petak persemaiannya. Bila petani menggunakan lebar petak persemaian antara 1,2 – 1,5 m maka petani tsb sudah mengerti cara buat petak persemaian.

Hindari, Jangan sampai ada petani yang membuat petak persemaian seperti lapangan bola mini. Panjang bisa 10 m x lebar 5-7 meter.

Berapa banyak Benih yang disebar. Untuk ukuran standar, sebar benih sebanyak 1-1,5 genggaman insan (orang) dewasa per meter persegi.

Pupuk Untuk Lahan Persemaian.  Dengan lahan sekitar 400 m2/ha maka diperlukan Pupuk Kandang sebanyak 100-200 kg, tambahkan sekam padi beberapa karung atau abu dari pembakaran sekam. Berikan pupuk NPK sebanyak 10 g/m2. Atau 4 kg/ 400 m2.

Umur Bibir Persemaian. Secara umum tanam bibit padi dalam umur 15- 20 hss. Tapi pendapat saya, umur persemaian padi disesuaikan dengan umur tanaman padi.Bila varietas padi umur 103 hari seperti Inpari 13 atau 102 hari seperti Inpari 19  maka sebaiknya ditanam ketika bibit padi berumur di bawah 15 hss.

Bila umur padi berumur sekitar 108-116 hari seperti Inpari 10 dan varietas yg seumur maka bibit padi berumur di bawah 18 hss. Untuk Ciherang, yang berumur 115-125 hari sebaiknya umur bibit ditanam di bawah 20 hss.

Prinsip Pindah Tanam : Pindah tanam tanaman padi sama dengan prinsip wanita, semakin kawin muda semakin banyak anak. Demikian pula bibit padi, ditanam di bawah umur 15 – 20 hss maka akan banyak jumlah anakannya.

Sebelum Pindah Tanam. Sebaiknya sebelum 2-3 hr sebelum bibit pindah tanam disemprot insektisida alami atau insektisida kimia ( spontan, regant, hipolag, culbix, dll). Hal ini untuk menghindari adanya telur atau hama yang menempel pada lahan persemaian.

4. SISTEM TANAM 

Pengertian Sistem Tanam.  Menurut saya, Sistem Tanam adalah cara atau metode terbaik yang dilakukan petani untuk mendapatkan hasil panen yang terbaik bagi luasan sawahnya. Silahkan baca Sistem tanam sebagai Sarana Hasil Panen.

Macam-Macam Sistem. Sistem tanam yang dilakukan petani beragam.  Namun dari sistem tanam yang baik adalah :

1. Tandur Jajar. Secara umum bila petani mau melakukan sistem ini dengan rapi dan tanaman berbaris sudah bagus. Hasilnya pun akan baik. Asalkan jarak tanam agak lebar. Saya menyaksikan banyak petani yang memakai sistem tandur jajar denga hasil yang terbaik.

2. Sistem Tanam Legowo. Setelah itu kenalkan sistem tanam legowo. Kemukakan hasil yang didapat dari sistem tanam legowo dengan tandur jajar. Sistem tanam legowo ada 2 pilihan, pakai sisipan atau tanpa sisipan. Biarkan petani mencobanya, supaya petani melihat hasilnya.

Manfaat Sistem Tanam Yang Baik. Dengan sistem tanam yang baik, keuntungan buat petani adalah mempermudah pemupukan, pengoyosan, penyemprotan, panen dll. Akan hemat dalam hal waktu. Apalagi pengoyosan, dengan alat oyos akan menghemat waktu dan tenaga juga biaya.

Sistem Tanam Legowo.

Secara umum, sistem tanam legowo boleh disebut sebagai sistem tanam yang memberikan hasil terbaik. Adapun keuntungan sistem tanam legowo adalah sbb :

1. Memperbanyak tanaman pinggir, dengan banyak tanaman pinggir maka jumlah anakkan padi banyak sehingga produksi padinya akan maksimal
2. Sinar matahari bisa langsung masuk ke bagian bawah tanaman terutama bagi tanaman pinggir. Semakin banyak sinar matahari yang mengenai daun, maka proses fotosintesis akan semakin maksimal sehingga tanaman menjadi subur
3. Mengurangi kemungkinan serangan hama. Hama tikus paling tak suka daerah yang agak terbuka.,
4 Pada lahan yang agak terbuka, kelembaban akan berkurang, sehingga serangan penyakit juga akan berkurang.
5. Mempermudah dalam penyiangan, dengan cara ini akan menghemat 50 % tenaga kerja
6. Menambah populasi tanaman. Misal pada legowo 4: 1, populasi tanaman akan bertambah sekitar 20 %. Bertambahnya populasi tanaman akan memberikan harapan peningkatan produksi gabah.
7. Akan mempermudah pelaksanaan pemupukan dan penyemprotan hama dan penyakit. dll

Sistem Tanam Indikator Keberhasilan Pertanian.

