AYO BUAT PUPUK NPK

Pada tulisan saya sebelumnya, mengkonversi pupuk NPK Kujang dan NPK Ponska ke dalam pupuk tunggal sebetulnya sudah menjelaskan cara meracik pupuk NPK.
Tetapi pada kesempatan kali ini, saya kan menjelaskan lebih spesifik lagi. Misalkan kita ingin meracik pupuk NPK yang belum ada di pasaran. Saya ambil contoh dan kasih nama, Pupuk NPK Merdeka 20 15 15. Bagimana cara meracik atau membuat pupuk ini dalam 100 kgnya.

Caranya :
1. Kita harus pahami terlebih dahulu, bahwa di dalam 100 kg pupuk NPK Merdeka terdapat kandungan unsur hara : 20 kg unsur hara N, 12 kg unsur hara P2O5 dan 12 kg unsur hara K2O. Sebetulnya di dalam suatu pupuk yang diperhatikan adalah kandungan haranya bukan jumlahnya.

2. Sekarang, kita harus hitung kandungan pupuk tunggal dengan cara mengkonversinya. Cara mudah, kalau kita sudah mengetahui kandungan unsur Urea, TSP dan KCl.
Untuk Urea = 100/46 x 20 kg N = 43,44 kg Urea
UntukTSP = 100/46 x 15 kg P2O5 = 32,6 kg TSP
Untuk KCL = 100/60 x 15 kg K2O = 25 kg KCL

3. Berarti Pupuk NPK Merdeka 20 15 15 yang kita kehendaki itu mengandung 43,44 kg Urea + 32,6 kg TSP dan 25 kg KCL. Ketiga pupuk tunggal itu tinggal kita campur sampai merata. Maka jadilah pupuk NPK Merdeka yang kita kehendaki tersebut.

4. Bila kita ingin membuat sebanyak 300 kg NPK merdeka, maka kita tinggal membuat seperti ini :

Urea = 3 x 43,44 kg = 130,32 kg

TSP =  3 x 32,6 kg = 97,8 kg

KCL = 3 x 25 kg     = 75 kg

Ketiga pupuk tunggal ini kita campur secara merata, maka jadilah pupuk NPK merdeka sebanyak 300 kg.

5. Pupuk racikan yang kita buat memang harus melihat jenis tanaman yang akan kita tanam. Dan tentu saja, harus bernilai ekonomis. Ini bisa kita bandingkan dengan mengatahui harga pasaran pupuk tunggal dan pupuk NPK yang ada di daerah kita.

Semoga bermanfaat

MACAM-MACAM PUPUK

Pupuk tunggal adalah jenis pupuk yang mengandung 1 macam unsur hara MAKRO saja di dalam produknya. Biasanya berupa unsur hara makro primer, misalnya:

Urea (46 % Nitrogen)

ZA ( 21 % Nitrogen ) + 24 % Sulfur ( disini sulfur bukan hara makro),

AN ( Amonium Nitrat)  ( 35 % N)

SP-18 (Super Phosphate -18)  ( 18 % P2O5 )

SP-36 (Super Phosphate -36)  ( 36 % P2O5 ) atau TS-36 ( 36 % P2O5 )

TSP (Triple Super Phosphate)  ( 46 % P2O5 )

KCL ( 60 % K2O)

ZK ( 50 % K2O)

Pupuk Majemuk adalah jenis pupuk yang mengandung lebih dari 1 macam unsur hara MAKRO di dalam produknya. Biasanya berupa unsur hara makro primer, misalnya:
NPK Pelangi ( 20.10.10 )
NPK Kuda Laut ( 15.7.8 )
NPK Kujang ( 30.6.8 )
NPK Ponska ( 15.15.15 )
NPK Mutiara ( 16.16.16 )
NPK Mahkota ( 15 15.6 ) + 4 Sulfur
NPK MAHKOTA ( 12.12.17 ) + 2
NPK Kebomas ( 12.12.17 ) + 2
NPK Kebomas ( 15.15.6 ) + 4
NPK Pelangi ( 12.12.17 ) + 2
NPK Pelangi ( 15.15.6 ) + 4
Dll

Bila ada pabrik yang membuat pupuk NPK XXX dengan komposisi 30 : 15: 15, maka pupuk NPK ini adalah pupuk terbaik untuk tanaman padi yang pernah ada. Sebab kandungan hara NPK XXX ini sangat tinggi.

Kalau saya hitung, dalam 100 kg NPK XXX ini kandungan :
Ureanya 100/46 x 30 kg = 65,21 kg
SP-36 100/36 x 15 kg = 41,67 kg
KCL 100/60 x 15 kg = 25,00 kg
——- ——– +
60 kg 131,88 kg

Hanya diperlukan 300 kg NPK XXX ini + 50 kg urea untuk dosis tanaman padi 1 hektar.

Be the first to like this post.

PUPUK NPK KUJANG

Pupuk dapat digolongkan menjadi dua, yakni pupuk organik dan pupuk anorganik

1. Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari sisa-sisa makhluk hidup yang diolah melalui proses pembusukan (dekomposisi) oleh bakteri pengurai. Contohnya adalah pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk kompos berasal dari sisa-sisa tanaman, dan pupuk kandang berasal dari kotoran ternak. Pupuk organik mempunyai komposisi kandungan unsur hara yang lengkap, tetapi jumlah tiap jenis unsur hara tersebut rendah. Sesuai dengan namanya, kandungan bahan organik pupuk ini termasuk tinggi.

2. Pupuk anorganik atau pupuk buatan adalah jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan cara meramu berbagai bahan kimia sehingga memiliki prosentase kandungan hara yang tinggi.

Menurut jenis unsur hara yang dikandungnya, untuk pupuk anorganik ini dapat digolongkan menjadi dua, yaitu : pupuk tunggal dan pupuk majemuk.
- Pada pupuk tunggal, jenis unsur hara yang dikandungnya hanya satu macam. Biasanya berupa unsur hara makro primer, misalnya urea hanya mengandung unsur Nitrogen ( 46%), TSP (46% P2O5), SP-36 ( 36% P2O5) dan KCL ( 60 % K2O) .

- Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur hara. Penggunaan pupuk ini lebih praktis karena hanya dengan satu kali penebaran, beberapa jenis unsur hara dapat diberikan. Namun, dari sisi harga pupuk ini lebih mahal. Contoh pupuk majemuk antara lain, NPK Kujang ( 30:6:8), Ponska ( 15:15:15), Pelangi ( 20:10:10), Kuda Laut ( 15:7:8) dll

Mengkonversi pupuk NPK ke pupuk tunggal.
Masalah yang dihadapi oleh para petani bahkan bisa juga bagi PPL adalah menghitung (mengkonversi) pupuk majemuk ke pupuk tunggal. Untuk memahami masalah ini, minimal ada pemahaman yang harus dijadikan dasar perhitungan.
Saya ambil contoh pupuk NPK Kujang (30:6:8) yang ingin saya konversi ke pupuk Urea, SP 36 dan KCl. Bagaimana caranya?
Pupuk NPK kujang ( 30:6:8) artinya dalam 100 kg pupuk tersebut terdapat 30 kg unsur N, 6 kg P2O5 dan 8 kg K2O.
Sedangkan pada pupuk urea dalam 100 kg terdapat 46 % N. Jadi untuk menghitung berapa Urea yang kita butuhkan adalah menghitung unsur N ini adalah 30/46 x 100 kg = 65,22 kg Urea
Sedangkan pada pupuk TSP dalam 100 kg terdapat 46 % P2O5. Jadi untuk menghitung berapa TSP yang kita butuhkan adalah menghitung unsur P2O5 ini adalah 6/46 x 100 kg = 13 kg TSP
Untuk pupuk KCL dalam 100 kg terdapat 60 % K2O. Jadi untuk menghitung berapa KCL yang kita butuhkan adalah menghitung unsur K2O ini adalah 8/60 x 100 kg = 13,33 kg KCL
Jadi dalam 100 kg pupuk NPK kujang ( 2 karung @ 50 kg ) terdapat 65,22 kg Urea, 13 TSP dan 13,33 kg KCl.

Atau pakai cara lain :

Untuk Urea (46 kg N) maka tinggal kita balik menghitungnnya
100/46 x 30 kg = 65,22 kg
Untuk TSP (46 kg P2O5) maka tinggal kita balik menghitungnnya
100/46 x 6 kg = 13 kg
Untuk KCL (60 kg K2O) maka tinggal kita balik menghitungnnya
100/60 x 8 kg = 13,33 kg

Semoga cara perhitungan ini, dapat bermanfaat bagi para petani. Dan terlebih khusus bagi para PPL pertanian

KARAKTER PUPUK BUATAN

Secara umum, pupuk dibagi menjadi 2 : Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik. Pupuk Anorganik ini dikenal sebagai pupuk buatan. pupuk ini dibuat oleh pabrik dengan tujuan dan spesifikasi tertentu.

Untuk mengenal pupuk jenis ini, sebaiknya kita mengenal beberapa karakteristik yang melingkupinya, antara lain :

1. Kandungan Unsur Hara atau Analisis Pupuk

Kadar unsur hara tertentu yang dikandung pupuk jenis ini disebut dengan analisis pupuk. Untuk kadar unsur hara makro dinyatakan dalam satuan persen, sedang kadar unsur hara mikro nyatakan dalam satuan ppm (part per milion atau persejuta). Analisa pupuk ini selalu tertera pada kemasan pupuk tersebut.

Jenis unsur hara yang dikandung suatu pupuk tidak dinyatakan sebagai unsur tunggal tetapi dinyatakan dalam persentase total N ( total amonium dan nitrat ), P2O5 dan K2O. Jenis pupuk yang sama belum tentu mengandung analisa yang sama. Contohnya adalah Urea ( 46 % N), SP-36 ( 36 % P2O5), KCl (60 % K2O), NPK Kuda Laut ( 15 7 8 ) dll

Bila kita jumlahkan seluruh angka prosentase pada analisis pupuk majemuk, maka angka ini tidak pernah akan mencapai 100 %. Penyebabnya adalah di dalam pupuk terdapat unsur kimia lain yang bukan unsur hara tetapi keberadaannya diperlukan supaya bahan pupuk dapat dibentuk menjadi kristal atau butiran-butiran

2. Higroskopisitas

Higroskopis adalah sifat pupuk yang berkaitan dengan potensinya atau kemampuannya untuk mengikat uap air dari udara bebas. Suatu pupuk dikatakan sangat bersifat higroskopis adalah bila ditempatkan pada tempat terbuka mudah sekali mencair. Urea adalah salah satu contoh yang bersifat higroskopis.

Sifat higroskopis ini sangat menentukan daya simpan dan penanganan penyimpanan pupuk tersebut. Misalnya pupuk yang bersifat higroskopis sebaiknya tidak disimpan terlalu lama dan harus disimpan dalam wadah yang kedap udara, bila tidak pupuk akan cepat mencair atau menggumpal dengan cepat.

3. Daya Larut

Daya larut adalah merupakan kemampuan suatu jenis pupuk untuk terlarut di dalam air. Daya larut ini akan menentukan cepat atau lambat unsur hara yang ada didalam pupuk untuk dapat diserap tanaman atau hilang karena pencucian / tercuci. Jenis pupuk dengan daya larut yang tinggi akan cepat tersedia serta mudah diserap oleh tanaman, namun juga akan mudah tercuci oleh hujan atau pengairan.

Pada umumnya pupuk yang memiliki kandungan Nitrogen yang tinggi mempunyai daya larut yang tinggi pula.

4. Reaksi Pupuk

Yang dimaksud dengan reaksi pupuk adalah bila suatu jenis pupuk diberikan pada tanah, maka pH tanah dapat berubah menjadi lebih tinggi atau lebih rendah. Jenis pupuk yang menyebabkan pH tanah menurun, maka pupuk tersebut bereaksi asam terhadap tanah. Bila Jenis pupuk yang menyebabkan pH tanah naik, maka jenis pupuk tersebut bereaksi basa terhadap tanah.

Secara umum, pupuk yang beredar dipasaran, menyebabkan pH tanah turun. Artinya, reaksi tanah bersifat asam kepada pupuk yang diberikan.

5. Indek Garam (Salt Index)

Pemberian pupuk pada tanah akan meningkatkan konsentrasi atau kadar garam di dalam larutan tanah. Peningkatan kadar / konsentrasi garam dalam tanah ini akan menaikkan tekanan osmosis larutan tanah, sehingga terhadap proses penyerapan unsur hara. Larutan tanah dengan osmosis yang tinggi dapat menyebabkan larutan unsure hara tidak dapat diserap oleh tanaman, tetapi sebaliknya yakni cairan sel justru yang akan keluar dari akar atau disebut dengan plasmolisis jaringan akar. Gejala ini disebut dengan Salt injury. Ciri-cirinya daun layu, menguning dan kering seperti terbakar.

Pupuk dengan indek garam yang tinggi sangat berpotensi menyebabkan terjadinya salt injury. Pupuk yang memiliki indek garam yang tinggi harus ditempatkan lebih jauh dari perakaran tanaman dibandingkan dengan pupuk dengan indek garam rendah.

 

DOSIS PUPUK PADI

Setelah bergelut dalam hitung menghitung pupuk untuk tanaman padi per hektar maka saya dapatkan berbagai variasi di dalam jumlah dan jenis pupuk yang diberikan.

Jadi, para petani atau siapa saja bisa memakai sesuai dengan kondisi pupuk yang tersedia. Dengan demikian, kita mempunyai pilihan untuk mengaplikasikannya.

Adapun jenis dan jumlahnya sbb :

= 250 kg urea + 100 kg TSP + 75 KCL

= 200 kg urea + 110 kg ZA + 100 kg TSP + 75 KCL

= 150 kg urea + 220 kg ZA + 100 kg TSP + 75 KCL

= 250 kg urea + 128 kg Sp-36/TS-36 + 75 kg KCL

= 250 kg urea + 256 kg SP-18 + 75 kg KCL

= 300 kg ponska + 150 kg urea

= 300 kg ponska + 100 kg urea + 110 pupuk ZA

= 300 kg ponska + 50 kg urea + 220 pupuk ZA

= 300 kg ponska + 330 pupuk ZA

= 300 kg ponska + 150 npk kujang

= 300 kg ponska +  50 npk kujang + 100 kg urea

= 300 kg ponska +  50 npk kujang + 220 kg ZA

dll

Sebetulnya masih banyak variasi kebutuhan pupuk baik tunggal maupun mejemuk untuktanaman padi. Yang terpenting adalah tercukupinya hara makro N, P dan K per hektarnya. Kalau dalam bahasa lugasnya : yang penting isi bukan merk dan jummlah.

Dalam lain kesempatan mungkin akan saya tambah variasi di atas. Semoga,,,

MENGENAL PUPUK NPK

” pake pupuk apa, pak?”

” sekarang saya pake pupuk kujang, pak mantri”

” wah bagus dong, berapa banyak?”

” cuma 2 karung aja, pak”

Di dalam dunia pertanian khususnya padi sawah, pemerintah telah mengeluarkan produk pupuk NPK. Produk ini yang dikenal dan diperkenalkan kepada para petani adalah NPK Kujang ( 30 6 8 ) dan NPK ponska ( 15 15 15 ), di samping pupuk NPK yang lain.

Pemerintah ingin agar petani tak selalu tergantung pada pupuk tunggal seperti urea, tsp dan KCL. Maka direkayasalah pupuk yang mengandung unsur makro tsb. Di samping itu, pemerintah ingin terjadi pemakaian pupuk yang berimbang di kalangan petani. Karena selama ini pemahaman petani yang belum mengerti,  yang dikatakan pemupukan adalah memakai urea dan sedikit pupuk lainnya.

Untuk pupuk NPK kujang selain mengandung unsur makro N P dan K, setelah saya baca situs pupuk kujang, di dalam pupuk NPK terdapat pengayaan pupuk organik. Untuk NPK ponska sendiri, disamping mengandung unsur N, P dan K juga terdapat unsur S. Fungsi unsur S ini dapat kita baca disini.

Pupuk NPK

Pupuk NPK adalah pupuk majemuk. Yang dimaksud pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung minimal 2 unsur hara makro seperti hara N, P atau K. Tetapi karena ini pupuk NPK maka unsur hara makronya ada 3 jenis.

Setiap pupuk NPK yang ada di pasaran adalah sama secara unsur hara makronya, yang membedakannya adalah % kandungan haranya. Seperti NPK kujang dan NPK ponska, kedua pupuk NPK ini sama secara unsur hara makro, ada N,P dan K nya. Cuma % kandungannya berbeda.

Untuk NPK kujang 30 6 8, sedangkan NPK ponska 15 15 15. Dengan mengetahui % kandungan haranya kita dapat membuat perhitungan kebutuhan pupuk suatu tanaman. Demikian juga dengan pupuk NPK lainya seperti

NPK mutiara 16 16 16

NPK kuda laut 15 7 8

NPK pelangi 20 10 10

NPK mahkota 15 15 6 atau 12 12 17 dll

Dengan mengetahui kadar hara pada pupuk NPK, kita bisa meracik kebutuhan hara suatu tanaman. Bila ada yang menggunakan pupuk tunggal sebagai pupuknya maka dengan pemahaman ini bisa kita konversi ke dalam pupuk NPK.

Sebagai contoh kebutuhan pupuk padi adalah 250 kg urea, 100 kg TSP dan 100 kg KCL. Maka kita dapat menghitungnya dalam bentuk NPK apasaja, baru setelah itu kalau ada kekurangannya kita gunakan pupuk tunggal kembali cuma dosisnya berkurang.

Tetapi ada juga pabrik yang membuat pupuk NPK untuk tanaman tertentu seperti tanaman kelapa sawit atau perkebunan2 tertentu dengan kadar NPK yang spesifik. Untuk NPK model ini biasanya jarang ada di pasaran.

PUPUK TUNGGAL TSP

Bila ada pertanyaan, samakah pupuk TSP dengan SP-36. ? Demikianlah pertanyaan seorang petani pada suatu kesempatan. Atau saya tambahkan pertanyaan lainnya, apakah sama pupuk TSP dengan pupuk TS-36

” pak, pupuk TSP atau SP-36 adalah sama tapi beda. Lho kok bisa? Samanya adalah pupuk ini sama-sama pupuk tunggal, pupuk tunggal yang mengandung hara P2O5. Cuma bedanya kandungan % haranya, TSP kandungan P2O5nya 46 %. Sedangkan untuk SP-36 cuma 36 %.

” pak mantri, kan ada pupuk SP-18 kan?”

” iya, untuk SP-18 kandungan P2O5nya lebih kecil lagi, cuma 18 %. Makin kecil kandungan % nya maka suatu pupuk makin sedikit unsur haranya”.

” maksudnya pak mantri?”

” bila kita punya 1 karung SP-36 sebanding dengan 2 karung SP-18, pak. Misal kalau kita beli 1 karung pupuk SP36 cuma 150 ribu, kemudian ada juga pupuk SP-18 yang harganya 120 ribu, bapak pilih mana?”

” ya pupuk SP-36 pak”

” alasannya, pak?”

” yang satu 150 ribu, yang lainkan kalau 2 karung 240 ribu cuma kandungan sama pak mantri”

” betul pak. kalau soal hitung harga, bapak jagonya deh”

Pedoman umum untuk % hara pupuk

100 kg TSP = 46 % P2O5

100 kg SP-36 = 36 % P2O5

100 kg TS-36 = 36 % P2O5

100 kg SP-18 = 18 % P2O5 dll

Sekarang kita bandingkan

100 kg TSP =  ……. SP-36/TS-36

Setelah saya hitung, ternyata 100 kg TSP sebanding dengan 128 SP-36/TS-36. Kita bulatkan jadi 130 SP/TS-36. Jadi

100 kg TSP =  128 SP-36/TS-36 = 256 SP-18

Jadi kalau dosis untuk tanaman padi adalah

= 250 kg urea + 100 kg TSP + 75 KCL

= 250 kg urea + 128 kg Sp-36/TS-36 + 75 kg KCL

= 250 kg urea + 256 kg SP-18 + 75 kg KCL

PUPUK TUNGGAL UREA

Di dalam masyarakat tani, masih ada saja yang  saya jumpai,  bila tidak menggunakan pupuk urea terasa belum melakukan pemupukan. Salah satu penyebabnya adalah para petani tersebut belum mengetahui ada pupuk lain yang mengandung unsur di dalam pupuk urea. Dan tugas PPL lah memberikan panduannya,,,

” sawahnya dah dipupuk pak?”

” belum, pak mantri”

” mang kenapa?”

” pupuk ureanya nga ada”

” kan bapak  bisa pake pupuk ZA”

” nga mau ah, saya maunya pake pupuk urea aja”

Bagi para PPL, dialog di atas mungkin pernah kita dengar dan kita alami sendiri.

Apa itu pupuk urea? apa bedanya pupuk urea dengan pupuk ZA? mengapa sekarang ada urea yang berwarna pink? dan apa kegunaan pupuk yang mengandung hara N seperti urea dan ZA?

Pupuk Urea adalah pupuk anorganik (kimia) yang mengandung unsur Nitrogen berkadar tinggi. Unsur N nya sebesar 46 %. Itu artinya dalam 100 kg pupuk urea ada 46 kg hara N. Pupuk ini mudah larut dalam air dan bersifat higroskopis ( mudah menghisap air ). Biasanya berbentuk butir-butir kristal putih dng rumus kimia NH2 CONH2.

Beda pupuk Urea dengan pupuk ZA

Apa beda pupuk urea dengan pupuk ZA ? kedua pupuk ini sama tapi beda, lho kok bisa? Samanya adalah pupuk ini sama-sama pupuk tunggal, pupuk tunggal yang mengandung hara Nitrogen (N). Cuma bedanya kandungan % haranya, urea kandungan N nya sebesar 46 %. Sedangkan untuk ZA cuma 21 %. plus S 24 %. Karena hara S bukan hara makro makanya pupuk ZA dimasukan pupuk tunggal.

Pupuk Urea Pink

Urea pink adalah urea bersubsidi. Karena pupuk urea selama ini banyak diselewengkan oleh pihak-pihak tertentu maka oleh pemerintah warna pupuk bersubsidi untuk urea dibuat berwarna pink.

Kegunaan Pupuk Urea dan ZA

Kegunaan pupuk hara N tinggi adalah untuk membuat daun tanaman lebih hijau dan segar. Karena daun yang demikian banyak mengandung klorofil. Di dalam daun yang banyak klorofilnya proses fotosintesis dapat berlangsung maksimal sehingga energi yang dihasilkan akan besar buat pertumbuhan tanaman. Karena itu tanaman dapat tumbuh subur dan besar. Bila demikian, dapat menambah kandungan protein tanaman tersebut.

Pupuk Urea di dalam pupuk NPK

Bila kita beli pupuk NPK kujang misalnya, ternyata di dalamnya ada pupuk urea. Misalnya Pupuk NPK kujang 30 15 15, artinya ada hara N 30 %, hara P2O5 15 % dan hara K2O 15 %. Hara N identik dengan pupuk urea. Jadi ada sekitar 33,33 kg pupuk urea di dalam 100 kg NPK kujang.

Pedoman umum untuk % hara N

Pada pupuk Urea 46 % dan ZA 21 %

Sekarang kita bandingkan

100 kg pupuk urea = …… pupuk ZA. Setelah saya hitung, ternyata sebanding dengan 219 kg pupuk ZA. Kita bulatkan jadi 220 kg pupuk ZA

Bagaimana aplikasi urea dan ZA dalam pemupukan padi sawah?

Secara umum dosis untuk tanaman padi adalah

= 250 kg urea + 100 kg TSP + 75 KCL

= 200 kg urea + 110 kg ZA + 100 kg TSP + 75 KCL

= 150 kg urea + 220 kg ZA + 100 kg TSP + 75 KCL

Sumber : Nurman Ihsan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.