HAMA KEONG MAS

Bila diajukan pertanyaan, apakah keong mas adalah hama? Bisa jadi sebagian dari kita akan menjawab : “Tentu hama dong”.

Jawaban dari saya, “Belum tentu”. Kok bisa begitu? Bila pertnyaan itu kita berikan pada petani tanaman padi maka jawabnya pasti hama. Tapi bila pertanyaan tsb kita ajukan kepada pemilik bebek atau tukang sate keong, maka jawabnya lain, keong adalah berkah bagi mereka. Sebab dari keonglah pemilik bebek mendapat sumber protein murah sehingga bebeknya menghasilkan telor yang besar. Sebab dari keonglah, tukang sate keong bisa menghasilkan uang.

Sekarang saya akan membahas keong sebagai hama bagi para petani. Pada musim kali ini, keong mas terlihat banyak di sawah milik petani.

” kok bibit belum ditanam pak? tanya saya pada salah satu petani

” wah keongnya lagi banyak mas Nurman”

” dari berapa hari disemai?”

” dah 16 hari, tunggu besar dikitlah. Sekarang lagi sibuk ambilin keong”

Terlihat petani ini menyebar banyak daun dan batang talas di pinggir-pinggir galangan sawah.

Ada juga  petani yang sudah tanam ke-2 atau ke-3 sebab bibit yang baru berumur 3-5 hst habis dimakan keong dalam semalam. Belum lagi, ada istri petani atau petaninya sendiri yang kena pecahan kulit keong mas sehinga dalam beberapa hari tak bisa ke sawah. Begitu banyak derita dari koeng bila mau diceritakan,,,

Untuk keong mas ini, saya punya pengalaman di rumah. Beberapa tahun yang lalu saya membawa sekitar 40an koeng mas. Ada yang besar, sedang dan ada yang seukuran jempol. Keong-keong tsb saya letakkan ke dalam 3 bak besar dengan diameter 60 cm secara merata.

Hari pertama-ketiga keong2 belum bertelur, tapi saya lihat keong-keong saling menempel tuk kawin. Menjelang hari ke-5/6 sudah ada beberapa telur di ke-3 bak tsb. Satu atau dua hari kemudian, jumlah telur makin banyak. Begitu seterusnya,,,

Saya lihat kemampuan keong mas untuk bertelur hampir setiap pekan. Kadang saya amati pada malam hari (pake senter), saat keong mas sedang mengeluarkan telurnya. Begitu tekun sang keong mengeluarkan satu persatu telurnya melalui sulurnya untuk ditempelkan pada dinding bak.

Ukuran telur keong bermacam-macam, ada yang kecil, sedang dan besar. Biasanya ukuran telur keong tergantung ukuran tubuhnya.

Mengapa Keong Mas sulit dikendalikan?

Pertama, Binatang ini hemaprodit ( berkelamin dua ).

Coba ambil sembarang 5 ekor keong ( besar dan sedang) kemudian masukan kedalam ember sedang. Misal bila ke-5 keong tsb adalah jantan maka sebagian dari mereka akan menyesuaikan diri dengan menjadi betina atau sebaliknya. Jadi dengan kemampuan in, keong mas sullit dikendalikan.

Pada sisi lain keong jadi hama tapi pada seseorang yang ingin membudidayakan keong mas merupakan keuntungan.

Kedua, seperti pada cerita di atas, keong mas sangat cepat bertelur dan cepat pula telur tsb  menetas.

Dari pengalaman dan literatur di mbah google saya dapatkan keong mas dapat bertelur sepekan sekali. Dan telur tsb menetas sekitar 7-10 hari. Jadi sungguh cepat perkembangannya.

Ketiga, telur keong mas tak punya musuh alami.

Ini yang saya lihat dan saksikan. Saya juga beberapa kali bertanya pada petani,” pernah lihat nga pak telur keong mas dimakan binatang lain?”. Jawaban petani hampir sama : “tidak”.

Keempat, keong mas punya kemampuan hidup lama dalam lumpur

Kelima, dll

Pengendalian Keong Mas

Menurut pemahaman saya, urutan untuk mengendalikan keong mas adalah sbb

Pertama, ambil atau pecahkan telur keong mas

Selama ini petani kita baru sibuk dan putus asa begitu ribuan bahkan lebih keong mas ukuran kecil memakan bibit yang ada dipersemaian atau bibit muda yang baru beberapa hari ditanam.