Bila di suatu hamparan sawah terlihat sistem tanam yang berbaris dan teratur.  Maka daerah tersebut telah berhasil dan bagus teknologi pertaniannya.  Dapat dilihat secara kasat mata indikasi keberhasilan pertanian padi sawah.

Untuk memahami sistem tanam yang baik maka silahkan baca Sistem Tanam Legowo dan Sejarah Padi Sistem Legowo.

5. PENGAIRAN BERSELANG 

Padi bukan tanaman air tapi tanaman butuh akan air. Dengan kaidah ini maka tak selamanya tanaman padi selalu tergenang. Ada saatnya tanaman padi tak butuh genangan air. Oleh sebab itu perlu adanya tehnik pengairan berselang.

Mengapa ada saatnya tak perlu tergenang? karena bukan tanaman air maka akar padi juga butuh oksigen di dalamnya. Begitu juga dengan mikroorganisme tertentu dan binatang-binatang tertentu seperti cacing. Dengan tehnik pengairan berselang ini akan dapat menyuburkan tanaman padi.

Cara melakukan pengairan serselang :
1. Pergiliran air berselang fase tanam sampai anakan maksimal (50 hari setelah tanam)
anjurannya adalah 4 hari basah 3 hari kering
2. fase pembentukan malai sampai pengisian biji (50-85 hari setelah tanam)
petakan sawah digenangi terus cuma kadar air sekedarnya
3. Sekitar 10 – 15 hari sebelum panen, sawah dikeringkan

Untuk memahami lebih jelas tentang pengairan berselang silahkan baca disini

6. PEMUPUKAN BERIMBANG

Mengapa Tanaman Butuh Pupuk ?

Tanaman adalah mahkluk hidup yang membutuhkan makanan. Makanan untuk tanaman berupa hara makro ( N P dan K ) dan mikro ( Ca, Mg, S, dll ). Hara makro dan  mikro tsb disebut pupuk. Dengan pupuk inilah tanaman tumbuh berkembang.

Untuk mengetahui lebih jelas tentang pemupukan selengakpnya Aplikasi dan Dosis Pemupukan Tanaman PAdi dan Kapan Tanaman Padi Dipupuk .

Ilustrasi Pemupukan Pada Petani

- Ada petani  A ,dia cuma pake urea sekali saja pada umur 7 hst.

- Ada petani B, dia  pakai NPK saja. Itupun cuma sekali tanaman.

- Ada petani C, dia pakai pupuk sesuai dosis yang dianjurkan pemerintah.

Jelaskan hasil yang diperoleh. Misalkan petani A dapat 6 karung dalam 1 kotak sawah, petani B dapat 8 karung dalam kotak yang sama. Sedangkan petani C dapat 10  karung. Terangkan manfaat menggunakan pupuk berimbang.

Perumpamaan pupuk

Tanaman tumbuh seperti seperti anak kecil. Anak kecil butuh makan untuk tumbuh berkembang. Anak kecil makan butuh nasi, sayur dan lauk.

Tanaman pun demikian, bagi tanaman pupuk Urea adalah Nasi, pupuk TSP adalah  sayur dan pupuk KCL adalah lauk Pauk. Oleh sebab itu, tanaman perlu dipupuk dengan seimbang. Jangan sampai anak kecil dikasih nasi aja. Jangan sampai tanaman dikasih pupuk urea aja.

Jenis-Jenis Pupuk

Secara umum, pupuk dapat di bagi ke dalam 2 kelompok :

1. Pupuk Organik.

Yang dapat dikelompokan dalam pupuk organik adalah pupuk kandang, kompos dari tanaman, kotoran hewan/manusia, sisa-sisa makanam, dll. Dari pupuk organik ini dapat dibuat POC ( pupuk organik cair ). Bahkan dari urine kita pun dapat dibuat POC.

2. Pupuk Anorganik / pupuk kimia

Pupuk Pabrik/kimia dibedakan kedalam 2 jenis :

-  Pupuk  Tunggal : pupuk buatan yang mengandung 1 unsur hara makro. Seperti Urea, untuk mengenal pupuk urea baca disini  dan ZA,TSP untuk mengenal pupuk TSP baca disini, KCL

- Pupuk Majemuk : pupuk buatan yang mengandung minimal 2 unsur makro atau lebih ( NPK Kujang, Ponska, pelangi, dll)

Sebagai pupuk buatan, kita diharapkan dapat mengenal karakteristik pupuk  buatan tsb sehingga dapat mengetahui manfaat penggunaannya.

Kandungan Pupuk Buatan

Pupuk Tunggal seperti urea ( 46 % hara N ) dan ZA ( 21 % hara N dan 24 % sulfur ), SP-18 (Super Phosphate -18)  ( 18 % P2O5 ), SP-36 (Super Phosphate -36)  ( 36 % P2O5 ) atau TS-36 ( 36 % P2O5 ) dan TSP (Triple Super Phosphate)  ( 46 % P2O5 ) serta KCL ( 60 % K2O)

Pupuk Majemuk. Pupuk majemuk banyak macamnya, akan tetapi ada beberapa yang paling banyak digunakan petani seperti NPK Kujang 30 6 8, NPK Ponska 15 15 15 dan NPK pelangi 20 10 10.

Menghitung Kandungan Pupuk NPK Majemuk ke dalam Pupuk Tunggal

Dalam 100 kg NPK Kujang 30 6 8terdapat 65,22 kg Urea, 16,67 kg Sp36 dan 13,33 kg KCL. Beri penjelasan kalau dalam 1 karung NPK kujang terdapat 32,6 kg Urea, 8,33 kg SP36 dan 6,66 kg KCL.

Dalam 100 kg NPK Ponska 15 15 15  terdapat 32,6 kg Urea, 41 kg Sp36 dan 25 kg KCL. Beri penjelasan kalau dalam 1 karung NPK Ponska terdapat 16,3 kg Urea, 20,5 kg SP36 dan 12,5 kg KCL.

Dalam 100 kg NPK Pelangi 20 10 10 terdapat 43,47 kg Urea, 27,78 kg Sp36 dan 16,67 kg KCL. Beri penjelasan kalau dalam 1 karung NPK Pelangi terdapat 21,73kg Urea, 13,89 kg SP36 dan 8,33 kg KCL.

Berapa Dosis Pupuk Untuk Tanaman Padi/Ha ?

Dalam kesempatan ini, ada 3 dosis yang bisa dijadikan rekomendasi, Untuk lebih jelasnya silahkan Dosis dan Aplikasi Pupuk Untuk Tanaman Padi.

Dosis 1, 250 kg urea, 100 kg TSP (sebanding dng 128 SP-36/TS-36) , 75 kg KCL, dan jangan lupa pakai 1.000 kg Pupuk Organik,

Aplikasi :
Pupuk dasar : 50 kg TSP + 40 kg KCL dan 50 kg urea
Pupuk Susulan (PS) 1 : 50 kg TSP kg + 35 kg KCL + 100 kg Urea,
PS2 : 100 kg urea

Dosis 2, 150 kg NPK ponska +300 kg NPK kujang

Aplikasi : Pupuk dasar : 150 kg Kujang
PS1 : 150 kg NPK ponska,
PS 2 : 150 kg Kujang

Dosis 3, 300 kg ponska + 150 kg urea  (sebanding dng 100 kg urea dan 110 kg ZA)

Aplikasi : Pupuk dasar : 150 kg ponska + 1000 kg PO
Pupuk Susulan (PS) 1 : NPK ponska 150 kg + 50 kg Urea,
PS2 : 100 kg urea

Atau untuk 1000 meter

Dosis 1, 25 kg urea, 10 kg TSP , 7,5 kg KCL, 100 kg PO,
Pupuk dasar : 5 kg TSP + 4 kg KCL dan 5 kg urea
Pupuk Susulan (PS) 1 : 5 kg TSP kg + 3,5 kg KCL + 10 kg Urea,
PS2 : 10 kg urea

Dosis 2, 30 kg ponska, 15 kg urea, 100 kg PO,
Pupuk dasar : 15 kg ponska + 100 kg PO
Pupuk Susulan (PS) 1 : NPK ponska 15 kg + 5 kg Urea,
PS2 : 10 kg urea

Dosis 3, 30 kg NPK kujang, 15 kg NPK ponska, 100 kg PO,
Pupuk dasar : 15 kg Kujang + 100 kg PO
PS1 : 15 kg NPK ponska,
PS 2 : 15 kg Kujang

Bila Tak Ada Pupuk Urea

Permasalahan yang dihadapi oleh petani : nga ada pupuk urea nga mau pupuk. Ada petani yang begitu fanatik dengan pupuk ini.

Solusi ?

1. berikan penjelasan ada pupuk pengganti urea seperti pupuk ZA.Dan jg katakan kpdnya bahwa tanaman tak hanya butuh urea tapi jg pupuk SP dan KCL.

2. Jelaskan kalau didalam pupuk NPK ada kandungan pupuk ureanya.

Pemupukan Berbanding Lurus dengan Hasil Panen.

Bila petani melakukan pemupukan berimbang, maka sebagian besar saya jumpai merkea mendapatkan hasil yang tinggi. Demikian pula dengan hasil rendemen beras yang tinggi. Dengan demikian petani memperoleh pendapatan yang baik.

PENYIANGAN atau PENGOYOSAN

Pengertiannya

Secara umum menurut kebanyakan petani yang disebut pengoyosan/penyiangan pada tanaman padi adalah membersihkan gulma atau tanaman lain yang mengganggu pertumbuhkan tanaman yang akan kita panen hasilnya.

Fungsi Utama Penyiangan

Menurut saya fungsi utama penyoyosan : memutus akar padi. Dengan putusnya akar maka akan muncul anakkan padi yang baru. Jadi fungsi utamanya bisa disebut memperbanyak anakkan padi.

Kalau begitu, makin sering dilakukan pengoyosan maka makin banyak anakkan yang diperoleh. Disamping juga dapat membersihkan tanaman padi dari gulma. Dengan demikian min 2 atau 3 tanaman padi dioyos. Selengkapnya dapat dibaca Pengoyosan/Penyiangan Tanaman Padi

7. POPTT

Arti Kata POPTT? . POPTT singkatan dari Pengelolaan Organisme Pengganggu Tanaman Terpadu. Jadi dalam menghadapi serangan OPT dilakukan dengan cara terpadu.

Kata Kunci : Kelola, Organisme (hidup), Pengganggu, Tanaman dan Terpadu

Apa itu OPT ( Organisme Pengganggu Tanaman )

Secara umum OPT dapat dikelompokan dalam 2 bagian : Hama dan Penyakit. Jelaskan beda antara hama dan Penyakit.

Kasus-Kasus Di Lapangan

Selama jadi PPL, kita punya beberapa kasus di lapangan mengenai POPT ini. Jelaskan kasus-kasus tersebut dengan lengkap. Sebagai gambaran saya berikan ilustrasi :

- Ada Petani A keracuan Furadan, hal ini disebabkan pak A menyemprot hama kungkang cuma tak langsung mati. Karena kesal, maka dia memakai Furadan. Furadan tsb direndam selam 2 pekan. Kemudian dia semprotkan. Dan akhirnya petani A keracunan,

- PPL beserta petani B melihat ada tanaman padi yang terkena penggerek batang. Ada tanaman padi yang pertumbuhannya kurang bagus. Diambil anakkan padi yang daunnya menggulung kaya sedotan.

Batang tanaman tsb dibuka dan terlihat ada ulat penggerek, dan dipelajari nama hama padi tsb. Bila menyerang di masa vegetatif disebut sundep. Bila penyerangan pada masa generatif disebut beluk. Berikan penjelasan insektisida apa yang cocok untuk penggerek batang.

- Ada petani C, dia melakukan penyemprotan dengan insektisida  2-3 hari sebelum pindah bibit dengan insektisida. Hal ini dilakukan supaya terhindar dari hama tanaman padi

- .Ada petani D yang bingung cara mengatasi keong mas. Dengan bijak sang PPL memberikan cara mengendalikan hama koeng mas. Dst dst

Jenis-Jenis OPT 

Secara umum, hama dan penyakit utama tanaman padi adalah sbb :

Hama : Penggerek batang, Wereng, Walang Sangit, Tikus, Burung, dll

Penyakit : Hawar Daun Bakteri (HDB),  Blas /blast (Pyicularia grisea), Busuk batang , dll

Mengendalikan OPT

Dalam mengendalikan OPT ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, dan tindakan terakhir adalah melakukan pencegahan dengan pestisida kimia.

- Mengenal Musuh Alami

Dengan mengetahui musuh alami maka petani akan sadar pentingnya keberadaan mereka. Musuh alami adalah sahabat petani. Seperti : Katak, capung, tomcat, dll.

Membuat Perangkap Hama

Bila ada hama yang bisa dikendalikan dengan perangkap sederhana maka gunakan tindakan tsb. Saya sering mengajarkan cara membuat perangkap hama walang sangit dari botol minuman bekas 1500 ml.

Kapan penerapannya : untuk walang sangit, biasanya mereka akan berkembang biak 2 pekan sebelum malai padi keluar. Maka buat dan pasanglah perangkap tsb dimana walang sangit akan tiba.

Atau bisa juga perangkap yang lain sesuai dengan kondisi lapangan yang terjadi,,,

Gunakan Pestisida Alami

Ada baiknya petani menggunakan tanaman tertentu untuk melakukan pengendalain hama dan penyakit. Selain murah, penggunaan pestisida ini aman dan ramah lingkungan. Dan yang penting : musuh alami tak mati.

Cara membuat pestisida alami dapat kita cari di google.

Gunakan Pestisida / Insetisida Berspektrum Terbatas

Melakukan penyemprotan pestisida adalah langkah terakhir. Atau bila hama dan penyakit sudah di atas ambang ekonomi.

Penggunaan pestisida/insektisida pun harus melihat daya spektrumnya. Hindari bahan aktif yang bisa membunuh banyak musih alami. Untuk penggerek batang bisa gunakan insektisida sistemik dibandingkan yang kontak dan lambung.

Di samping itu, para PPL juga bisa mengetahui berbagai kode dan arti yang terdapat pestisida. Dan apa arti racun kontak, sistemik dan lambung. Sebab masalah utama bagi petani adalah masalah hama dan penyakit. Jadi minimal sbg PLL mengetahuinya.

8. PANEN DAN PASCA PANEN

Pengertian Panen dan Kapan Gabah Dipanen?

Panen adalah memetik hasil yang telah kita tanam. Untuk menentukan kapan panen adalah sekitar 30-35 hari setelah keluar malai. Atau sekitar 90 % gabah telah menguning, bagian bawah malai masih terdapat sedikit gabah hijau. Untuk kadar air sekitar 21-26 % dll

Panen pun disesuaikan dengan umur tanaman padi disamping keadaan iklim. Bila musim kemarau biasanya umur padi lebih cepat dibandingkan musim penghujan.
Sebagai contoh : IR64 (110-20 hss, 5-6 ton gkg), Ciherang (116-125 hss, 5-8,5ton/ha GKG), , inpari 13 (103 hss, 8ton), Inpari 10 (108-116 hss, 5-7 ton gkg), dll

Panen Awal Untuk Benih Selanjutnya

Bagi petani yang mengerti pentingnya benih unggul maka biasanya mereka akan melakukan panen 2 kali. Panen Awal dan Panen Susulan.

Panen awal, Lakukan panen awal untuk kita jadikan benih selanjutnya. Caranya :

- Cari malai bernas yang jauhnya sekitar 2 meteran dari pematang sawah. Malai dari tanaman yang rata tingginya.

- Tentukan jumlah benih yang akan petani pakai. Misalkan petani punya lahan 5.000 m2 maka kebutuhan benihnya sekitar 12,5 kg. Karena masih GKP maka panen sekitar 20 kiloan saja.

- Usahakan hasil panen yang dijadikan benih jangan dirontokan dengan cara dibanting. Melainkan dengan cara diilis atau diinjak-injak atau dengan cara dirontokan. Sebab dengan dibanting bisa menimbulkan kepatahan pada gabah.

Panen Susulan

Untuk Panen susulan, bisa dilakukan bila panen untuk benih dilakukan.

Cara Panen

Untuk cara panen ini, banyak cara yang bisa petani lakukan. Tetapi yang terbaik adalah kelompok tani mempunyai mesin perontok padi. Jadi para anggotanya bisa menggunakannya. Keuntungan dengan cara ini adalah menghindari banyaknya butir gabah yang jatuh dan hilang.

Kadar Air Dalam Panen

Biasanya habis panen dinyatakan adalam GKP ( Ganah Kering Panen ) . Biasanya kadar air  dalam GKP sekitar 22-25 %. Setelah dilakukan penjemurankadar air menjadi 14-15 %. Dan dalam kondisi gabah seperti ini dinamakan GKG ( Gabah Kering Giling ).

Menghitung Perkiraan Hasil Panen

Untuk menghitung perkiraan hasil panen yang didapat maka kita dapat menggunakan model ubinan. Ubinan ini adalah perkiraan sementara, alangkah baiknya bila nanti para petani mencocokkan dengan hasil realitanya.

Selama ini, menurut saja terjadi ketidaktepatan / kesalahan kita dalam melakukan ubinan. Kita lebih suka memakai cara 2,5 x 2,5 m atau mudahnya hasil ubinan tinggal dikali 1.600. Padahal kenyataannya tak seperti itu.

Untuk mengetahui model ubinan, dapat dibaca atau dipelajari disini, untuk sistem tanan tandur jajar  Model Ubinan Padi Yang Tepat  . Dan untuk sistem legowo adalah Ubinan Sistem Legowo .

Tapi secara umum tehnik ubinan adalah sbb :
1. Melakukan ubinan disesuaikan dengan sistem tanamnya. Sebab cara ubinan sistem tanam tandur jajar berbeda dengan sistem legowo.

2.  Bila kita mengetahui jumlah rumpun/ha, jmlh anakan, jumlah butir/malai, berat 1000 butir maka akan dapat diketahui hasil perkiraan hasil panennya.

Sekian.

Demikianlah materi SL PTT ini saya tulis dan jelaskan. Semoga saja tulisan ini dapat memberikan pencerahan dan pembelajaran bagi saya dan teman-teman PPL terutama kepada THL dalam mengajarkan SL PTT kepada petani.

Semoga dengan pengetahuan yang kita peroleh ini dapat  menambah wawasan dan ilmu pertanian kita sehingga dapat kita share (bagikan dan jelaskan) kepada petani di daerah kita  masing-masing.

Dengan demikian, kita sebagai PPL THL telah berkontribusi untuk memajukan pertanian di Indonesia. Dan semoga saja, ilmu budidaya padi melalui penyuluhan kita sbg PPL THL dapat menjadi ladang amal kita di dunia ini. Amin

MEMBUAT PUPUK ORGANIK CAIR

Untuk membuat POC banyak media dan bahan yang dapat kita gunakan. Berikut ini adalah salah satu cara yang amat mudah untuk membuat pupuk organik cair ( POC ). Gambar di bawah ini adalah salah satu cara yang dapat kita lakukan.

Cara Mudah Buat Pupuk Organik Cair

 

Bahan dan alat:
Kotoran domba/kambing
Air bersih (dalam artian tidak tercemar bahan kimia beracun/berbahaya)
Ragi tape (boleh ditambah bioaktivator seperti yang banyak dijual di pasar, kalau ada)
Tong/drum ukuran volume 100-120 liter

Setelah satu pekan, pupuk dapat digunakan. Paling cocok untuk diterapkan pada tanaman hortikultura.

Sebelum digunakan untuk memupuk, campurkan 15 cc air POC ke dalam 1 liter air. Berikan pada tanaman 1 minggu 1 kali. Manfaatnya adalah keniscayaan. Sumber : http://dusunlaman.net/2009/01/cara-mudah-membuat-pupuk-organik-cair-poc/

Bila POC tsb sudah kita buat maka aplikasi dapat lakukan setiap 10 hari sekali atau bisa juga setiap 7 hari sekali. Dengan memakai POC tsb maka penggunaan pupuk kimia bisa kita kurangi.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.