Kenapa tidak diambil telur keongnya? coba kumpul dengan para petani disatu hamparan. Buat kesepakatan : cari bareng-bareng telur keong mas.

Atau bisa juga : Ambil kantong  plastik bening ukuran 2 kg, panggil anak-anak. Kasih duit 2.000- 5.000 bila dapat 1  kantong penuh plastik ukuran 2 kg tadi. Anak-anak yang biasa main di sawah pasti senang.

Bila ada 10-16 kantong saja yang terisi penuh dalam 1 hamparan petani baru mengeluarkan 50 ribu. Uang segitu hampir sama dengan harga obat kimia untuk membasmi keong. Wlau kadang kala tak efektif karena beberapa faktor. Tapi kalau 10-16 kantong yang berisi telur keong terangkut dari sawah pasti puluhan ribuan sampai puluhan ribu bahkan bisa sampai ratusan ribu calon keong akan mati !!!

Kita sebagai petani senang dan anak-anak pun senang. Jadi sama-sama untung. Coba kalau pake obat kimia banyak kerugiannya. Pertama, belum tentu efektif. Kedua, cangkang keong masih ada yang kadang bisa melukai petani dan anggota keluarganya. Ketiga, obat keong bisa membunuh predator/musuh alami yang menguntungkan petani, apalagi memakai bahan aktif yang berspektrum luas. Keempat, harganya mahal. Kelima, insektisida untuk keong kalau kita telusuri ternyata bahan aktifnya impor dari luar negeri atau bisa jadi yang punya produk tsb adalah orang luar negeri. Jadis sama saja kita memberi makan orang luar, mending kita kasih hiburan anak-anak dilingkungan kita, Keenam,  dll.

Kedua, Bila cara pertama sudah kita lakukan, keong mas banyak ( yang pastinya jauh berkurang)

Maka sewaktu melakukan persemaian atau penanaman, buatlah parit-parti kecil di sekitar sawah. Tujuannya agak keong berkumpul dan memudahkan kita mengambilnya.  Di sini  pun  kita bisa melibatkan anak-anak kembali. Kali ini pakai plastik yang ukuran 10 kg. Bila terisi penuh kasih 2.000-5 .000 perak.

Ketiga, Memberikan daun-daun yang disukai keong, bisa daun singkong, pepeya, talas, dll. Dedaunan tsb untuk menarik keong berkumpul. Setelah berkumpul baru keong tsb kita ambil.

Keempat, bila kita punya bebek atau orang lain. Maka pelepasan bebek dapat dilakukan. Kita untung dan peternak bebek untung.

Bila keempat sudah kita urutkan pengendaliannya maka hama keong dapat kita kendalikan.  Atau kalau mau kita obat, pakailah bahan-bahan alami untuk membunuhnya.

Di lapangan kehidupan sawah, petani kita punya perilaku yang “unik”. Apa itu ? telur-telur keong dibiarkan bergerombol begitu saja. Di sisa batang habis panen, di kayu, di bambu, di tembok, di rumput dll. Setelah banyak keong baru kaget. Setelah lahan pembibitannya digerogoti keong baru kaget. Setelah bibit yang kita tanam baru 3-6 hari habis dimakan keong baru kaget. dst-dst

Setelah itu, baru pontang-panting cari keong satu-satu atau pake obat kimia yang  mahal harganyha dan merusak lingkungan serta punya orang asing lagi.

Tetapi belum terlambat, mari kita cari telur-telur koeng dan musnahkan. Atau bisa juga telur koeng tsb sebagai pengganti telur ayam kemudian dibuat peyek ikan teri,,,

About these ads

2 Tanggapan

  1. Emang pernah pak,bwt peyek dari telur keong mas..he.he

  2. selain dr itu sy jg pnya satu produk yg namanya saponin pak,produk ini sangat bagus untuk membunuh keong dan sekaligus menyuburkan tanaman,hal ini dikarenakan produk kami ini di buat dgn cara organik. dan cara kerja produk kami ini adalah memperlambat denyut jantung yg otomatis akan memperlambat keong secara perlahan dgn tdk menimbulkan efek samping negatif pada tanaman padi anda.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: